Home / Uncategorized

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:00 WIB

Azhar Sidiq Dorong Polri Lebih Humanis, Pesannya Viral di Kalangan Mahasiswa

Jakarta, Senin 4 Mei 2026* — Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (PERMAHI) melakukan audiensi bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Divisi Humas Polri yang dipimpin langsung oleh Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir. Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara mahasiswa hukum dan institusi kepolisian demi mendorong penegakan hukum yang lebih profesional, humanis, dan berpihak kepada masyarakat.

Mengusung tema *“Perkuat Sinergitas PERMAHI & Polri”*, audiensi berlangsung hangat dan penuh dialog terbuka. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas berbagai persoalan penting yang tengah menjadi perhatian publik, mulai dari penguatan literasi hukum, peran generasi muda menjaga stabilitas sosial, hingga pentingnya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum.

Di tengah derasnya arus informasi dan tingginya tantangan sosial saat ini, PERMAHI menilai komunikasi yang sehat antara mahasiswa dan Polri menjadi hal penting untuk menciptakan suasana hukum yang lebih edukatif dan solutif. Mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pengkritik, tetapi juga mitra strategis dalam membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat.

Baca Juga  Diduga lakukan aktivitas dan penjualan ore nikel tanpa RKAB Corak Sultra Resmi Laporkan PT. TMM, Inisial TFA Diduga Jadi Oktor Utama Dari Aktivitas Tersebut.

Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia, Azhar Sidiq, menegaskan bahwa sinergi yang dibangun bersama Polri harus tetap berjalan dalam semangat independensi dan keberanian menyampaikan kritik yang membangun.

> “Sinergitas bukan berarti mahasiswa kehilangan daya kritisnya. Justru melalui hubungan yang baik ini, PERMAHI ingin memastikan bahwa kritik, masukan, dan kolaborasi dapat berjalan beriringan demi mendorong penegakan hukum yang lebih profesional, terbuka, dan berkeadilan,” tegas Azhar Sidiq.

Menurutnya, hubungan baik antara mahasiswa hukum dan kepolisian perlu diarahkan pada langkah nyata yang langsung dirasakan masyarakat. Karena itu, PERMAHI mendorong adanya program bersama seperti edukasi hukum publik, diskusi kebangsaan, hingga kegiatan sosial yang mampu meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, khususnya generasi muda.

Baca Juga  EAST INDONESIA MALACA PROJECT INSTITUTE (EIMPI) Turun Demonstrasi di KPK RI Soroti Proyek Senilai Rp63 Miliar Program Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV oleh PT. Brantas Abipraya

Audiensi ini juga menjadi sinyal positif bahwa ruang dialog antara mahasiswa dan aparat penegak hukum masih terbuka luas. Dengan komunikasi yang sehat dan setara, diharapkan lahir berbagai kolaborasi yang mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi hukum di Indonesia.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih konkret dan berkelanjutan antara Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menciptakan sistem penegakan hukum yang lebih responsif, transparan, dan dekat dengan masyarakat.

Sumber: PERMAHI
Editor: Denny

Share :

Baca Juga

Uncategorized

H. Yuliansyah Terima Audiensi Pemuda Muhammadiyah Kalbar, Dorong Peran Aktif Generasi Muda

Uncategorized

Mantan Sekretaris Desa Buke Bantah Tuduhan Melakukan Pengukuran Lahan Sengketa, Tegaskan Hanya Menengahi Atas Perintah Kepala Desa

Uncategorized

Yuliansyah Hadiri Kunjungan Banggar DPR RI di Kalimantan Barat

Uncategorized

DPD GPN08 Kalbar Apresiasi Resolusi Damai PT BSL: Yogi dan Memo Mundur Sukarela Tanpa Pesangon

Uncategorized

Demonstrasi di Kejati Sultra, Presidium IAIIT Desak Pengusutan Dugaan Penyimpangan Dana Desa dan Pokir DPRD Desa Rambu-Rambu Jaya

Uncategorized

PB HMI MPO DESAK KEMENDAGRI EVALUASI DAN COPOT SEKDA KAB,KONSEL APABILA TERBUKTI MELAKUKAN PELANGGARAN KODE ETIK

Uncategorized

Menuju MTQ Kalbar: Kontingen KTIH Kota Pontianak Matangkan Persiapan, Padukan Kedalaman Ilmu Hadis dan Solusi Isu Kontemporer, siap merebut juara umum.

Uncategorized

Diduga Cacat Hukum, Penanganan Kasus Dua Karyawan PT BSL Dinilai Ada Pemaksaan oleh Oknum Penyidik dan Perusahaan