Perayaan Paskah Inkulturasi Bahasa Jawa di Gereja Gembala Baik Pontianak: Wujud Kebhinekaan dalam Iman

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARAANAKKOLONG.CO.ID Pontianak, 01 Mei 2025 – Dalam semangat merayakan kebangkitan Kristus dan memperkaya khazanah budaya dalam kehidupan iman, masyarakat Jawa Katolik se-Dekanat Pontianak Raya menggelar Perayaan Paskah Inkulturasi di Gereja Katolik Paroki Gembala Baik Pontianak pada Kamis, 1 Mei 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan dengan penuh khidmat ini melibatkan umat dari berbagai wilayah Dekanat Pontianak Raya. Liturgi Misa Paskah dipersembahkan dalam Bahasa Jawa, disertai musik gamelan, busana adat, serta tata perayaan yang mencerminkan semangat lokalitas dalam Gereja Katolik.

Yang istimewa, perayaan ini dihadiri langsung oleh Uskup Keuskupan Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi, yang turut memimpin misa. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan nyata atas pentingnya inkulturasi budaya sebagai bagian dari pewartaan Gereja di tengah keberagaman umat.

Baca Juga  Menteri BP2MI Kunjungi Kalbar, Dorong Kolaborasi Tangani TPPO dan Perkuat Perlindungan Pekerja Migran
Budi Susanto – Ketua Panitia (Kiri, Depan, pakaian hitam)

Budi Susanto, Ketua Panitia sekaligus tokoh Paroki Gembala Baik, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda tahunan masyarakat Jawa Katolik di Pontianak Raya, bukan hanya sekadar kegiatan paroki.

“Paskah bukan hanya momen kebangkitan spiritual, tetapi juga menjadi ajang untuk merayakan kekayaan budaya dan kebhinekaan. Melalui inkulturasi Bahasa Jawa, kita menyampaikan bahwa iman Katolik bisa tumbuh dalam berbagai ekspresi budaya,” jelasnya.

Menurut Budi, kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat tali persaudaraan umat Jawa Katolik, sekaligus mewariskan kecintaan terhadap budaya leluhur kepada generasi muda.

“Inkulturasi adalah jembatan antara iman dan budaya. Kita ingin Gereja tetap hidup di tengah konteks lokal,” tambahnya.

Baca Juga  Polsek Tekarang Gelar Bakti Religi dan Salurkan Bansos Sambut Hari Bhayangkara ke-79

Suasana misa yang diiringi gamelan, lagu-lagu rohani dalam Bahasa Jawa, serta nuansa pakaian adat, memperkaya makna spiritual umat. Acara ini juga dimeriahkan oleh penampilan sinden Jawa, serta sajian makanan khas Jawa seperti pecel, gudeg, dan gethuk yang dibagikan kepada seluruh umat dan tamu undangan.


Perayaan ini mendapat sambutan positif dari umat lintas budaya dan tokoh masyarakat yang hadir. Semangat kebersamaan, kekayaan budaya, dan perayaan iman dalam keberagaman menjadi pesan kuat dari kegiatan ini.

Media Suara Anak Kolong
Rep. Muhammad Dhanas Amarizar
Editor: Amarizar.MD
Red.: Sri Sundari

Share :

Baca Juga

Anak kolong

East Indonesia Malacca Project Institute Akan Laporkan PT Brantas dan CV Project Lima Belas ke Kejati Sultra Terkait Dugaan Proyek Irigasi APBN Rp600 Juta di Desa Puroe Konsel

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak
GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat

Anak kolong

GAPASDAP Tolak Surat Edaran Ditjen Hubla Tentang SPB

Anak kolong

Ketua Gerindra Kalbar H. Yuliansyah Apresiasi Konsistensi PPP di Usia Emas ke-53
*HUT LVRI ke-69: H. Yuliansyah, S.E. Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Juang bagi Generasi Milenial** *

Anak kolong

HUT LVRI ke-69: H. Yuliansyah, S.E. Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Juang bagi Generasi Milenial