JAKARTA, 24 September 2026 — Ketua OKK DPP Generasi Perubahan Nusantara Indonesia (GPNI), Thofilus B. Benyamin (Toby), angkat bicara menanggapi kembali mencuatnya isu terkait ijazah SMA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di ruang publik dan media sosial. Beliau menegaskan, bangsa ini butuh kemajuan, bukan perpecahan.
Ditemui awak media di kantor sekretariat DPP GPNI, Sunter, Jakarta Utara, Toby menyampaikan:
“Kita seharusnya sadar: dalam berpolitik bukan saling menjatuhkan. Pasangan 02 Prabowo–Gibran sudah sah memimpin hampir dua tahun. Kami rakyat kecil justru menanti kinerja nyata — apa yang akan dibangun untuk Indonesia lebih makmur dalam tiga tahun ke depan?”
Toby menilai tuduhan soal ijazah tidak berdasar:
“Ijazah Mas Gibran itu sah dan ada. Mustahil tidak ada. Kalau seseorang tak punya ijazah, bicaranya pasti gawur. Lihatlah kegiatan beliau, tata bahasanya — sudah sangat terlihat berpendidikan tinggi. Itu bukti nyata.”
Kepada mantan Wamenkumham Denny Indrayana yang menggugat keabsahan dokumen tersebut, Toby menegaskan:
“Apa sebenarnya yang dicari? Kita semua tahu jelas kinerja Mas Gibran saat ini membantu Pak Prabowo membangun bangsa. Kepada Pak Denny dan kawan-kawan: tolong sadarlah. Rakyat Indonesia sudah tahu siapa-siapa yang dulu menggugat Ijazah Pak Jokowi — itu orang-orang yang tidak mendapat kedudukan di pemerintahan. Coba diberi kursi, pasti diam.”
Ajakan Fokus Pembangunan
Toby mengajak seluruh elemen bangsa menghentikan narasi yang memecah belah:
“Jangan habiskan waktu saling serang. Rakyat butuh lapangan kerja, harga kebutuhan terjangkau, keadilan. Mari awasi jalannya pemerintahan, bukan sibuk mencari kesalahan pribadi. Biarkan Pak Prabowo dan Mas Gibran bekerja untuk kita semua.”
Pewarta : Asep Iskandar Ketua AKPERSI DPC kab majalengka jawabarat
Editor : Denny








