Lahirnya Danantara, Pengelola Kekayaan Negara dengan Visi Besar
Indonesia kembali mencetak sejarah baru dalam dunia investasi global dengan meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara). Lembaga ini merupakan Sovereign Wealth Fund (SWF) yang bertujuan mengelola aset negara secara lebih profesional dan strategis.
Dengan total aset mencapai USD 900 miliar (Rp 14.665 triliun), Danantara kini masuk dalam jajaran SWF terbesar ke-7 di dunia, mengungguli beberapa dana investasi negara lain seperti GIC Private Limited dari Singapura yang memiliki aset USD 440 miliar (CNBC Indonesia, 2025).
Peluncuran Danantara bukan sekadar prestasi, tetapi juga menjadi strategi utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Danantara diharapkan mampu menarik lebih banyak investasi global, mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri, serta mendukung proyek-proyek strategis seperti pembangunan infrastruktur, hilirisasi industri, dan digitalisasi ekonomi serta ekonomi hijau.
Presiden Prabowo Subianto, dalam pidatonya, menegaskan bahwa Danantara adalah langkah besar menuju kemandirian ekonomi Indonesia:
“Kita harus berpikir besar, bertindak besar, dan memastikan bahwa kekayaan negara kita dikelola dengan profesionalisme tertinggi. Danantara akan menjadi instrumen utama dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia,” ujar Prabowo (Kompas, 2025).
Melanjutkan dari hadirnya Danantara, tim media berita suara anak Kolong tertarik mencoba untuk menelisik terobosan baru Indonesia berupa SWF ini melalui naratif deskriptif dengan pendekatan sumber data studi media. Selain itu, Tim Media Suara Anak Kolong juga turut mengupas tentang issue negatif yang memicu terjadinya keraguan masyarakat terkait program Danantara ini.
Apa Itu Sovereign Wealth Fund (SWF)?
Sovereign Wealth Fund (SWF) adalah dana investasi yang dimiliki dan dikelola oleh negara untuk mengoptimalkan aset strategis serta menghasilkan keuntungan jangka panjang. Sumber utama SWF berasal dari surplus anggaran, pendapatan ekspor komoditas, cadangan devisa, atau keuntungan dari perusahaan milik negara.
SWF ini biasanya digunakan untuk investasi dalam berbagai sektor seperti infrastruktur, energi, properti, hingga teknologi guna memperkuat ekonomi negara dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Negara-negara seperti Norwegia, China, dan Uni Emirat Arab telah lama mengelola SWF sebagai alat diversifikasi ekonomi (Wikipedia, 2025).
SWF biasanya berasal dari surplus anggaran, cadangan devisa, pendapatan dari sumber daya alam, atau surplus perdagangan. Dana ini digunakan untuk diinvestasikan dalam berbagai aset, termasuk saham, obligasi, properti, hingga proyek infrastruktur strategis dengan tujuan untuk:
1. Diversifikasi ekonomi – Mengurangi ketergantungan pada sektor tertentu, seperti sumber daya alam.
2. Stabilitas fiskal – Menjaga ekonomi tetap kuat dalam menghadapi ketidakpastian global.
3. Pembangunan nasional – Mendanai proyek infrastruktur dan investasi strategis tanpa membebani APBN.
4. Pengelolaan aset negara – Mengoptimalkan keuntungan dari aset negara agar terus berkembang.
Sejarah dan Perkembangan SWF di Dunia
Konsep SWF pertama kali muncul pada abad ke-20 ketika negara-negara kaya sumber daya alam ingin mengelola pendapatan mereka secara berkelanjutan. Beberapa contoh SWF terbesar di dunia saat ini:
- Norwegian Government Pension Fund ($1,4 triliun) – Berasal dari pendapatan minyak dan gas Norwegia.
- China Investment Corporation ($1,35 triliun) – Mengelola surplus cadangan devisa China.
- Abu Dhabi Investment Authority (UAE) ($993 miliar) – Berasal dari pendapatan minyak Uni Emirat Arab.
- Singapore’s GIC & Temasek Holdings ($770 miliar) – Mengelola cadangan devisa Singapura melalui investasi global.
Negara-negara ini menenerapkan SWF untuk memastikan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan tidak bergantung hanya pada satu sektor sumber ekonomi saja.
Bagaimana SWF Bekerja?
SWF mengelola dana dengan berinvestasi dalam berbagai instrumen, seperti:
1. Saham dan Obligasi – Investasi di perusahaan multinasional atau obligasi pemerintah.
2. Infrastruktur – Mendanai proyek jalan tol, bandara, pelabuhan, energi, dan lainnya.
3. Properti – Membeli aset real estate di kota-kota besar di seluruh dunia.
4. Investasi Langsung – Menanam modal di perusahaan strategis atau startup yang berpotensi tinggi.
Keuntungan yang dihasilkan dari investasi ini kemudian dikembalikan ke negara untuk mendukung kebijakan ekonomi atau digunakan sebagai cadangan keuangan negara di masa depan.
