PONTIANAK – Menjadi wakil rakyat bukan sekadar hadir di ruang sidang, tetapi juga hadir mendengar suara masyarakat, memahami persoalan di lapangan, dan memastikan setiap aspirasi memiliki jalan untuk diperjuangkan.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Penyerapan Aspirasi Masyarakat (ASMAS) MPR RI yang dihadiri H. Yuliansyah, S.E., Anggota DPR/MPR RI Komisi V, di Aula Gedung Serbaguna Kota Pontianak, Sabtu, 20 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat untuk menyampaikan berbagai kebutuhan, persoalan, serta harapan terhadap pembangunan di Kalimantan Barat.
Dalam pertemuan tersebut, Yuliansyah menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya dilihat dari seberapa banyak proyek yang dibangun, tetapi dari seberapa besar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Infrastruktur bukan hanya tentang jalan, jembatan, rumah atau fasilitas transportasi. Infrastruktur harus menjadi jalan menuju kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kalau pembangunan hadir, maka ekonomi harus bergerak, akses masyarakat harus semakin mudah, dan kesejahteraan harus meningkat,” tegas Yuliansyah.
Sebagai anggota Komisi V DPR RI, Yuliansyah memiliki perhatian besar terhadap sektor infrastruktur, perhubungan, perumahan rakyat, serta berbagai kebutuhan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.
Menurutnya, Kalimantan Barat memiliki potensi ekonomi yang besar. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan konektivitas dan infrastruktur yang memadai agar mampu berkembang secara optimal.
Mulai dari akses jalan, jembatan, transportasi, perumahan layak, konektivitas antarkawasan hingga infrastruktur pendukung aktivitas ekonomi masyarakat, seluruhnya harus dibangun dengan mempertimbangkan kebutuhan nyata di lapangan.
Aspirasi Rakyat Harus Berujung pada Perjuangan
Yuliansyah menekankan bahwa kegiatan penyerapan aspirasi bukanlah kegiatan seremonial.
Baginya, setiap keluhan dan harapan masyarakat yang disampaikan dalam forum tersebut merupakan amanah yang harus dicatat, dikawal, dan diperjuangkan sesuai kewenangan yang dimiliki.
“Saya datang bukan hanya untuk mendengar. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat akan kita catat, kita komunikasikan, dan kita perjuangkan melalui jalur yang menjadi kewenangan kami di DPR RI. Karena suara rakyat tidak boleh berhenti di ruangan ini,” ujarnya.»
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan persoalan secara terbuka dan konstruktif. Menurutnya, pembangunan yang tepat sasaran hanya dapat diwujudkan apabila pemerintah dan wakil rakyat memperoleh gambaran yang nyata mengenai kondisi masyarakat.
Dari Pontianak untuk Kalimantan Barat
Forum tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara masyarakat dan wakilnya di parlemen.
Yuliansyah menyampaikan bahwa pembangunan Kalimantan Barat membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR RI, DPRD, serta seluruh elemen masyarakat.
Tidak semua persoalan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Namun, menurutnya, setiap persoalan harus memiliki keberanian untuk diperjuangkan dan setiap aspirasi harus memiliki kepastian untuk ditindaklanjuti.
“Kita mungkin tidak bisa menyelesaikan semuanya dalam satu hari. Tetapi kita bisa memulai dari satu persoalan, satu kebutuhan, dan satu langkah nyata. Yang penting masyarakat tahu bahwa ada yang mendengar dan ada yang memperjuangkan,” ungkapnya.»
Kegiatan ASMAS tersebut menjadi pengingat bahwa pembangunan pada akhirnya bukan tentang angka-angka dalam dokumen anggaran, melainkan tentang jalan yang bisa dilalui anak sekolah, rumah yang layak ditempati keluarga, transportasi yang aman, akses ekonomi yang terbuka, serta kehidupan masyarakat yang semakin sejahtera.
Dari Pontianak, Yuliansyah kembali menegaskan komitmennya untuk membawa suara masyarakat Kalimantan Barat ke tingkat nasional.
Karena bagi seorang wakil rakyat, perjuangan tidak berhenti ketika aspirasi disampaikan. Perjuangan baru dimulai ketika suara rakyat dibawa ke meja kebijakan dan diperjuangkan menjadi kenyataan.
Penulis : Farhan
Editor : Deny








