Home / Uncategorized

Senin, 23 Februari 2026 - 23:02 WIB

Tren d Tawuran Subuh anak dibawah umur meresahkan warga Kota Pontianak

suaraanakkolong,co.id Minggu, 22/2/2026 
Pontianak – Tren Tawuran Subuh sejak 1 Ramadhan 1447 Hijriah, meresahkan masyarakat di kawasan Pontianak Barat. Mulai dari Jalan Komyos Sudarso Jeruju, Martadinata, Pal 3 hingga ke Jalan Apel depan komplek Pemda Rambai Permai.

Aksi tawuran minggu Subuh dini hari, Patroli Polsek Pontianak Barat bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga masyarakat. Satuan Patroli Polsek Pontianak Barat langsung mengamankan situasi dilapangan, dan mengamankan satu unit sepeda motor milik anak-anak yang menjadi pemicu aksi perang mercon di Jalan Apel Pontianak Barat.

Berdasarkan pantauan Tim SAK dilapangan, Bocil yang terlibat perang mercon juga membawa sajam, mercon dan rantai untuk menakut-nakuti lawan. Mereka terlihat beringas tanpa kendali, dan mengganggu siapa saja yang melewati Jalan Apel , termasuk jamaah shalat subuh yang melewati jalan tersebut, hingga menyasar ke Klinik Bersalin di Jalan Apel.

Tidak puas dengan serangan pada subuh dini hari, mereka melanjutkan tawuran pada malam hari (22/2/2026) saat warga sedang melaksanakan shalat terawih. Mengejar anak-anak kecil komplek Pemda yang tidak tau menahu dengan aksi mereka, sampai ke halaman Masjid Al Ikhwan Sungai Jawi Luar. Motifnya mereka, tidak terima atas penyitaan satu unit sepeda motor pada subuh dini hari oleh Polsek Pontianak Barat.

Baca Juga  Polresta Pontianak Jaga Ketat Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Pemilihan Wali Kota Pontianak 2024

Sementara itu di wilayah Pontianak Utara, Tim patroli Polsek Pontianak Utara sambangi sejumlah tempat yang ditengarai sering dijadikan arena tawuran remaja atau perang sarung. Sabtu (21/2/2026).

Petugas patroli menyusuri sejumlah tempat diantaranya warung kopi,cafe, Taman Teras Parit nanas untuk menghimbau agar tidak melakukan perang sarung.

Saat melakukan patroli petugas menerima informasi terjadi perang sarung di Jl. Sungai selamat dalam,tiba dilokasi kejadian petugas berhasil mengamankan dua remaja yang melakukan perang sarung.

Kapolsek Pontianak Utara melalui Kanit Reskrim Iptu Supriadi SH, menghimbau agar remaja tak lakukan aksi perang sarung, ini sangat membahayakan keselamatan bagi yang terlibat tawuran, apalagi didalam lipatan sarung diisi dengan benda-benda berbahaya diantaranya batu, potongan besi atau senjata tajam, ini jelas akan membahayakan nyawa bagi yang terlibat tawuran maupun warga yang melintas dilokasi kejadian,kami akan tindak tegas bagi pelaku yang tidak mengindahkan himbauan ini.Tegasnya.

Nurman A. Mukmin, Ketua Umum Laskar Alfakar Indonesia ketika diminta tanggapannya seputar Tawuran Subuh yang sering dilakukan oleh anak-anak dibawah umur, mengatakan bahwa “Tawuran Subuh merupakan Tren dari anak-anak kecil dan remaja akibat pengaruh dari Media Sosial yang kurang terkontrol, mereka terpengaruh dengan provokasi dari akun Podcast anak kecil, Rodblok, dan lain-lain yang berdampak negative pada psikologis anak-anak.” Kata Nurman

Baca Juga  Bolak-balik diperiksa KPK Kinerja Gubernur KalBar, Ria Norsan terasa kurang maksimal

Nurman menghimbau kepada para orang tua untuk mengawasi dan mendampingi anak-anak dalam ber medsos, terutama Rodblok yang menyajikan kebrutalan dan radikalisme.

Ia meminta kepada masyarakat Kota Pontianak untuk menjaga ketertiban dan menjauhi tindakan yang merugikan orang lain, terutama saat bulan suci Ramadhan.

Ia menegaskan larangan terhadap sejumlah aktivitas yang kerap memicu gangguan kamtibmas, seperti perang sarung, perang mercon, balapan liar, hingga sahur on the road. Merupakan salah satu bentuk antisipasi dari pemerintah Kota Pontianak, hal ini sesuai dengan Peraturan Daerah Kota Pontianak Nomor 11 Tahun 2019 tentang Ketertiban Umum.

Menurut Nurman, kerumunan yang berpotensi menimbulkan kericuhan harus dihindari agar umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan tenang. Sikap saling tolong-menolong lebih diutamakan daripada melakukan aksi yang mengganggu kenyamanan publik.

“Kerusuhan atau keramaian keramaian yang mengganggu masyarakat lain harus dihindari, di bulan suci Ramadhan semestinya kita saling tolong menolong dan berbagai antar sesama,” kata Nurman kepada awak media SAK, Minggu (22/2/2026).

Reporter : Rudy Priyatna Editor : Denny Purwanto, S.Sos

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Wilmar Kalimantan Barat Luncurkan “Cantigi Coffee”, Kopi Robusta Petani Pahauman, di Rakor Forum TSLP/CSR Kabupaten Landak

Uncategorized

Semangat Pengabdian Warnai Pembukaan Kuliah Kerja Lapangan IAIN Pontianak

Uncategorized

Bimbingan Teknis (BINTEK) PROPER DLH Provinsi Sulawesi Tenggara di PT. Konutara Sejati

Uncategorized

H. Yuliansyah Terima Audiensi Pemuda Muhammadiyah Kalbar, Dorong Peran Aktif Generasi Muda

Uncategorized

Mantan Sekretaris Desa Buke Bantah Tuduhan Melakukan Pengukuran Lahan Sengketa, Tegaskan Hanya Menengahi Atas Perintah Kepala Desa

Uncategorized

Yuliansyah Hadiri Kunjungan Banggar DPR RI di Kalimantan Barat

Uncategorized

DPD GPN08 Kalbar Apresiasi Resolusi Damai PT BSL: Yogi dan Memo Mundur Sukarela Tanpa Pesangon

Uncategorized

Demonstrasi di Kejati Sultra, Presidium IAIIT Desak Pengusutan Dugaan Penyimpangan Dana Desa dan Pokir DPRD Desa Rambu-Rambu Jaya