Home / Daerah / Kalimantan Barat / Ketapang / Polri / SUARAANAKKOLONG.CO.ID

Selasa, 25 Februari 2025 - 16:36 WIB

Dua Anak Tenggelam di Kolam Buatan, Kapolsek MHS Imbau Orang Tua Lebih Waspada

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARAANAKKOLONG.CO.ID Ketapang, Polda Kalbar – Tragedi memilukan terjadi di Desa Harapan Baru, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, pada Minggu (22/02/2025) pukul 16.30 WIB. Dua anak, berinisial WH (10) dan PDD (9), ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di sebuah kolam buatan bekas galian tanah yang terisi air hujan.

Kapolres Ketapang AKBP Setiadi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Matan Hilir Selatan AKP Helwani, menyampaikan bahwa kejadian bermula saat kedua korban bermain di sekitar kolam tanpa pengawasan orang dewasa. Diduga, keduanya mencoba berenang namun tenggelam akibat kedalaman kolam yang cukup tinggi.

Baca Juga  Babinsa1209–07/Jgb Gotong Royong Bersama Warga membuat Saluran Air/Drainase

“Pihak keluarga dan warga yang mengetahui kejadian ini langsung berusaha menyelamatkan kedua korban, namun sayangnya nyawa mereka tidak tertolong. Kami bersama keluarga korban membawa mereka ke Puskesmas Matan Hilir Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut, dan hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Keluarga korban juga menolak dilakukan otopsi serta menerima kejadian ini sebagai musibah,” ujar AKP Helwani.

Sebagai tindak lanjut, Kapolsek mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya di lingkungan sekitar, terutama yang melibatkan anak-anak.

Baca Juga  Kapolsek Sengah Temila Hadiri Musyawarah Tokoh Adat, Lintas Agama, dan Forkopincam di Sekretariat DAD Sengah Temila

“Ke depan, kami akan bekerja sama dengan pemerintah desa untuk memastikan area berbahaya seperti kolam dan saluran air lainnya dilengkapi pengaman yang sesuai. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkas AKP Helwani.

Tragedi ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk lebih memperhatikan keselamatan anak-anak saat bermain di lingkungan sekitar. Kolam bekas galian atau parit yang dalam harus segera mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat agar tidak menimbulkan korban jiwa di kemudian hari.

Redaksi: Lauvinus
Editor: Amarizar.MD

Share :

Baca Juga

Daerah

Kodaeral XII Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Kapuas pada Hari Ketiga Operasi SAR

Anak kolong

East Indonesia Malacca Project Institute Akan Laporkan PT Brantas dan CV Project Lima Belas ke Kejati Sultra Terkait Dugaan Proyek Irigasi APBN Rp600 Juta di Desa Puroe Konsel

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak
GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat

Anak kolong

GAPASDAP Tolak Surat Edaran Ditjen Hubla Tentang SPB

Anak kolong

Ketua Gerindra Kalbar H. Yuliansyah Apresiasi Konsistensi PPP di Usia Emas ke-53