Home / Uncategorized

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:47 WIB

Kritik Tajam Mang Fajar: “Kalau Bisa Dipersulit, Kenapa Dipermudah? “Tampar Birokrasi Majalengka

Kritik Tajam Mang Fajar: “Kalau Bisa Dipersulit, Kenapa Dipermudah?” Tampar Birokrasi Majalengka
MAJALENGKA – Sorotan terhadap kualitas pelayanan publik di Kabupaten Majalengka kembali menguat. Anggota DPRD Kabupaten Majalengka dari Fraksi PPP, Muh Fajar Shidik CH atau yang akrab disapa Mang Fajar, melontarkan kritik tajam terhadap praktik birokrasi yang dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.

Dalam keterangannya, Senin (4/5/2026), Mang Fajar mengaku masih menerima banyak keluhan warga terkait proses administrasi yang berbelit-belit, lambat, dan tidak efisien.
Rakyat Butuh Kepastian
Menurutnya, pelayanan publik seharusnya mengedepankan kemudahan, kecepatan, dan kepastian. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya praktik pelayanan yang justru menyulitkan masyarakat.

Baca Juga  H. Yuliansyah, SE: Kebijakan Tidak Menaikkan Harga BBM Adalah Bentuk Nyata 'Kepemimpinan Berhati Rakyat'

“Masih banyak masyarakat yang mengeluh soal pelayanan ribet, lama, dan muter-muter. Padahal yang dibutuhkan itu sederhana: cepat, jelas, dan manusiawi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa upaya perbaikan seperti digitalisasi layanan tidak akan berdampak maksimal jika tidak disertai perubahan mentalitas aparatur.

“Transformasi sistem tanpa perubahan cara berpikir hanya akan jadi formalitas. Pelayanan publik adalah tentang bagaimana negara memperlakukan warganya dengan layak,” tegasnya.

Kritik Mentalitas Birokrasi
Mang Fajar juga menyinggung masih adanya pola birokrasi lama yang cenderung mempersulit urusan masyarakat. Ia menilai, kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa reformasi birokrasi belum berjalan optimal.

Baca Juga  PERMAHI Aceh Kritik Arah Pokir DPRA: Transparansi dan Keberpihakan Harus Diperjelas

“Kalau masih ada masyarakat yang dipersulit, berarti masih ada yang harus dibenahi. Ini bukan hanya soal sistem, tapi juga soal sikap dalam melayani,” katanya.

Sebagai penutup, ia menyampaikan sindiran tajam yang mencerminkan keresahan publik terhadap pelayanan birokrasi:

“Kalau urusan bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah?” ujarnya.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bagi para pemangku kebijakan dan pelaksana layanan publik di Majalengka untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan secara menyeluruh.
(Asep Iskandar)

Sumber: Asep Iskandar
Editor: Denny

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Strategi Branding Perpustakaan agar Lebih Diminati Generasi Muda

Uncategorized

Respon Cepat Keluhan Warga, Kadis PUPR Firayanta Tinjau Langsung Eksekusi Pohon Rawan Tumbang di Purnama Agung VII

Uncategorized

Azhar Sidiq Dorong Polri Lebih Humanis, Pesannya Viral di Kalangan Mahasiswa

Uncategorized

Kades di Majalengka Gelisah Dana Desa Lambat, Kadis DPMD: “Mempersulit Desa Bukan Karakter Saya, Ada Bawahan yang Kurang Toleransi

Uncategorized

Viral Video Ancaman di Riau, PERMAHI Pekanbaru Minta Aparat Bertindak Tegas

Uncategorized

Direktur Aceh Human Foundation Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial dan Lawan Hoaks di Tengah Pemulihan Banjir Aceh Timur

Uncategorized

Perkuat Komitmen Kesehatan dan Pendidikan, KPP MINING SPRL Hadirkan Program “Guru Sehat, Murid Hebat”

Uncategorized

YULIANSYAH KUNJUNGI GUDANG BULOG KALBAR, PASTIKAN STOK BERAS AMAN