JAKARTA, 7 OKTOBER 2026 — Ketua Organisasi Kekuatan Keluarga (OKK) Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI), Thofilus B. Benyamin, yang akrab disapa Toby, menyampaikan kritik tegas terkait penurunan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dari lingkungan DPRD Kota Sukabumi, Jawa Barat. Tindakan tersebut dinilai sebagai sikap politik pribadi yang mengabaikan amanat konstitusional rakyat, pasca putusan Mahkamah Konstitusi.
TINDAKAN POLITIK PRIBADI, BUKAN KEPUTUSAN LEMBAGA
Penurunan foto dilakukan oleh Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asy’ari (Fraksi PDI Perjuangan). Toby menegaskan langkah tersebut tidak mencerminkan sikap seluruh lembaga DPRD, melainkan keputusan sepihak yang bersifat pribadi.
“Menurunkan foto Wakil Presiden bukan sekadar soal gambar di dinding — ini soal penghormatan terhadap amanat rakyat yang telah dipilih secara sah. Jika ada ketidaksetujuan, salurannya adalah mekanisme hukum dan konstitusi, bukan tindakan sepihak yang merendahkan lembaga negara.”
PEMERINTAH PUSAT DIMINTA TEGUR DAN TINDAK
AKPERSI mendesak Pemerintah Pusat untuk tidak membiarkan peristiwa ini berlalu begitu saja:
✅ Tegakkan aturan dan etika — pejabat negara wajib menghormati lembaga dan pejabat yang sah
✅ Periksa dan tindak tegas — jangan biarkan sikap pribadi mengganggu kewibawaan pemerintahan
✅ Jaga keutuhan bangsa — perbedaan pandangan tidak boleh merusak rasa hormat terhadap institusi negara
“Pers berdiri mengawal kebenaran dan suara rakyat. Amanat pemilu dijunjung tinggi, tidak boleh diabaikan atas nama kepentingan kelompok atau pribadi.”
Reporter: Asep Iskandar
Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Majalengka, Jawa Barat








