Pontianak, Senin 7 September 2026 suaraanakkolong.co.id
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I, Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, melaksanakan kegiatan kolaborasi pengolahan lahan gambut, menggunakan teknologi Bios 44 sebagai bagian dari upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kegiatan yang dilaksanakan di Pontianak, Senin (7/9/2026), merupakan bentuk sinergi lintas sektor dalam mendorong pengelolaan lahan gambut yang lebih baik, sekaligus mendukung upaya pencegahan Karhutla melalui pendekatan teknologi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Pangkogabwilhan I bersama jajaran BRGM Pemprov Kalbar meninjau serta melaksanakan pengolahan lahan gambut dengan menggunakan Bios 44. Pendekatan ini diarahkan untuk membantu memperbaiki kondisi tanah, mendukung pengelolaan lahan secara berkelanjutan, dan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap metode pembukaan lahan dengan cara membakar.
Pengolahan lahan tanpa membakar menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah terjadinya Karhutla. Selain berpotensi menimbulkan penyebaran api, pembakaran lahan juga dapat menyebabkan kerusakan ekosistem gambut, pencemaran udara, serta mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, TNI bersama BRGM Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berupaya memperkuat edukasi dan pendampingan kepada masyarakat agar pengelolaan lahan dapat dilakukan dengan cara yang lebih aman, ramah lingkungan, dan tetap mendukung kebutuhan pertanian.
Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo menegaskan bahwa penanggulangan Karhutla tidak cukup hanya dilakukan melalui pemadaman ketika api telah muncul, tetapi juga harus diperkuat dengan langkah-langkah pencegahan, termasuk pengelolaan lahan gambut secara tepat.
“Pencegahan Karhutla harus dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya melalui pemadaman api, tetapi juga dengan mengedepankan pengelolaan lahan yang baik, pemanfaatan teknologi, serta membantu masyarakat agar dapat mengolah lahan tanpa membakar,” ujar.
Pangkogabwilhan I.
Letjen TNI Kunto Arief Wibowo menambahkan, sinergi antara TNI, BRGM, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan masyarakat merupakan kunci dalam membangun kesadaran serta meningkatkan kemampuan pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga kelestarian ekosistem gambut, mengurangi risiko Karhutla, serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman dan sehat bagi masyarakat
Kalimantan Barat.
Pencegahan Karhutla bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi juga tentang menjaga lahan, melindungi masyarakat, dan membangun budaya pengelolaan lahan tanpa membakar.
Sumber: Humas Pangkogabwilhan I
Editor: Denny








