SUARAANAKKOLONG.CO.ID Banda Aceh, 28 April 2025 – Manajemen PT Pembangunan Aceh (PEMA) meluruskan beredarnya surat kaleng yang mempertanyakan operasional dan pengeluaran perusahaan. Dalam pernyataan resminya, manajemen PEMA menegaskan bahwa surat tersebut tidak berdasar serta bukan hasil audit resmi dari BPKP, BPK, maupun auditor independen yang ditunjuk pemegang saham.
“Surat tersebut tidak dapat dijadikan pegangan dan tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegas manajemen PEMA dalam keterangannya.
PEMA memastikan bahwa seluruh aktivitas Direktur Utama dan jajaran direksi, termasuk penggunaan biaya operasional, telah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) yang disetujui pemegang saham. Selain itu, seluruh standar biaya umum telah melewati proses internal yang ketat dan transparan.
Manajemen mengimbau masyarakat untuk tidak bereaksi berlebihan terhadap surat kaleng tersebut. Menurutnya, semua aktivitas perusahaan berlandaskan aturan yang berlaku dan bertujuan meningkatkan efektivitas operasional untuk mencapai target perusahaan.
Klarifikasi Soal RUPS Anak Usaha di Medan
Menanggapi pertanyaan terkait pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Pema Global Energi (PGE) di Medan, manajemen PEMA memberikan penjelasan.
“Benar, PGE adalah anak usaha kami yang memiliki manajemen sendiri dan berkolaborasi dengan perusahaan multinasional. Kegiatan itu merupakan domain mereka. Namun, kami tetap mengapresiasi setiap masukan,” ujar perwakilan manajemen.
Ditegaskan, keputusan pelaksanaan RUPS di Medan sudah ditetapkan jauh sebelum Mawardi Nur menjabat sebagai Direktur Utama PEMA. Ke depan, PEMA berkomitmen menginstruksikan seluruh anak usaha untuk menggelar kegiatan penting di Aceh guna mendukung perputaran ekonomi lokal.
“Di bawah kepemimpinan baru, kami memastikan semua aktivitas perusahaan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Aceh,” tambahnya.
Fokus pada Pembenahan dan Pertumbuhan Berkelanjutan
Saat ini, Mawardi Nur tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap lini bisnis perusahaan. Langkah ini diambil untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan meningkatkan kontribusi PEMA terhadap kemajuan Aceh.
Manajemen berharap seluruh pihak, termasuk media dan masyarakat Aceh, mendukung proses pembenahan yang sedang dijalankan.
“Terima kasih atas perhatian dan dukungan semua pihak. Kami berkomitmen untuk terus bekerja demi kemajuan Aceh,” tutup pernyataan resmi PEMA.
Sumber: Amed
Editor: Amarizar.MD
Red: Aulia








