SUARAANAKKOLONG.CO.ID Jakarta, 23 April 2025 – Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik (FKP) hari kedua pada Kamis (22/4/2025) di Orchardz Hotel Jayakarta, Jakarta Pusat. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen nyata Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam memperkuat integritas, transparansi, dan akuntabilitas institusi, serta memperluas ruang partisipasi publik melalui Survei Persepsi Integritas (SPI).
Acara ini dihadiri puluhan perwakilan unit strategis Polri, seperti auditor madya, Birowassidik Bareskrim, Divpropam, serta operator pengawasan dari daerah. Forum mengangkat dua agenda utama, yakni evaluasi hasil SPI 2024 dan penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi digital terbaru.
Dalam sesi pemaparan, Fachruddin Putra, M.M., selaku Ahli Madya SPI dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, menyampaikan bahwa indeks integritas Polri tahun 2024 mencapai 70,99 yang masih berada dalam kategori rentan. Ia menilai bahwa hal tersebut disebabkan oleh lemahnya sistem pencegahan korupsi di posisi strategis serta kurang optimalnya program anti-korupsi internal. Meski begitu, kenaikan skor dari responden eksternal menjadi indikator positif bahwa layanan Polri mulai dirasakan lebih transparan oleh masyarakat.
“SPI bukan sekadar angka, melainkan peta jalan untuk memperbaiki tata kelola institusi secara holistik,” ujar Fachruddin. Ia menambahkan, Itwasum Polri telah menyiapkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) SPI 2024 dan menargetkan peningkatan indeks menjadi 74,52 pada tahun 2025.
Sementara itu, Yono Maulana memaparkan fitur terbaru dalam aplikasi E-Audit dan Dumas Presisi. Inovasi ini diklaim dapat meningkatkan akurasi pengawasan serta merespons pengaduan masyarakat secara lebih cepat. Ia juga menyebut adanya integrasi teknologi Artificial Intelligence (AI) serta sistem autentikasi dua faktor (2FA) sebagai upaya menjamin keamanan data dan proses yang transparan.
Kapolri melalui Itwasum Polri juga menginstruksikan seluruh jajaran untuk mendukung penuh pengumpulan data responden SPI 2025 dari internal maupun eksternal. Langkah ini dianggap sebagai upaya strategis untuk mewujudkan institusi kepolisian yang lebih terbuka, akuntabel, dan responsif terhadap aspirasi publik.
“Kami menyadari tantangan ke depan, tetapi komitmen Polri untuk bertransformasi tidak akan surut. SPI dan inovasi teknologi pengawasan menjadi fondasi kami menuju institusi yang lebih adaptif dan profesional,” tutup perwakilan Itwasum.
Media Suara Anak Kolong
Sumber/Penulis: Tim Liputan
Editor: Amarizar.MD
Red. Denny Purwanto









