PONTIANAK suaraanakkolong.co.id–situasi siang di bardan siantan sedang hujan, namun hal itu tak menyurutkan langkah *Yuliansyah, S.E.* Anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi Partai Gerindra ini terlihat berdiri tegap di tepi Dermaga Fery Penyeberangan Pontianak. Mengenakan kemeja kotak-kotak sederhana dan memegang payung sendiri, sorot matanya tajam menatap antrean kendaraan yang mengular dan kondisi dermaga yang kian memprihatinkan.
Bagi Yuliansyah, ini bukan sekadar kunjungan kerja formalitas. Ini adalah tentang martabat dan hak mobilitas warga Pontianak yang selama bertahun-tahun terbelenggu oleh kemacetan yang menyesakkan, terutama di wilayah Pontianak Timur.
Sebagai putra daerah yang duduk di kursi Senayan, Yuliansyah memahami betul bahwa kunci dari urainya kemacetan di “Kota Khatulistiwa” ini ada pada optimalisasi penyeberangan fery. Namun, keterbatasan anggaran daerah seringkali menjadi tembok penghalang.
“Saya tidak bisa diam melihat rakyat saya setiap hari harus ‘berperang’ dengan waktu dan macet hanya untuk menyeberang. Dermaga ini adalah urat nadi ekonomi dan sosial. Jika ini dibiarkan rusak dan lambat, maka ekonomi Pontianak ikut tersumbat,” tegas Yuliansyah dengan nada emosional saat meninjau lokasi, Jumat (17/04/2026).
Tidak hanya sekadar meninjau, Yuliansyah membawa mandat ini langsung ke meja *Kementerian Perhubungan*. Ia menjadi “penyambung lidah” yang lantang mendesak Pemerintah Pusat agar segera mengalokasikan anggaran khusus untuk perbaikan total Dermaga Fery Penyeberangan Pontianak.
Perjuangannya adalah memastikan bahwa suara dari pinggiran sungai Kapuas terdengar sampai ke jantung ibu kota Jakarta. Baginya, perbaikan dermaga ini adalah harga mati untuk:
Mengurangi beban jembatan yang sudah melebihi kapasitas.
Memastikan infrastruktur yang layak dan aman bagi ribuan warga yang melintas setiap hari.
Agar warga Pontianak Timur tidak lagi kehilangan waktu produktif mereka di jalanan.
Aksi nyata Yuliansyah ini memicu gelombang harapan bagi masyarakat. Di tengah guyuran hujan, kehadirannya seolah menjadi simbol bahwa rakyat tidak berjuang sendirian. Komitmennya di Komisi V DPR RI menjadi jaminan bahwa proyek perbaikan ini akan terus dikawal hingga tuntas.
“Saya akan terus ‘berteriak’ di pusat sampai anggaran itu turun. Pontianak berhak mendapatkan infrastruktur yang lebih baik. Ini bukan tentang saya, ini tentang masa depan mobilitas anak cucu kita di kota ini,” pungkasnya sebelum menutup payung dan melanjutkan langkahnya menyapa para petugas dermaga.
Kini, bola panas ada di tangan Pemerintah Pusat. Namun satu hal yang pasti: Pontianak memiliki seorang “Pejuang Penyeberangan” dalam diri Yuliansyah yang takkan berhenti sebelum dermaga itu kokoh berdiri demi kelancaran arus hidup warganya.
*Mari dukung perjuangan Bang Yuliansyah untuk Pontianak yang lebih lancar!*
*Ikuti informasi terbarunya melalui:*
• *Facebook:* Bang Yuliansyah
• *Instagram:* @Bang.Yuliansyah
• *TikTok:* @SahabatYuliansyah
Penulis : Farhan
Editor : Denny