SWF di Indonesia: Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara)
Indonesia meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 24 Februari 2025. Peresmian ini menandai peluncuran resmi Danantara sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia.
SWF Danantara bertujuan untuk menarik investasi global dan mengembangkan sektor infrastruktur serta industri strategis. Danantara didirikan berdasarkan UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan dikelola oleh Lembaga Pengelola Investasi (LPI).
Danantara memiliki beberapa keunggulan:
- Memiliki aset awal yang besar dengan target mencapai Rp14.000 triliun dalam beberapa tahun.
- Menawarkan skema investasi yang transparan dan kompetitif untuk menarik mitra global.
- Berfokus pada sektor prioritas seperti infrastruktur, manufaktur, teknologi, dan Ekonomi hijau.
Danantara dalam Peringkat SWF Dunia
Dengan total aset USD 900 miliar, Danantara kini menempati peringkat ke-7 dalam daftar Sovereign Wealth Fund (SWF) terbesar di dunia. Berikut adalah 10 besar SWF global berdasarkan nilai aset:
1. Norway Government Pension Fund Global – USD 1,73 triliun
2. China Investment Corporation – USD 1,2 triliun
3. Abu Dhabi Investment Authority – USD 940 miliar
4. Kuwait Investment Authority – USD 700 miliar
5. Hong Kong Monetary Authority Investment Portfolio – USD 580 miliar
6. GIC Private Limited (Singapura) – USD 440 miliar
7. Danantara (Indonesia) – USD 900 miliar
8. Public Investment Fund (Arab Saudi) – USD 700 miliar
9. Qatar Investment Authority – USD 475 miliar
10. Temasek Holdings (Singapura) – USD 300 miliar (CNBC Indonesia, 2025).

Dengan peringkat ini, Danantara menjadikan Indonesia sebagai kekuatan baru dalam investasi global.
Tanggapan Positif dari Tokoh Publik dan Akademisi
Peluncuran Danantara mendapat apresiasi luas dari akademisi, ekonom, dan tokoh publik yang melihatnya sebagai langkah besar bagi ekonomi nasional.
Prof. Dr. M. Chatib Basri (Ekonom, Mantan Menteri Keuangan RI)
“Danantara memiliki potensi besar untuk menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jika dikelola dengan tata kelola yang baik dan transparan, ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri dan menarik investasi global ke sektor-sektor produktif.”
Dr. Sri Mulyani Indrawati (Ekonom, Mantan Menteri Keuangan RI)
“Indonesia sudah saatnya memiliki instrumen keuangan yang kuat untuk mengelola kekayaan negara secara strategis. Danantara berpotensi menjadi sumber pendanaan jangka panjang bagi proyek infrastruktur dan industri berkelanjutan.”
Bahlil Lahadalia (Menteri Investasi/Kepala BKPM)
“Danantara menjadi bukti bahwa Indonesia siap bersaing dalam ekosistem investasi global. Ini adalah magnet bagi investor asing dan juga peluang besar bagi pengusaha dalam negeri untuk bermitra dengan modal besar.”
Respons dan Harapan Masyarakat
Meski kehadiran Danantara membawa optimisme besar, masyarakat juga menginginkan tata kelola yang transparan, manfaat yang inklusif, dan keseimbangan investasi domestik serta asing.
1. Tata Kelola dan Transparansi
Beberapa pihak menyoroti pentingnya pengelolaan yang transparan untuk menghindari potensi penyalahgunaan dana.
Solusi: Pemerintah telah menyiapkan mekanisme audit independen serta laporan keuangan terbuka untuk publik.
2. Manfaat bagi Masyarakat Luas
Ada harapan agar Danantara tidak hanya menguntungkan investor besar, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan rakyat.
Solusi: Danantara akan fokus pada investasi di sektor strategis seperti infrastruktur, energi hijau, dan UMKM.
3. Keseimbangan Investasi Domestik dan Asing
Beberapa pihak khawatir mengenai potensi dominasi modal asing dalam proyek strategis nasional.
Solusi: Pemerintah memastikan bahwa kepemilikan aset strategis tetap berada di tangan Indonesia.
Regulasi dan Pengawasan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara)
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi diresmikan pada 24 Februari 2025 sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia. Pembentukan Danantara bertujuan untuk mengoptimalkan aset negara, menarik investasi asing, dan mempercepat pembangunan ekonomi nasional. Namun, keberhasilan lembaga ini sangat bergantung pada regulasi yang mengaturnya serta mekanisme pengawasan yang diterapkan.
