SUARAANAKKOLONG.CO.ID Jakarta, 11 Januari 2025 – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin dalam kegiatan paparan rencana kesiapan pembangunan sarana prasarana fasilitas latihan pertempuran kota (faslat purkota) untuk pasukan TNI. Kegiatan ini berlangsung di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus, Batujajar, Bandung, pada Jumat, 10 Januari 2025.
Paparan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya pemerintah melalui Kementerian Pertahanan dan TNI untuk meningkatkan kemampuan serta kesiapan pasukan dalam menjalankan berbagai operasi di medan tempur, khususnya di lingkungan perkotaan. Latihan pertempuran kota dinilai krusial dalam menghadapi tantangan kompleks di era modern, seperti ancaman asimetris, konflik urban, dan ancaman keamanan non-tradisional.

Pembangunan faslat purkota di Pusdiklatpassus Batujajar direncanakan mencakup fasilitas yang dirancang khusus untuk simulasi operasi militer dalam wilayah perkotaan, termasuk pembangunan infrastruktur yang menyerupai kondisi nyata di lapangan. Fasilitas ini diharapkan dapat digunakan oleh semua matra TNI guna meningkatkan kemampuan operasional dalam menghadapi berbagai skenario konflik yang mungkin terjadi.
Dalam kegiatan ini, Panglima TNI dan Menhan RI mendapatkan penjelasan langsung dari para perwira yang bertanggung jawab atas perencanaan pembangunan fasilitas tersebut. Beberapa poin penting yang dibahas mencakup desain fasilitas, teknologi yang digunakan, serta estimasi waktu penyelesaian dan kebutuhan anggaran.

Hadir pula dalam kegiatan ini sejumlah pejabat tinggi TNI dan Kementerian Pertahanan, antara lain Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan), Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (Irjen Kemhan), Kepala Badan Renstra dan Pembangunan Kementerian Pertahanan (Kabaranahan Kemhan), Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI, Asisten Logistik (Aslog) Panglima TNI, dan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus).
Dalam sambutannya, Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pentingnya fasilitas latihan yang modern dan realistis guna membekali pasukan dengan keterampilan terbaik. “Fasilitas seperti ini akan menjadi aset penting bagi TNI untuk melatih personel menghadapi tantangan tempur di perkotaan. Dengan perkembangan teknologi dan dinamika ancaman saat ini, TNI harus selalu berada di garis depan kesiapan operasional,” ujar Menhan.
Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengapresiasi inisiatif pembangunan faslat purkota dan menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pihak, baik dari TNI maupun Kementerian Pertahanan. “Latihan tempur kota bukan hanya sekadar simulasi, melainkan persiapan nyata bagi pasukan TNI agar mampu menghadapi kondisi medan yang paling sulit sekalipun. Kami berharap proyek ini dapat berjalan sesuai jadwal dan memberikan manfaat besar bagi peningkatan kualitas TNI,” ungkap Panglima TNI.

Selain menerima paparan, Menhan dan Panglima TNI juga melakukan peninjauan ke beberapa fasilitas yang ada di Pusdiklatpassus Kopassus untuk melihat langsung kesiapan lokasi dalam mendukung rencana pembangunan faslat purkota. Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen Menhan dan TNI untuk memastikan pembangunan fasilitas berjalan sesuai kebutuhan operasional.
Dengan adanya fasilitas latihan pertempuran kota ini, diharapkan TNI dapat semakin profesional dalam melaksanakan tugas pokoknya, yakni menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI, dan melindungi segenap bangsa Indonesia. Pembangunan ini menjadi langkah maju bagi transformasi dan modernisasi kemampuan militer Indonesia.
Red. Denny Purwanto
Editor: Amarizar.MD








