SAWALA SAJARAH & BUDAYA: MENGGALI WARISAN TALAGA MANGGUNG, GALUH, DAN CIREBON DI HARI MUSEUM INDONESIA 2026
MAJALENGKA, 13 Oktober 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Museum Indonesia 2026, Yayasan Talaga Manggung Simbar Kantjana menyelenggarakan kegiatan istimewa bertajuk “Sawala Sajarah & Budaya: Talaga Manggung Sawangan Galuh lan Cherbon”, yang akan dilaksanakan pada Rabu, 14 Oktober 2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di Museum Talaga Manggung, Talaga, Kabupaten Majalengka.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Tita Juwita Hipdiah, S.IP, Anggota DPRD Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Fraksi PDI Perjuangan, yang menegaskan pentingnya pelestarian sejarah dan budaya lokal sebagai fondasi jati diri masyarakat Majalengka.
MERAWAT INGARAN LELUHUR, MENJAGA IDENTITAS BANGSA
Kegiatan ini mengangkat tema penting tentang keterkaitan sejarah dan kebudayaan antara kawasan Talaga Manggung, Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Cirebon — sebuah jejak peradaban yang kaya namun masih perlu terus ditelusuri dan dilestarikan. Hadir sebagai pembicara para budayawan dan pelestari budaya, antara lain: Pandu Radea (Budayawan), Mas Nang Bae (Budayawan), dan Asep Asdha SW (BKCS Talaga Manggung).
Acara terbuka untuk umum ini akan dimeriahkan dengan rangkaian kegiatan yang penuh makna:
– Saresehan Sajarah — Diskusi mendalam mengupas jejak sejarah leluhur
– Tour Museum — Menjelajahi koleksi dan ruang sejarah Museum Talaga Manggung
– Pagelaran Goong Renteng — Harmoni bunyi yang mewariskan keagungan budaya leluhur
– Pagelaran Seni Tradisi — Memperkenalkan dan menghidupkan kembali seni warisan daerah
– Botram Katuangan Khas Talaga — Menikmati kebersamaan melalui kuliner tradisional khas masyarakat Talaga
“Jaga Makeyana Patikrama Paninggalna Sya Seda” — Jagalah dan hormatilah peninggalan para leluhur kita.
Semangat inilah yang menjadi nadi penyelenggaraan kegiatan ini: bahwa museum bukan sekadar bangunan penyimpan benda kuno, melainkan ruang hidup tempat kita kembali mengenal siapa diri kita dan dari mana kita berasal. “Museum di Hati Ku” bukan sekadar tema, melainkan ajakan untuk mencintai warisan budaya dan sejarah bangsa dari dalam hati.
BUDAYA ADALAH JATI DIRI BANGSA
Tita Juwita Hipdiah, S.IP., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa pelestarian budaya lokal merupakan tanggung jawab bersama, dan pemerintah daerah terus berkomitmen mendukung upaya-upaya pelestarian warisan leluhur di tengah arus zaman.
“Sejarah dan budaya adalah akar yang menopang jati diri masyarakat kita. Semakin kita mengenal masa lalu, semakin kokoh kita melangkah ke masa depan. Mari kita jaga bersama peninggalan leluhur kita.” — Tita Juwita Hipdiah, S.IP
Kehadiran masyarakat luas, tokoh budaya, serta pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat langkah bersama dalam melestarikan, mengenalkan, dan menjaga keutuhan warisan budaya Nusantara. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sejarah dan budaya adalah jembatan emas menuju masa depan yang berakar pada identitas yang kokoh.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi narahubung: Kiki — 0813 2243 2224. Pakaian disarankan sopan dan rapi. Seluruh masyarakat luas diundang hadir untuk bersama-sama menjaga dan menghargai peninggalan leluhur kita.
Reporter: Asep Iskandar Ketua AKPERSI DPC kab majalengka jawabarat








