Home / Uncategorized

Selasa, 3 November 2026 - 18:30 WIB

BEA CUKAI ARUK DICARI WARGA: Diduga Alami Deteriorasi Teknologi, Warga Mau Berobat ke Kuching Ngaku Terintimidasi Karena Digeledah secara Manual

SAMBAS, Selasa 3/11/2026

https://suaraanakkolong.co.id

Pelayanan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas kembali menjadi sorotan publik. Bukan hanya soal dugaan intimidasi, namun juga soal kemunduran teknologi (deteriorasi) dalam sistem pemeriksaan.

DETERIORASI: KEMUNDURAN MUTU PELAYANAN

Sesuai definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang Suhu kirim, Deteriorasi adalah proses kemunduran, penurunan mutu, nilai, atau kondisi dari suatu hal menjadi semakin buruk.

Teori inilah yang diduga terjadi di instansi Bea Cukai PLBN Aruk.

Di saat bandara dan pelabuhan internasional modern sudah menggunakan metal detector, body scanner, dan X-ray yang humanis, di PLBN Aruk warga masih diduga harus menjalani penggeledahan badan manual yang terkesan mempermalukan.

Padahal, dengan adanya metal detector, masyarakat tidak perlu digeledah secara fisik hingga merasa dipermalukan. Cukup alat yang bekerja. Jika memang ada penyimpangan / alarm berbunyi, baru boleh dilakukan penggeledahan lanjutan sesuai SOP. Ini lebih bermartabat dan profesional.

Baca Juga  MEMANAS! SENGKETA TANAH ULAYAT 5.000 HEKTAR DHARMASRAYA: GUGATAN RP1,3 TRILIUN DIAJUKAN, MAFIA TANAH DIUSUT HABIS-HABISAN

Ketiadaan alat modern ini menunjukkan adanya kemunduran di bidang teknologi pada instansi Bea Cukai Aruk, di tengah kemajuan teknologi kepabeanan dunia.

KESAKSIAN MIKHAIL: MAU BEROBAT MALAH TERTEKAN

Keluhan ini diperkuat kesaksian Saudara Mikhail, warga yang hendak berobat ke Kuching, Sarawak, Malaysia.

Mikhail mengaku sudah melengkapi dokumen resmi. Namun saat pemeriksaan di Bea Cukai Aruk, ia diduga mendapat perlakuan tidak menyenangkan, ditanya dengan nada tinggi, dan harus menjalani penggeledahan yang membuatnya merasa tertekan dan dipermalukan di depan umum.

“Untuk berobat saja dipersulit dan digeledah seperti penjahat. Kalau ada metal detector kan bisa terlihat, kalau memang ada penyimpangan baru boleh digeledah. Ini kami merasa dipermalukan,” ungkap Mikhail seperti yang ditirukan warga di lokasi.

Peristiwa inilah yang memicu kemarahan warga lain di Wisma Indonesia PLBN Aruk pada malam 2 November 2026, hingga terjadi kericuhan yang harus diamankan TNI-Polri.

Baca Juga  KETUA OKK DPP AKPERSI TOBY: PENURUNAN FOTO WAPRES DI DPRD SUKABUMI ABAIKAN AMANAT RAKYAT — PEMERINTAH PUSAT DIMINTA BERTINDAK TEGAS

WARGA MINTA MODERNISASI, BUKAN INTIMIDASI

Warga perbatasan berharap, PLBN Aruk yang dibangun megah dengan anggaran negara triliunan rupiah tidak hanya megah gedungnya, tapi juga modern pelayanannya.

Mereka meminta Kanwil Bea Cukai Kalbar dan Direktorat Jenderal Bea Cukai segera melakukan audit teknologi dan etika pelayanan di Aruk.

“Jangan biarkan PLBN megah ini mengalami deteriorasi. Kami butuh pelayanan yang memanusiakan manusia, bukan yang memalukan warga sakit,” tegas salah satu warga.

Hingga berita ini diturunkan, Selasa, 3 November 2026, pihak Bea Cukai Entikong dan Kanwil Bea Cukai Kalbar belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan intimidasi dan minimnya fasilitas metal detector tersebut.

Redaksi https://suaraanakkolong.co.id masih membuka ruang hak jawab seluas-luasnya bagi pihak Bea Cukai Aruk sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999.

Tim Investigasi
Editor: Denny

Share :

Baca Juga

Uncategorized

Atlet Triathlon Kota Pontianak Raih Juara Umum di Porprov XIV Kalbar 2026, Borong 2 Emas 1 Perunggu

Uncategorized

Hari Kedua, Duathlon Porprov XIV Kalbar 2026 Pontianak Tambah Emas Lewat Maharani, Ketapang Borong 2 Medali Putra

Uncategorized

Polda Banten Tangkap 14 Tersangka Penyalahgunaan BBM Bersubsidi

Uncategorized

Diduga Kebal Hukum Galian C HTI Tampa Ijin, KDM Diminta Segera Lakukan Turun Tangan ke Lokasi

Uncategorized

Pelebaran Lapangan Deleng Desa Sukamanah, Wujud Gotong Royong dan Swadaya Masyarakat

Uncategorized

Pelebaran Lapangan Bola di Desa Sukamanah, Hasil Swadaya Masyarakat Untuk Kegiatan Upacara dan Sarana Olahraga

Uncategorized

Atlet Pontianak Pertama Raih Emas di Porprov XIV Kalbar 2026. Cabang Triathlon / Tetrathlon Sumbang 2 Medali

Organisasi/Komunitas

DIKLAT PARALEGAL ANGKATAN I: MENCETAK PARALEGAL YANG HANDAL DAN BERINTEGRITAS