100 Hari Kerja Dipertanyakan, Ria Norsan Sambut Mahasiswa dengan Dialog Terbuka

SUARAANAKKOLONG.CO.ID Pontianak Senin, 2 Juni 2025 – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menunjukkan sikap terbuka dan responsif terhadap kritik publik. Hal ini tampak saat sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar) menggelar aksi damai di halaman Kantor Gubernur Kalbar, Senin (2/6). Aksi tersebut bertujuan untuk mengevaluasi capaian 100 hari pertama kepemimpinan Ria Norsan di periode 2025–2030.

Alih-alih menerima mahasiswa secara formal, Ria Norsan memilih turun langsung ke halaman dan mengajak para demonstran berdialog secara lesehan. Langkah ini menciptakan suasana yang egaliter dan menunjukkan komitmennya terhadap prinsip pemerintahan yang terbuka.

“Ini pengingat bagi kami untuk terus bekerja lebih baik,” ujar Norsan dalam dialog tersebut. Ia menyampaikan bahwa program 100 hari kerja bukanlah pencapaian akhir, melainkan landasan awal bagi pembangunan jangka panjang di Kalimantan Barat.

Baca Juga  Wagub Kalbar Tegaskan Tak Ada Toleransi untuk Pelaku Asusila di Dunia Pendidikan

Dalam dialog yang berlangsung hangat, para mahasiswa menyampaikan harapan agar pemerintah Kalbar terus menjunjung transparansi dan melibatkan publik dalam pengambilan keputusan. Menanggapi hal itu, Norsan menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat, termasuk mahasiswa, adalah bagian penting dari proses demokrasi.

“Saya bangga dengan mahasiswa yang terus kritis dan hadir mengawal pembangunan. Ini semangat yang harus kita jaga bersama,” katanya.

Koordinator Aksi, Shultan Daulad, menyampaikan apresiasi atas cara Gubernur Norsan menyambut massa aksi. “Kami harap sikap seperti ini tetap dijaga ke depan. Kami datang untuk berdialog, dan ini kami anggap sebagai langkah maju,” ujarnya.

Baca Juga  Penutupan Bulan Maria, Polsek Menyuke Lakukan Pengamanan Ibadah Misa di Gua Maria Bandol

Dalam kesempatan itu, Norsan juga memaparkan beberapa pencapaian utama dalam 100 hari pertamanya, termasuk penguatan layanan dasar, percepatan infrastruktur, serta reformasi birokrasi di tingkat provinsi.

Aksi yang diawali dengan orasi kritis, berakhir dengan semangat kolaboratif antara mahasiswa dan pemerintah. Ini menandai awal positif bagi proses pengawasan publik yang konstruktif di Kalimantan Barat.


Media Suara Anak Kolong
Sumber/Penulis: Tim Liputan
Editor: Amarizar.MD
Red. Denny Purwanto

Share :

Baca Juga

Anak kolong

East Indonesia Malacca Project Institute Akan Laporkan PT Brantas dan CV Project Lima Belas ke Kejati Sultra Terkait Dugaan Proyek Irigasi APBN Rp600 Juta di Desa Puroe Konsel

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak
GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat

Anak kolong

GAPASDAP Tolak Surat Edaran Ditjen Hubla Tentang SPB

Anak kolong

Ketua Gerindra Kalbar H. Yuliansyah Apresiasi Konsistensi PPP di Usia Emas ke-53
*HUT LVRI ke-69: H. Yuliansyah, S.E. Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Juang bagi Generasi Milenial** *

Anak kolong

HUT LVRI ke-69: H. Yuliansyah, S.E. Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Juang bagi Generasi Milenial