Prof. Dr. Ir. Ali Zum Mashar Bagikan Tips Penanaman Jagung untuk Mendukung Ketahanan Pangan di Bengkayang

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi jagung dan mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produksi jagung dan mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.

SUARAANAKKOLONG.CO.ID Bengkayang, Kalbar – Dalam upaya mewujudkan Kabupaten Bengkayang sebagai salah satu pusat produksi jagung di Indonesia, Prof. Dr. Ir. Ali Zum Mashar, penemu teknologi Mikroba Google dan Bio Perforasi, membagikan berbagai tips dan trik dalam penanaman jagung yang baik dan benar.

Dalam kegiatan tersebut, Prof. Ali menjelaskan bahwa budidaya jagung memerlukan perhatian pada berbagai aspek penting, mulai dari cara menanam, perawatan, pemupukan, hingga penanganan penyakit pada tanaman jagung. “Cara merawat jagung cukup sederhana. Dengan melihat postur tanaman, kita bisa mengetahui penyebab jumlah biji yang sedikit pada tongkol jagung,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pemupukan yang tepat agar tanaman memperoleh nutrisi yang cukup dari tanah. “Pemberian pupuk harus seimbang dan tidak berlebihan agar pH tanah tetap stabil, dan tanaman bisa mendapatkan nutrisi optimal. Dengan menambahkan pupuk Mikroba Google, mikroba tersebut mampu melacak kandungan mineral tanah yang tersembunyi. Ini akan membantu biosintesis mikroorganik dan bertindak sebagai bioaktivator tanah, sehingga menjaga kesuburan tanah secara alami,” jelasnya.

Baca Juga  Upacara Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa ke-126 Kodim 1207/Pontianak di Sungai Kakap

Selain pemupukan, Prof. Ali juga mengingatkan para petani untuk mengelola penyakit tanaman dengan baik, terutama penyakit yang disebabkan oleh jamur. “Jika ditemukan bercak hitam atau daun yang layu, segera lakukan peninjauan terhadap tanaman tersebut. Ini bisa menjadi tanda bahwa tanaman jagung terinfeksi jamur yang dapat merusak pertumbuhan tongkol,” ungkapnya.

Ia menyarankan agar bagian tanaman yang terinfeksi jamur segera dicabut atau dibuang untuk mencegah penyebaran ke tanaman lainnya. “Jika tidak ditangani dengan cepat, tongkol jagung hanya akan memiliki baris biji yang sedikit, sekitar 10-11 biji per baris. Sedangkan tanaman yang sehat dapat menghasilkan baris biji yang lebih banyak, sekitar 18-20 biji atau lebih,” tambahnya.

Baca Juga  Polres Singkawang Lakukan Pengamanan Kegiatan Louncing Maskot Raden Suro dalam Rangkaian Kirab Budaya Grebeg Suro 2025

Prof. Ali berharap agar pertanian di Bengkayang semakin maju dengan pendekatan yang ramah lingkungan. “Saya berharap pertanian di Bengkayang berkembang lebih maju dan berkelanjutan, sehingga lingkungan kita tetap mendukung kehidupan hingga ribuan tahun ke depan,” tutupnya.

Selain itu, Prof. Ali dan tim juga menyatakan komitmennya untuk mendukung program ketahanan pangan di Bengkayang melalui percepatan alih teknologi, transformasi pertanian, dan peningkatan kecerdasan petani di wilayah tersebut.

Red. Miraj Firdaus, S.H.
Edit. Amarizar.MD

Share :

Baca Juga

Daerah

Kodaeral XII Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Kapuas pada Hari Ketiga Operasi SAR

Anak kolong

East Indonesia Malacca Project Institute Akan Laporkan PT Brantas dan CV Project Lima Belas ke Kejati Sultra Terkait Dugaan Proyek Irigasi APBN Rp600 Juta di Desa Puroe Konsel

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak
GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat

Anak kolong

GAPASDAP Tolak Surat Edaran Ditjen Hubla Tentang SPB

Anak kolong

Ketua Gerindra Kalbar H. Yuliansyah Apresiasi Konsistensi PPP di Usia Emas ke-53