Regulasi dan Dasar Hukum Danantara
Danantara beroperasi berdasarkan berbagai regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah guna memastikan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Beberapa regulasi utama yang menjadi dasar operasionalnya meliputi:
1. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
- Mengatur peran, fungsi, dan pengelolaan BUMN, termasuk kemungkinan pengalihan aset strategis ke dalam pengelolaan Danantara.
- Memastikan bahwa Danantara tetap memiliki mekanisme pengawasan yang jelas meskipun bersifat independen.
Sumber: (Pontianak Post)
2. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola Danantara
- Menyediakan pedoman tentang struktur organisasi, kewenangan, dan mekanisme operasional SWF ini.
- Menjamin prinsip good governance dalam pengelolaan investasi dan aset negara.
Sumber: (Pontianak Post)
3. Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2021
- Menetapkan prinsip umum dalam pembentukan dan operasional SWF di Indonesia.
- Mengatur tentang bagaimana investasi asing dapat masuk dan dikelola oleh Danantara.
Selain itu, Danantara juga berkomitmen untuk mematuhi Prinsip Santiago, yaitu seperangkat pedoman sukarela yang digunakan oleh SWF global untuk meningkatkan tata kelola, akuntabilitas, dan transparansi. Prinsip ini diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan dana dan memastikan bahwa investasi dilakukan secara bertanggung jawab.
Sumber: (Kompasiana)
Pengawasan dan Audit: Peran BPK dan KPK
Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama publik adalah mekanisme pengawasan Danantara. Sejumlah pertanyaan muncul terkait sejauh mana Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memiliki kewenangan dalam mengaudit dan mengawasi lembaga ini.
1. Peran BPK dalam Audit Danantara
BPK memiliki kewenangan konstitusional untuk memeriksa pengelolaan keuangan negara. Namun, dalam konteks Danantara, BPK dapat melakukan audit hanya jika ada permintaan resmi dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keterbatasan pengawasan rutin terhadap operasional Danantara.
Beberapa pengamat menilai bahwa pembatasan akses BPK dalam mengaudit Danantara berpotensi menimbulkan risiko governance, terutama dalam hal transparansi penggunaan dana dan aset negara.
Sumber: (Tempo)
2. Peran KPK dalam Pengawasan Danantara
KPK memiliki mandat untuk mencegah dan memberantas korupsi di Indonesia. Namun, status hukum Danantara saat ini membuat KPK tidak memiliki kewenangan langsung untuk mengaudit lembaga ini, kecuali jika terdapat indikasi korupsi yang melibatkan pejabat negara atau instansi pemerintah yang terkait dengan Danantara.
Meskipun demikian, jika ada laporan dugaan korupsi, KPK tetap dapat melakukan penyelidikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Namun, keterbatasan akses awal dalam pengawasan bisa menjadi tantangan bagi upaya pencegahan korupsi dalam pengelolaan SWF ini. Sumber: (FNN)
Tanggapan Pihak Danantara
Untuk menjawab berbagai kekhawatiran terkait pengawasan, pihak Danantara menegaskan komitmen mereka terhadap transparansi dan akuntabilitas. Beberapa langkah yang akan dilakukan meliputi:
1. Memperkuat fungsi audit internal dengan melibatkan auditor independen guna memastikan tata kelola yang baik.
2. Berkolaborasi dengan lembaga pengawas seperti BPK, KPK, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membangun mekanisme kontrol yang lebih transparan.
3. Membuka akses informasi publik mengenai investasi dan pengelolaan aset negara agar masyarakat dapat ikut mengawasi.
Manajemen Danantara menyatakan bahwa penguatan regulasi dan pengawasan internal menjadi prioritas utama untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan keberhasilan jangka panjang lembaga ini.
Sumber: (Metro TV)
Kekhawatiran Masyarakat dan Pengamat
Beberapa kelompok masyarakat dan akademisi menilai bahwa keterbatasan akses BPK dan KPK terhadap Danantara dapat melemahkan transparansi dan akuntabilitas.
Lembaga seperti Indonesian Corruption Watch (ICW) juga menilai bahwa mekanisme pengawasan yang lebih kuat harus segera diterapkan untuk mencegah risiko penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan SWF ini.
Sumber: (Tempo)
Meskipun Danantara memiliki dasar hukum yang kuat dan potensi besar dalam menarik investasi, tantangan utama yang harus diatasi adalah penguatan mekanisme pengawasan dan transparansi yang kedepannya, diperlukan:
- Regulasi tambahan yang memberikan kewenangan lebih besar bagi BPK dan KPK dalam mengaudit dan mengawasi Danantara.
- Peningkatan kapasitas audit internal agar Danantara tetap akuntabel.
