Hesty Putri Riani, Ketua Umum Kohati Badko Kalimantan Barat, menyampaikan kekecewaannya atas belum diterbitkannya PDK (Pedoman Dasar Kohati) hasil Munas KOHATI Ke-XXV yang dilaksanakan di Pontianak

Hesty Putri Riani, Ketua Umum Kohati Badko Kalimantan Barat, menyampaikan kekecewaannya atas belum diterbitkannya PDK (Pedoman Dasar Kohati) hasil Munas KOHATI Ke-XXV yang dilaksanakan di Pontianak (15-02-25).

Hesty Putri Riani, Ketua Umum Kohati Badko Kalimantan Barat, menyampaikan kekecewaannya atas belum diterbitkannya PDK (Pedoman Dasar Kohati) hasil Munas KOHATI Ke-XXV yang dilaksanakan di Pontianak (15-02-25).

SUARAANAKKOLONG.CO.ID Pontianak, 15 Februari 2025 – Hesty Putri Riani, Ketua Umum Kohati Badko Kalimantan Barat, menyampaikan kekecewaannya atas belum diterbitkannya PDK (Pedoman Dasar Kohati) hasil Munas KOHATI Ke-XXV yang dilaksanakan di Pontianak. Hal ini ia ungkapkan setelah mengikuti forum Pleno Kohati PB di Jakarta pada 12 Oktober 2024, yang dihadiri oleh para Ketua Umum Kohati Badko (Badan Koordinasi) se-Indonesia.

Forum tersebut seharusnya menjadi ruang evaluasi dan proyeksi kepengurusan Kohati, baik untuk Kohati PB maupun untuk membahas kondisi internal Kohati di Badko masing-masing. Harapan besar disampaikan oleh para Ketua Umum Kohati Badko agar dalam forum tersebut mendapatkan kejelasan mengenai PDK yang telah disahkan pada Munas KOHATI Ke-XXV di Pontianak.

Namun, Hesty mengungkapkan kekecewaannya karena forum tersebut masih menggunakan PDK hasil Munas Surabaya, meskipun telah dijanjikan bahwa PDK hasil Munas KOHATI Ke-XXV Pontianak akan diterbitkan dan diluncurkan dalam waktu satu minggu setelah forum Pleno selesai.

Baca Juga  Permudah Petani Jual Hasil Panen, Polda Kalbar dan Pemkab Bengkayang Bangun Pabrik Jagung

“Tapi hingga kini, belum ada kejelasan dan PDK hasil Munas KOHATI Ke-XXV Pontianak belum juga diterbitkan,” ujar Hesty dengan nada kecewa.

Ia menyebutkan bahwa hal ini sangat disayangkan karena forum Pleno seharusnya menggunakan PDK yang telah disahkan dan diselesaikan di Munas KOHATI Ke-XXV Pontianak, agar bisa dijadikan panduan yang akan dibahas dan diterapkan bersama.

“Kami merasa sangat miris, karena proses Pleno berjalan tanpa menggunakan PDK yang telah disahkan, yang seharusnya menjadi acuan dalam setiap keputusan dan kebijakan yang diambil,” tambah Hesty.

Sebagai Ketua Umum Kohati Badko, Hesty juga merasa prihatin atas kelalaian pengurus Kohati PB yang hingga saat ini belum memberikan kejelasan mengenai PDK Munas KOHATI Ke-XXV Pontianak. Ia mengingatkan bahwa pengurus Kohati Badko memiliki tanggung jawab besar terhadap cabang-cabang di daerah untuk terus merawat dan memperkuat perkaderan.

Baca Juga  Supriadi Pimpin Reuni Akbar TFTT, LTS, LTT: “Saatnya Bangkitkan Semangat Persaudaraan”

“PDK bukan hanya dibutuhkan saat prosesi LKK (Latihan Kader Khusus) saja, namun juga menjadi pedoman dalam menjalankan roda kepengurusan Kohati agar tetap berada di jalur yang benar,” tambah Hesty.

Dengan harapan besar, ia pun berharap agar segera ada kabar baik mengenai penerbitan PDK Munas KOHATI Ke-XXV Pontianak.

“Semoga segera ada kejelasan mengenai PDK Munas KOHATI Ke-XXV Pontianak agar kami di Kohati Badko bisa terus melanjutkan perkaderan dengan pedoman yang jelas dan dapat membawa Kohati ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

Red. Aulia
Edit. Amarizar.MD

Share :

Baca Juga

Kalimantan Barat

Wujud Kepedulian, KBAK Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Pribadi Bapak Edi Kamtono untuk Anggota yang Membutuhkan

Artikel

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Anak Kolong (KBAK) Kalbar Gelar Safari Lebaran ke Kediaman Tokoh dan Pimpinan Daerah

Daerah

Kodaeral XII Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Kapuas pada Hari Ketiga Operasi SAR

Anak kolong

East Indonesia Malacca Project Institute Akan Laporkan PT Brantas dan CV Project Lima Belas ke Kejati Sultra Terkait Dugaan Proyek Irigasi APBN Rp600 Juta di Desa Puroe Konsel

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak
GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat