Oleh : Jacob Ereste
SUARAANAKKOLONG.CO.ID, JAKARTA – Langkah-langkah strategis Presiden Prabowo Subianto kian menunjukkan arah perubahan besar dalam tubuh Kabinet Merah Putih. Tidak hanya dalam bidang pertahanan, tapi juga dalam ranah sosial-ekonomi, demi menjawab tuntutan zaman dan tekanan global yang kian kompleks.
Sri Eko Sriyanto Galgendu menilai strategi “kocok ulang” Prabowo—yang disusun melalui rekonsiliasi nasional—merupakan terobosan untuk merangkul semua pihak yang ingin ikut serta membangun negeri. Bukan sekadar gestur politik, tetapi sebuah ajakan kolaboratif untuk keluar dari keterpurukan akibat badai ekonomi dunia.
Salah satu yang menarik perhatian adalah sikap terbuka Presiden terhadap masukan Forum Purnawirawan Prajurit TNI. Meski sempat mengundang kontroversi, terutama soal pernyataan delapan poin kritis dari forum tersebut, Prabowo menanggapinya secara bijak dan terukur. Pernyataan sikap Forum Purnawirawan ini dipandang sebagai manifestasi moral dari semangat Sapta Marga, dan Prabowo memilih meredam ketegangan alih-alih membalas dengan sikap konfrontatif.
Penasehat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto, menegaskan bahwa Presiden sangat menghormati pandangan para purnawirawan dan akan mengkaji secara seksama setiap isu yang diangkat. Salah satu isu hangat yang kemudian mencuat adalah mutasi Letjen TNI Kunto Arief Wibisono, putra mantan Wapres Try Sutrisno, yang sempat diisukan sebagai imbas politik dari keterlibatan ayahnya dalam forum tersebut.
Namun Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Kristomei Sianturi membantah spekulasi tersebut. Mutasi 237 perwira tinggi TNI, termasuk Letjen Kunto, berdasarkan Keputusan Panglima TNI No. Kep/554/IV/2025 telah dibatalkan sehari setelahnya melalui Keputusan No. Kep/554A/IV/2025. Isu itu pun dianggap selesai, dan tidak perlu dikaitkan dengan tekanan dari pihak manapun, termasuk Presiden.
Sri Eko menilai sikap diam Prabowo adalah bentuk kepemimpinan matang yang fokus menjaga stabilitas nasional. Presiden disebut lebih memilih meredakan kegaduhan daripada memperuncing polemik yang bisa menyita energi bangsa.
Namun tidak berhenti di situ, Prabowo juga meluncurkan inisiatif konkret yang menyentuh langsung kepentingan rakyat, khususnya kaum buruh. Dalam perayaan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2025 di Monas, Prabowo mengumumkan pembentukan Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional (DKBN), serta mendorong pengesahan RUU Perlindungan PRT, pembentukan Satgas PHK, dan perlindungan pekerja laut serta sektor perikanan.
DKBN diharapkan menjadi alat strategis untuk menghapus sistem kerja outsourcing (alih daya) yang dinilai menyulitkan buruh dan memperlemah kekuatan serikat buruh. Presiden bahkan menyatakan dukungannya terhadap usulan menjadikan Marsinah—aktivis buruh yang tewas misterius pada era Orde Baru—sebagai simbol perjuangan kaum buruh Indonesia.
Selain itu, program makan bergizi gratis yang tengah dirancang dan pendirian Koperasi Desa Merah Putih menjadi wujud visi Prabowo membangun kedaulatan pangan dan ekonomi kerakyatan dari bawah. Semuanya menjadi bagian dari satu desain besar menuju negara yang kuat, sejahtera, dan inklusif.
Langkah-langkah ini, jika dijalankan konsisten, bukan hanya menjawab aspirasi buruh dan purnawirawan, tapi juga membentuk fondasi baru dalam relasi negara dengan rakyatnya—yang lebih adil, partisipatif, dan berpihak kepada yang kecil.
Media Suara Anak Kolong
Sumber/Penulis: Jacob Ereste
Editor: Amarizar.MD
Red. Denny Purwanto








