SUARAANAKKOLONG.CO.ID, Jakarta – Indonesia dan Jepang kembali menegaskan komitmen kuat mereka dalam membangun masa depan yang hijau dan berkelanjutan. Hari ini, Menko Perekonomian RI menerima kunjungan Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang, Bapak Fumio Kishida, dalam agenda Bilateral Meeting dan Penandatanganan Tahapan Financial Close untuk Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Muara Laboh, bertempat di kantor Kemenko Perekonomian.
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Jepang, Bapak Shigeru Ishiba, yang sebelumnya bertemu dalam forum bilateral. Momen ini sekaligus mempertegas pentingnya kemitraan strategis Indonesia–Jepang dalam menciptakan ekonomi yang hijau, adil, tangguh, dan berkelanjutan di tengah dinamika global.
Dari aspek perdagangan dan investasi, hubungan bilateral kedua negara terus menunjukkan tren positif. Pada 2024, volume perdagangan Indonesia–Jepang tercatat mencapai USD35 miliar, sementara nilai investasi Jepang di Indonesia mencapai USD3,5 miliar—naik 52% dibandingkan 2021. Jepang kini menjadi sumber investasi terbesar keenam di Indonesia, dengan lebih dari 12.000 proyek di berbagai sektor strategis.
“Pertumbuhan yang luar biasa ini mencerminkan keseriusan kedua negara dalam menjalin kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan,” ujar Menko Perekonomian. Ia juga menegaskan apresiasi atas kepemimpinan Jepang dalam pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam inisiatif Asia Zero Emission Community (AZEC) dan kerja sama bilateral lainnya.
Dalam kesempatan ini, dilakukan seremoni penandatanganan tahap Financial Close antara PT Supreme Energy Muara Laboh dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Proyek ini dijadwalkan beroperasi secara komersial pada kuartal pertama tahun 2027, dan menjadi bagian dari pengembangan energi bersih nasional.
Pemerintah juga terus mendorong percepatan penghilangan hambatan (debottlenecking) untuk proyek-proyek AZEC lainnya, seperti proyek Legok Nangka Waste-to-Energy, Sustainable Aviation Fuel, PLTP Sarulla, dan Proyek Jaringan Transmisi Jawa–Sumatera agar siap memasuki fase komersialisasi dalam waktu dekat.
Langkah ini dinilai krusial dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target transisi energi bersih Indonesia.
Media Suara Anak Kolong
Sumber/Penulis: Kemenko Perekonomian
Editor: Tim Redaksi
Red. Amarizar.MD









