Home / Aceh / Hukum / Nasional / Pendidikan / SUARAANAKKOLONG.CO.ID / Wawasan

Selasa, 6 Mei 2025 - 03:26 WIB

Nourman Desak Pembinaan Militer bagi Tiktoker ‘Mentel’ di Aceh: “Kita Sedang Menggali Kubur Peradaban Sendiri”

SUARAANAKKOLONG.CO.ID, BANDA ACEH – Pengacara senior Aceh, Nourman Hidayat, melontarkan peringatan keras terhadap maraknya konten-konten Tiktok yang dianggap merusak moral generasi muda Aceh. Fenomena remaja laki-laki yang tampil feminin dan bergaya “mentel” demi konten viral disebutnya sebagai “penyakit sosial” yang menggerogoti identitas budaya dan moral daerah.

Dalam pernyataan tegasnya, Nourman meminta langsung kepada Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar, serta mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf alias Mualem, untuk turun tangan menyelamatkan arah generasi Aceh.

“Kalau Mualem masih merasa pemimpin bangsa pejuang, ini saatnya bertindak. Bukan cuma seremoni, tapi realisasi. Bangun barak pendidikan karakter. Bentuk ulang anak-anak muda kita sebelum Aceh kehilangan jati dirinya,” tegas Nourman, Minggu (5/5/2025) di Banda Aceh.

Baca Juga  Kapolda Kalbar Mempimpin Syukuran HUT Satuan Pengamanan (Satpam) Ke-44 Tahun 2024

Ia menilai sikap permisif pemerintah serta lunturnya wibawa orang tua sebagai penyebab utama maraknya perilaku menyimpang di media sosial. “Ini bukan soal gaya, ini soal masa depan. Aceh sedang diracuni arus globalisasi tanpa filter. Pemerintah terlalu lunak, sementara Mualem diam. Di mana tanggung jawab sebagai simbol kehormatan Aceh?” kecamnya.

Sebagai solusi, Nourman mencontohkan pendekatan yang diterapkan mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, yang mengirim anak-anak bermasalah ke barak militer. Menurutnya, Aceh yang memiliki sejarah perjuangan bersenjata lebih dari layak untuk menerapkan pendekatan serupa.

Baca Juga  Jaga Keamanan Pusat Kota, Kanit Pamobvit Sat Samapta Polres Ketapang Pimpin Patroli Dialogis

“Kalau Aceh hari ini hanya melahirkan generasi yang sibuk lipsync dan berdandan demi likes, maka kita sedang menggali kubur peradaban sendiri,” pungkasnya.

Pernyataan kontroversial ini memicu reaksi beragam dari masyarakat. Beberapa mendukung gagasan pembinaan karakter secara militer, sementara yang lain mempertanyakan pendekatan kekerasan terhadap kebebasan berekspresi. Kini, sorotan publik tertuju pada sikap Mualem dan Wali Nanggroe: akankah mereka bertindak atau tetap membiarkan simbol-simbol kehormatan Aceh kehilangan wibawa?


Media Suara Anak Kolong
Sumber/Penulis: Haris
Editor: Amarizar.MD
Red. Miraj Firdaus SH

Share :

Baca Juga

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat

Anak kolong

Ketua Gerindra Kalbar H. Yuliansyah Apresiasi Konsistensi PPP di Usia Emas ke-53
Strategi Peningkatan Daya Saing Lulusan SMK di Dunia Kerja

Artikel

Strategi Peningkatan Daya Saing Lulusan SMK di Dunia Kerja

Anak kolong

Anak kolong

H. Yuliansyah Sampaikan Doa dan Harapan di Hari Ulang Tahun H. Ria Norsan
Penutupan Turnamen Bilyard Yuliansyah Cup: Semangat Olahraga dan Kebersamaan di Pontianak

Anak kolong

Penutupan Turnamen Bilyard Yuliansyah Cup: Semangat Olahraga dan Kebersamaan di Pontianak
Oleh: Nabilah Syakib Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah

Anak kolong

Strategi Peningkatan Daya Saing Lulusan SMK di Dunia Kerja