Home / Mempawah / Pendidikan

Kamis, 16 Oktober 2025 - 10:04 WIB

Pelajar SMKN 1 Mempawah Hilir Jurusan DKV Kunjungi RRI Pontianak dan Museum Kalbar

Pontianak, 15 Oktober 2025 – Sekitar 100 pelajar dari Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) SMKN 1 Mempawah Hilir melaksanakan kegiatan outing class ke Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) Pontianak dan Museum Kalimantan Barat, Rabu (15/10/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Program Studi DKV, Ernida, S.H.

Dalam kunjungan ke RRI Pontianak, para pelajar mendapatkan kesempatan istimewa untuk melihat secara langsung proses produksi konten siaran dan pemberitaan di berbagai studio RRI. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengunjungi Studio Programa 1, 2, dan 4, serta Ruang Redaksi RRI Pontianak.

Ketua Tim Penyiaran RRI Pontianak, Subkhi Kurnia Santosa, turut memberikan penjelasan kepada guru dan siswa mengenai tata cara editing audio dan pengoperasian Content Management System (CMS) yang digunakan dalam proses penyiaran. Selain itu, para siswa juga mendapat arahan dari Koordinator Liputan RRI tentang alur kerja redaksi dan produksi siaran berita.

Baca Juga  Ikrar Netralitas ASN di Rutan Mempawah, Tunjukkan Komitmen pada Pilkada 2024

Salah satu pelajar, Rio, mengungkapkan antusiasmenya setelah mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya bisa menganalisis bagaimana cara kerja RRI, cara penyiarannya, medianya, dan programnya. Ternyata RRI sekarang tidak hanya fokus di radio FM, tapi juga merambah ke konten audio visual, video, dan portal media online,” ujar Rio.

Menurut Rio, transformasi digital yang dilakukan RRI menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berinovasi dalam bidang media dan komunikasi visual.

Usai kegiatan di RRI Pontianak, rombongan pelajar SMKN 1 Mempawah Hilir melanjutkan kunjungan ke Museum Kalimantan Barat. Di sana, mereka belajar mengenai sejarah dan budaya daerah sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (studi tour).

Kepala Program Studi DKV, Ernida, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa agar memahami dunia kerja secara langsung, terutama dalam bidang desain, media, dan komunikasi.

Baca Juga  Ketum HMI Mempawah Soroti APBD 2025: Rp 20 Miliar untuk Pakaian Dinas DPRD Dinilai Pemborosan

“Kami ingin siswa tidak hanya belajar di kelas, tapi juga melihat praktik profesional di lapangan. Dengan begitu, mereka bisa mengaitkan teori dengan kenyataan dunia industri,” ujar Ernida.

Kegiatan outing class ini menjadi salah satu langkah nyata SMKN 1 Mempawah Hilir dalam menyiapkan lulusan yang kreatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia industri kreatif dan digital.

Penulis   : Denny Purwanto, S.Sos

Layanan Aduan dan Hak Jawab
Alamat: Jl. Pangeran Natakusuma Gg. Bambu No.10, Sungai Bangkong, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113
📧 Email: suaraanakkolong.co.id@gmail.com
📱 WhatsApp Admin Office: +62 895-2372-9167
📱 WhatsApp Tim Redaksi: +62 812-5673-5176

Media Sosial Resmi Suara Anak Kolong
📘 Facebook: @suaraanakkolong.co.id
📸 Instagram: @suaraanakkolong.co.id
🎵 TikTok: @suaraanakkolong.co.id
🐦 Twitter (X): @suaraanakkolong
▶️ YouTube: Suara Anak Kolong Channel
🌐 Website: www.suaraanakkolong.co.id

 

Share :

Baca Juga

Oleh: Nabilah Syakib Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah

Anak kolong

Strategi Peningkatan Daya Saing Lulusan SMK di Dunia Kerja

Anak kolong

H.Yuliansyah, S.E Tinjau Abrasi Pantai di Pesisir Kabupaten Mempawah

KOMBIS

Turnamen Bola Voli , dalam rangka HUT ke 80 Korp Marinir

Pendidikan

Dies Natalis Widya Darma Pontianak, mencetak SDM yang Handal

Jungkat

Kenapa Pembangunan PLTU 1 Kalbar tidak dilanjutkan di era Pemerintahan Jokowi…? Ini alasannya

Hukum

Mantan Dirut PLN dan Direksi PT. BRN ditetapkan sebagai Tersangka Proyek PLTU Kalimantan Barat I

Jungkat

Proyek PLTU Jungkat dibangun 18 tahun lalu, kini jadi barang rongsokan, Kenapa baru sekarang ribot-ribot. Ada apa..?

Hukum

Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kalimantan Barat melalui Bidang Otonomi Daerah dan Demokrasi merespon kasus dugaan korupsi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 1 di Kalimantan Barat (Kalbar).