- Keterlibatan DPR dan masyarakat dalam memantau operasional Danantara untuk memastikan bahwa pengelolaan aset negara berjalan dengan baik.
Sebagai Sovereign Wealth Fund terbesar ke-7 di dunia, keberhasilan Danantara akan sangat bergantung pada seberapa efektif sistem pengawasan yang diterapkan. Jika dikelola dengan baik, Danantara bisa menjadi pilar ekonomi nasional yang mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.
Kesimpulan
Dengan total aset USD 900 miliar, Danantara kini menjadi salah satu SWF terbesar di dunia. Langkah ini tidak hanya menempatkan Indonesia di peta investasi global, tetapi juga membuka peluang baru dalam pertumbuhan ekonomi nasional.
Jika dikelola dengan profesional dan transparan, Danantara berpotensi menjadi instrumen utama dalam mencapai kemandirian ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
“Kita tidak boleh takut bermimpi besar. Dengan kerja keras dan tata kelola yang baik, Danantara akan menjadi kebanggaan bangsa dan motor utama kemajuan ekonomi Indonesia,” tutup Prabowo.
Sovereign Wealth Fund (SWF) adalah instrumen keuangan penting bagi negara untuk mengelola kekayaan dan memastikan pembangunan ekonomi jangka panjang. Jika dikelola dengan baik, SWF dapat menjadi sumber pendanaan yang kuat untuk pembangunan nasional tanpa harus mengandalkan utang.
Dengan kehadiran Danantara, Indonesia berharap dapat meningkatkan daya saing ekonomi global dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan. Namun, pengawasan dan tata kelola yang transparan sangat diperlukan agar SWF ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat dan ekonomi nasional.
Penulis: Tim Media Berita Suara Anak Kolong
Sumber Referensi :
- Indonesia. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
- Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola Danantara.
- Indonesia. Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2021 tentang Pembentukan Sovereign Wealth Fund di Indonesia.
- Wikipedia. (2025). Sovereign Wealth Fund – Danantara. Wikipedia. Diakses dari https://en.wikipedia.org/wiki/Danantara
- Tempo. (2025). Danantara Tak Bisa Diaudit KPK dan BPK? Ini Penjelasan Prabowo. Diakses dari https://www.tempo.co/hukum/danantara-tak-bisa-diaudit-kpk-dan-bpk-ini-penjelasan-prabowo-1211510
- Kompas. (2025). Bagaimana Pemerintah Memastikan Danantara Bebas dari Penyimpangan. Diakses dari https://nasional.kompas.com/read/2025/02/25/06501281/bagaimana-pemerintah-memastikan-danantara-bebas-dari-penyimpangan?page=all
- Antaranews. (2025). KPK Terbuka untuk Koordinasi Pencegahan Korupsi di BPI Danantara. Diakses dari https://bali.antaranews.com/berita/371289/kpk-terbuka-untuk-koordinasi-pencegahan-korupsi-di-bpi-danantara
- Kompas.id. (2025). Danantara dan Manajemen Risiko. Diakses dari https://www.kompas.id/artikel/danantara-dan-manajemen-risiko
- Indonesia.go.id. (2025). Presiden Prabowo Teken Aturan dan Keppres untuk BPI Danantara. Diakses dari https://indonesia.go.id/kategori/ekonomi-bisnis/9023/presiden-prabowo-teken-aturan-dan-keppres-untuk-bpi-danantara
- Reuters. (2025). Indonesia Government Gets Approval for Temasek-like Investment Agency. Diakses dari https://www.reuters.com/markets/asia/indonesia-parliament-vote-creation-temasek-like-investment-arm-2025-02-04/
- CNBC Indonesia. (2025). Danantara Resmi Jadi SWF Terbesar ke-7 di Dunia. CNBC Indonesia. 24 Februari 2025.
- Kompas. (2025). Prabowo Yakin Danantara Jadi SWF Terbesar di Dunia. Kompas. 24 Februari 2025.
- Reuters. (2025). Indonesia’s New Sovereign Fund Will Run with Commercial Mindset, Official Says. Reuters. 28 Februari 2025.
- Financial Times. (2025). Global SWF Governance and Transparency Issues. Financial Times. 2025.
- Detik Finance. (2025). Chatib Basri: Danantara Bisa Jadi Solusi Mengurangi Utang RI. Detik Finance. 27 Februari 2025.
- Tempo. (2025). Rhenald Kasali: Danantara Adalah Game Changer bagi Ekonomi Indonesia. Tempo. 26 Februari 2025.
- Bloomberg. (2025). Indonesia’s Sovereign Fund Seeks $200 Billion in Assets.
- The Straits Times. (2025). Why Indonesia’s SWF Matters to Southeast Asia.
- World Bank. (2025). Sovereign Wealth Fund Governance.









