Home / Artikel / Hukum

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:37 WIB

HUKUM NEGARA, AGAMA, DAN ADAT: TRIPILAR KEADILAN YANG HIDUP DI HATI BANGSA

 HUKUM NEGARA, AGAMA, DAN ADAT: TRIPILAR KEADILAN YANG HIDUP DI HATI BANGSA

MAJALENGKA, 30 Oktober 2Suaraanakkolong.co.id — Advokat D. Somantri Indra Santana, S.H., menyampaikan pandangan mendalam tentang makna hukum dan keadilan yang tidak hanya bersandar pada aturan tertulis negara, namun juga berakar pada nilai-nilai luhur agama dan kearifan budaya bangsa. Pemikiran ini disampaikan melalui akun media sosialnya dan disambut antusiasme luas oleh masyarakat.

 

 PANDANGAN HUKUM YANG BERKARAKTER

“Walaupun hukum positif adalah hukum yang berlaku di negara ini yang harus kita junjung, namun hukum positif itu bukanlah segalanya. Jauh sebelum negara ini berdiri, sudah ada hukum agama yang menjadi cahaya jiwa dan hukum adat yang berakar dalam kehidupan masyarakat kita.

Maka marilah kita tidak hanya mematuhi undang-undang negara, tetapi juga menjunjung tinggi hukum agama dan hukum adat sebagai bagian dari kebenaran yang hidup di tengah-tengah kita, agar keadilan tidak hanya ada di atas kertas, melainkan tumbuh dari hati dan akar budaya bangsa.”

— Adv. D. Somantri Indra Santana, S.H.

 

 MAKNA DAN REFLEKSI

Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa hukum pada hakikatnya lahir dari kebutuhan manusia untuk hidup adil dan bermartabat. Hukum positif negara adalah kerangka formal yang mengatur ketertiban bersama. Namun, tanpa disertai kesadaran moral yang bersumber dari ajaran agama dan nilai-nilai luhur budaya masyarakat, aturan tertulis saja belum tentu mewujudkan keadilan yang sesungguhnya.

Ketiga pilar ini saling melengkapi: hukum negara menjamin kepastian, hukum agama menuntun pada kebenaran moral, dan hukum adat menjaga kesesuaian dengan kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat. Keadilan yang sejati terwujud ketika ketiganya berjalan selaras — bukan sekadar dipatuhi karena ada sanksi, tetapi dijalani karena tumbuh dari kesadaran hati nurani bangsa.

“Hukum adalah tulang, agama adalah jiwa, dan budaya adalah dagingnya. Tanpa keduanya, keadilan hanyalah kata yang tertulis di atas kertas, namun tak terasa di hati rakyat.”

 

Reporter: Asep Iskandar
Media: Suara Anak Kolong 
—

Share :

Baca Juga

Artikel

Renungan Kehidupan Setiap Keadaan Adalah Ujian, Kebaikan Adalah Bekal Abadi 

Artikel

PKS MAJALENGKA IKUTI TRADISI MULIA: POTONG GAJI UNTUK KORBAN KARHUTLA

Artikel

REZEKI YANG BERKAH: YANG MENJADI MILIK KITA PASTI AKAN MENEMUKAN JALANNYA

Artikel

DI TENGAH BADAI KEHIDUPAN, TERUS MELANGKAH ADALAH KEKUATAN SEJATI

Artikel

Investasi Yang Berkualitas Keuntungan Melampaui Bunga BANK Dan Risiko Yang Terkendali

Artikel

Silaturahim Dengan Perantau Asal Majalengka Di Bandung Sampai Setengah Abad Merantau, Hati Tetap Di Tanah Kelahiran 

Hukum

Sidang Perdana Praperadilan atas LP mangkrak sejak tahun 2016 sampai 2026 belum mendapatkan kepastian hukum

Anak kolong

Yuliansyah Hadiri Rakernis Ditlantas Polda Kalbar, Dorong Keselamatan dan Budaya Tertib Berlalu Lintas