PONTIANAK, KALBAR — Perbedaan warna politik tidak menjadi penghalang untuk membangun komunikasi dan silaturahmi. Semangat itu terlihat dalam pertemuan sejumlah tokoh Kalimantan Barat yang mempertemukan para wakil rakyat dari berbagai partai politik dalam suasana hangat, kompak, dan penuh kebersamaan.
Dalam suasana yang sederhana namun penuh makna, hadir Maman Abdurrahman dari Partai Golkar yang kini menjabat Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), H. Yuliansyah, S.E. dari Partai Gerindra yang merupakan Anggota DPR RI Komisi V, H. Boyman Harun, S.H. dari PAN, Lasarus dari PDI Perjuangan yang menjabat Ketua Komisi V DPR RI, serta H. Syarief Abdullah Alkadrie dari Partai NasDem. Posisi dan kiprah mereka di lembaga negara dan partai politik tersebut tercatat dalam sumber resmi dan pemberitaan terkait.
Pertemuan lintas partai ini menjadi gambaran bahwa kepentingan Kalimantan Barat dapat menjadi ruang bersama, meskipun masing-masing tokoh memiliki latar belakang politik dan kendaraan partai yang berbeda.
Tidak ada sekat warna partai. Yang tampak justru suasana persaudaraan, saling menghargai, dan komunikasi yang cair.
Bagi Kalimantan Barat, kebersamaan seperti ini memiliki makna penting. Berbagai persoalan daerah—mulai dari infrastruktur, konektivitas, ekonomi masyarakat, UMKM, pendidikan, hingga kebutuhan dasar—membutuhkan komunikasi dan sinergi antara pemerintah pusat, DPR RI, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan.
Sejumlah isu Kalbar juga telah menjadi perhatian para wakil rakyat tersebut. Yuliansyah, misalnya, mendorong sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi persoalan air bersih serta dampak kemarau panjang di Kalbar. Sementara Lasarus menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur dan keadilan alokasi anggaran bagi daerah di luar Jawa, termasuk Kalimantan.
Di sisi lain, Syarief Abdullah juga menekankan pentingnya ruang fiskal yang memadai agar pembangunan daerah tidak terhambat oleh kebijakan transfer ke daerah.
Semangat yang sama dapat diterjemahkan dalam satu pesan sederhana:
> Berbeda partai bukan berarti berbeda tujuan. Ketika kepentingan masyarakat dan masa depan Kalimantan Barat menjadi perhatian bersama, komunikasi, silaturahmi, dan kolaborasi harus tetap dijaga.
Foto kebersamaan ini bukan sekadar dokumentasi. Ia menjadi simbol bahwa persahabatan, komunikasi, dan persatuan antarelemen politik dapat tetap tumbuh di tengah perbedaan pilihan dan warna partai.
Kalbar membutuhkan banyak tangan yang bekerja, banyak pikiran yang berdiskusi, dan banyak tokoh yang mampu duduk bersama.
Kompak dalam perbedaan. Bersahaja dalam kebersamaan. Bersatu untuk Kalimantan Barat yang lebih maju dan sejahtera.
Penulis : Farhan
Editor : Denny








