Home / Uncategorized

Senin, 6 April 2026 - 15:25 WIB

DUGAAN PENGHINAAN TERHADAP JURNALIS OLEH KALAPAS PEREMPUAN KELAS IIA PONTIANAK BERUJUNG DI SOMASI

Pontianak Suraanakkolong.co.id Salah satu tim redaksi dari Suara Media Anak Kolong melayangkan somasi kepada Kalapas Perempuan Kelas IIA Pontianak.
Somasi tersebut dilayangkan menyusul dugaan pelecehan terhadap profeai wartawan.
Surat Somasi tertanggal 4 April 2026 tersebut ditujukan kepada Kalapas Perempuan Kelas IIA Pontianak, tembusan dikirimkan kepada Menteri Koordinator Hukum Imigrasi Dan Pemasyarakatan, Menteri Imigrasi Dan Pemasyarakatan, Kanwil Pemasyarakatan Kalimantan Barat serta Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia.

Permasalahan bermula dari awak media yang ingin melakukan komunikasi dengan ibu Ratna Dwi Lestari sebagai Kalapas Perempuan Kelas IIA Pontianak berkaitan dengan klarifikasi informasi dari masyarakat yang melihat salah satu warga binaan berada di salah satu tempat diluar area lapas.
Awalnya awak media ingin menjalankan Profesionalisme dengan menjalankan Kode Etik Jurnalis (KEJ) menemui Kalapas untuk Klarifikasi, cek and balance namun menurut salah satu pegawai beliau tidak berada ditempat sehingga mencoba mengubungi melalui telepon dengan harapan segera mandapatkan klarifikasi dari Ibu Kalapas namun ibu Ratna Dewi Lestari bersikap tendensius dan terkesan menghina Wartawan dengan jawaban

“…….SAYA MEMANG LAGI DI LUAR, KALIAN DATANG AJALAH NANTI TAKUT DIREKAM YANG NGGAK-NGGAK, DIGORENG, KALIAN INI MAU LEBARAN CARI YANG NGGAK-NGGAK…”

Baca Juga  Akad Kredit Serentak 429 Debitur, Bank Kalbar Kucurkan Rp 35 Miliar

Tujuan wartawan adalah menjalankan tugas jurnalis bukan untuk hal lain namun suasana komunikasi menjadi berubah setelah Kalapas Perempuan Kelas IIA Pontianak Ratna Dewi Lestari mengatakan kalimat yang merendahkan profesi wartawan. Awak Media yang menghubungi Kalapas sempat mengingatkan mengapa ibu mengucapkan kata kata seperti itu namun ibu Ratna Dewi Lestari tetap pada pendirian ucapannya dengan mengatakan SEMUA SUDAH SESUAI SOP.

Deni Purwanto, S.Sos salah satu tim redaksi Suara Anak Kolong menilai jika seorang pejabat diminta untuk melakukan klarifikasi tentang adanya permasalahan yang ada dilingkungan kerjanya oleh wartawan dan terkesan menghindar dan atau malah melecehkan maka patut diduga dilingkungan tersebut memang terjadi sesuatu yang ditutup tutupi.
Hal ini tidak boleh dibiarkan, oleh karena itu selanjutnya kami akan membentuk tim Advokasi untuk mengawal permasalahan ini kata Deni Purwanto menambahkan.

Tim advokasi nantinya akan mengawal serta melakukan upaya hukum atas dugaan pelecehaan dan penghinaan terhadap jurnalis yang dilakukan oleh ibu Ratna Dewi Leatari selaku Kalapas Perempuan Kelas IIA Pontianak.
Kami juga berharap kepada Karwil Pemasyarakatan Kalimantan Barat dapat melakukan pengawasan terhadap UPT dibawahnya agar dapat dipastikan pelaksanaan tugas di UPT khususnya UPT Lapas Perempuan Pontianak karena akhir akhir ini semakin banyak desas desus tentang adanya warga binaan yang sering berada diluar area Lapas dengan menggunakan kendaraan yang dikendarai sendiri oleh warga binaan, bebas keluar masuk dan ditemukan di tempat tempat perbelanjaan. Selain itu topik adanya warga binaan yang bebas menggunakan handphone bahkan bisa tampil live di media sosial padahal yang bersangkutan berada didalam tahanan.

Baca Juga  Diduga Korupsi Dana Desa Rp 3,18 Miliar di Desa Rawah Indah, CEO : (EIMPI) Desak Kejati Sultra dan Kejari Konawe Periksa Oknum Kades Di Konkep

Kami akan mengawal proses ini dan akan melakukan klarifikasi kepada pejabat pajabat terkait untuk memastikan kebenaran isu yang beredar di masyarakat tentang apa yang terjadi di Lapas Perempuan Pontianak.
Masyarakat sebagai sumber informasi tentu mempunyai bukti bukti namun untuk menjaga kode etik jurnalis maka kami hanya meminta klarifikasi kepada Kalapas dan kepada pejabat pejabat terkait agar dalam penerbitan berita mendapatkan sumber yang berimbang.

Penulis: Tim Redaksi
Editor: Denny

Share :

Baca Juga

Uncategorized

PERMAHI Tegaskan Wibawa Peradilan Militer, Yurisdiksi Khusus Tidak Boleh Dilebur ke Peradilan Umum

Uncategorized

Raker Anggota KONI Kota Pontianak, Resmi digelar. Menuju Prestasi di Porprov XIV tahun 2026

Uncategorized

Sinergi Kuat Pontianak: Dari Parit Kota hingga Sekat Kanal, Kolaborasi Nyata Hadapi Ancaman Karhutla

Uncategorized

Kawal Percepatan Hunian Layak, Komisi V DPR RI Tinjau Proyek Rusun Meikarta

Uncategorized

Kapal feri LCT. ZULIA H.I diresmikan, angkutan Penumpang dan Kendaraan Pontianak-Teluk Batang

Uncategorized

KODAERAL XII Pontianak Gelar Nobar “The Hostage’s Hero”, Inspirasi Keberanian Prajurit untuk Generasi Muda

Uncategorized

H. Yuliansyah, SE: Kebijakan Tidak Menaikkan Harga BBM Adalah Bentuk Nyata ‘Kepemimpinan Berhati Rakyat’

Uncategorized

Pererat Tali Silaturahmi, H. Yuliansyah Gelar Open House di Pontianak Bersama Tokoh dan Masyarakat*