Home / Uncategorized

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:59 WIB

Menuju MTQ Kalbar: Kontingen KTIH Kota Pontianak Matangkan Persiapan, Padukan Kedalaman Ilmu Hadis dan Solusi Isu Kontemporer, siap merebut juara umum.

PONTIANAK – Persiapan delegasi Karya Tulis Ilmiah Hadis (KTIH) Kota Pontianak menjelang ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Barat kian matang. Tidak sekadar berkutat pada penguasaan teori tekstual, para peserta kini dibekali kemampuan analitis untuk mengontekstualisasikan nilai-nilai luhur hadis dengan dinamika persoalan masyarakat modern. Pendekatan progresif ini diproyeksikan menjadi daya gedor sekaligus nilai tambah saat mereka berlaga di ajang bergengsi tersebut.

Pelatih KTIH Kota Pontianak, Assoc. Prof. Dr. Syamsul Kurniawan, S.Th.I., M.Si., menegaskan bahwa proses pembinaan digembleng secara intensif. Tujuannya tak lain untuk mencetak delegasi dengan fondasi akademik yang kokoh, sekaligus piawai merumuskan gagasan yang relevan dengan laju zaman.

Menurutnya, menyusun karya tulis ilmiah hadis bukan sebatas memahami teks secara harfiah. Para peserta dituntut jeli mengkaji otentisitas hadis melalui bedah sanad dan matan, lalu mengekstraksinya menjadi kajian ilmiah yang menawarkan solusi nyata atas berbagai problem kekinian.

“Peserta kami tidak hanya dilatih membedah sanad dan matan secara komprehensif, tetapi juga bagaimana membumikan kandungan hadis ke dalam isu-isu yang tengah berkembang di masyarakat. Dengan demikian, karya yang lahir tidak mandek sebagai tumpukan teori, melainkan menjelma menjadi perspektif dan jalan keluar berbasis ajaran Islam,” ujar Assoc. Prof. Syamsul.

Baca Juga  Pulihkan Fungsi Sungai Molore, PT Stargate Pasific Resources Lakukan Normalisasi dan Hijaukan Sempadan Sungai

Pada perhelatan MTQ tahun ini, Kota Pontianak akan diwakili oleh dua peserta andalan, yakni Walidul Mustofa dan Utin Darma Ranti. Dalam kiprahnya, langkah mereka dikawal langsung oleh Official kafilah, Maimunah, S.Pd. Sosok Maimunah sendiri dikenal luas sebagai penulis yang sangat produktif sekaligus pakar yang kerap melanglang buana sebagai pembicara (speaker) di berbagai konferensi bergengsi tingkat nasional hingga internasional. Kehadiran beliau memberikan suntikan wawasan literasi kelas dunia dan pengalaman komprehensif bagi para peserta.

Di bawah bimbingan tim yang solid, Walidul dan Utin menjalani karantina pembinaan secara disiplin. Keduanya mendalami literatur hadis, mematangkan metodologi penelitian, menajamkan teknik penulisan akademik, hingga menjalani simulasi presentasi dan uji argumen yang ketat bak sidang dewan hakim sesungguhnya.

Dokumentasi di gedung lptq Kota Pontianak

Selama masa pelatihan tersebut, peserta didorong untuk mengeksplorasi referensi lintas disiplin—mulai dari kitab rujukan ulama terdahulu hingga jurnal ilmiah bereputasi. Hal ini untuk memastikan setiap dalil dan argumentasi yang dibangun memiliki landasan akademik yang tak terbantahkan.

Assoc. Prof. Syamsul melihat kurva perkembangan kedua peserta yang sangat positif. Tingkat kepercayaan diri mereka melonjak tajam, terampil menyusun logika yang sistematis, dan peka mengaitkan pesan hadis dengan tantangan era digital, disrupsi pendidikan, dinamika sosial, hingga urgensi penguatan karakter generasi muda.

Baca Juga  Gaya Karismatik Yuliansyah Sambut Petinggi Parlemen RI di Bandara Singkawang untuk Festival Cap Go Meh

Berbekal kemajuan tersebut, ia menaruh optimisme tinggi bahwa dedikasi selama masa pembinaan akan berbuah manis. Kota Pontianak pun mematok target prestisius: merebut gelar juara pada cabang KTIH MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun ini.

“Persiapan yang kami lakukan sudah berada di titik optimal. Target kami jelas, menjadi juara KTIH. Tentu, ambisi besar ini harus senantiasa diiringi dengan ikhtiar keras, kedisiplinan tingkat tinggi, serta doa agar para delegasi mampu menyuguhkan performa puncak saat bertanding nanti,” tegas Assoc. Prof. Syamsul.

Cabang Karya Tulis Ilmiah Hadis sejatinya adalah arena yang menuntut orkestrasi kecerdasan: perpaduan antara kedalaman ilmu keislaman, keandalan riset, nalar kritis, dan kepiawaian retorika ilmiah. Oleh karena itu, pembinaan di Kota Pontianak didesain untuk melampaui transfer materi keagamaan semata, melainkan membentuk intelektual muda yang tangguh dalam berpikir analitis dan berani mempertanggungjawabkan gagasannya.

Melalui persiapan yang kian paripurna, Kota Pontianak menaruh harapan besar di pundak Walidul Mustofa dan Utin Darma Ranti untuk mencetak prestasi gemilang. Kelak, keberhasilan di cabang KTIH ini bukan sekadar soal trofi, melainkan pembuktian sahih bahwa generasi muda Pontianak mampu menghadirkan pemikiran keislaman yang ilmiah, adaptif, dan solutif bagi peradaban era modern.

Penulis/Editor : Farhan – Deny

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Diduga Cacat Hukum, Penanganan Kasus Dua Karyawan PT BSL Dinilai Ada Pemaksaan oleh Oknum Penyidik dan Perusahaan

Uncategorized

Sinergi Berkelanjutan: PLN UP3 Mempawah dan Anggota Komisi V DPR RI Matangkan Rencana Usulan Penerima Program BPBL

Uncategorized

Desak Bupati Konsel, Inspektorat dan Kejati Sultra Periksa Dugaan Penyimpangan DD dan Pengadaan Pokir DPRD di Desa Rambu-Rambu Jaya, Kecamatan Ranomeeto

Uncategorized

PB HMI MPO Dukung Kejati Sultra Pemeriksaan Wakil Bupati Kolaka, Desak Kejagung RI Usut Dugaan Korupsi Tambang Rp175 – 233 Miliar di Hutan Kolaka

Uncategorized

LP2LP Sultra Tantang Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Penjualan Ore Nikel Sitaan Satgas PKH, TFA hingga Ketua Fraksi Partai Diminta Diperiksa

Uncategorized

Tingkatkan Pengawasan, Permudah Perizinan Tersus/TUKS Menjadi Penyedia Dermaga yang Berdedikasi dalam Pembangunan Ekonomi Kalbar

Uncategorized

Siswi SMAN 7 Pontianak Raih Runner Up I Putri Daerah Kalimantan Barat 2026

Uncategorized

DPW PEMUDA LIRA SULAWESI TENGGARA GELAR AKSI DEMONSTRASI DAN PELAPORAN RESMI DI KPK RI, DESAK AUDIT DANA BOS SMA NEGERI 1 KOLAKA SENILAI RP5,846 MILIAR