MAJALENGKA, JAWA BARAT— Peringatan Hari Wayang Nasional Tahun 2026 yang jatuh pada 7 November menjadi momentum bagi Karang Taruna Kecamatan Cigasong untuk menggerakkan generasi muda sebagai ujung tombak pelestarian warisan budaya bangsa. Ade Alia Lisda, S.T., Ketua Karang Taruna Kecamatan Cigasong Kabupaten Majalengka menyampaikan pesan bahwa wayang bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan sumber nilai luhur yang harus terus hidup di tangan pemuda.
Sebagaimana Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2018, Hari Wayang Nasional ditetapkan untuk mengenang pengakuan UNESCO pada 7 November 2003 yang menobatkan wayang sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia. Menurut Ade Alia Lisda, status tersebut menjadi amanah besar bagi pemuda untuk beraksi nyata.
Pesan Ade Alia Lisda, S.T:
“Melestarikan Wayang, Menjaga Budaya Bangsa, Merawat Jati Diri Indonesia. Semoga seni wayang tetap hidup dan lestari sebagai warisan budaya adiluhung bangsa Indonesia, yang mengajarkan nilai‑nilai luhur tentang kebaikan, keberanian, dan kebijaksanaan,” ucapnya.Ia menegaskan bahwa Karang Taruna memiliki peran strategis untuk menjembatani wayang dengan generasi muda. Melalui kegiatan kreatif, pementasan, digitalisasi, serta pembelajaran komunitas, nilai‑nilai yang terkandung dalam lakon wayang dapat tetap relevan di era modern tanpa meninggalkan jati dirinya.
“Kita sebagai pemuda bukan hanya penonton, melainkan pelaku utama. Mari kita jadikan wayang inspirasi dalam berperilaku, berjuang, dan berkarya untuk masyarakat,” tegasnya.
Ade Alia Lisda berharap seluruh Karang Taruna se‑Kabupaten Majalengka bersinergi dengan pemerintah kecamatan, komunitas budaya, dan dunia pendidikan untuk menyelenggarakan program pelestarian wayang secara berkelanjutan.
Reporter: Asep Iskandar Ketua AKPERSI DPC kab majalengka jawabarat








