Home / Anak kolong / Daerah / Kalimantan Barat / Mahasiswa / Opini / SUARAANAKKOLONG.CO.ID

Selasa, 4 Februari 2025 - 23:59 WIB

78 Tahun Himpunan Mahasiswa Islam: Menjawab Tantangan Dunia Menuju Indonesia Emas Menurut Muhammad Dhanas Amarizar

Foto : Muhammad Dhanas Amarizar, Pengurus Organisasi Masyarakat Keluarga Besar Anak Kolong Kalimantan Barat 
Bidang Kominfo Humas dan Demisioner BPL PB HMI Korwil Kalimantan Barat

Foto : Muhammad Dhanas Amarizar, Pengurus Organisasi Masyarakat Keluarga Besar Anak Kolong Kalimantan Barat Bidang Kominfo Humas dan Demisioner BPL PB HMI Korwil Kalimantan Barat

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) telah menjadi bagian dari perjalanan bangsa sejak didirikan oleh Lafran Pane pada 5 Februari 1947. Selama 78 tahun, organisasi ini berperan menjadi kawah candradimuka dalam membentuk karakter kepemimpinan, intelektualitas, dan keislaman bagi mahasiswa di Indonesia turut dibuktikan dengan lahirnya tokoh publik dalam berbagai bidang akademis, politik, pengusaha, militer, sosial dan budaya.

Berpegang teguh dengan komitmen kebanggsaan dan keumatan, perjalanan panjang HMI tidak hanya dipenuhi dengan dinamika internal, tetapi juga tantangan eksternal yang terus berkembang. Adapun Komitmen HmI yang menjadi kewajiban asasi ini adalah (1) Mempertahankan Negara Republik Indonesia dan mempertinggi derajat bangsa indonesia, yang dikenal dengan komitmen kebangsaan, dan (2) Menegakkan dan mengembangkan ajaran islam, yang dikenal dengan wawasan keislaman/keummatan. Berlandaskan dia komitmen ini, yang menjadi spirit kader, HmI hingga saat ini masih menjadi organisasi pemuda yang disegani oleh dunia.

Kini, Indonesia memasuki era yang semakin kompleks, terutama dengan tantangan global seperti digitalisasi, persaingan ekonomi, geopolitik, serta isu lingkungan hidup. Kondisi ini turut menjadi perhatian bersama dalam menjemput Indonesia Emas bersama HmI untuk Kedaulatan Bangsa.

Salah satu perkembangan terbaru adalah bergabungnya Indonesia sebagai anggota penuh BRICS (Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan). Ini membuka peluang besar bagi ekonomi nasional, tetapi juga menghadirkan tantangan baru yang harus diantisipasi.

Dalam konteks ini, peran HMI menjadi semakin penting. Organisasi ini harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, tetap relevan dalam perjuangannya, serta memberikan solusi konkret bagi permasalahan bangsa. Dengan visi Indonesia Emas 2045, HMI memiliki tanggung jawab besar untuk mencetak generasi yang siap bersaing di tingkat global.

Foto : Muhammad Dhanas Amarizar, Pengurus Organisasi Masyarakat Keluarga Besar Anak Kolong Kalimantan Barat
Bidang Kominfo Humas dan Demisioner BPL PB HMI Korwil Kalimantan Barat

Tantangan Global yang Dihadapi HMI

1. Digitalisasi dan Inovasi Teknologi
Perkembangan Revolusi Industri 4.0 membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan. Teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), Big Data, Internet of Things (IoT), dan blockchain semakin menjadi faktor utama dalam ekonomi dan industri.

Dampak bagi kader HMI:
– Banyak mahasiswa yang masih tertinggal dalam pemanfaatan teknologi digital.
– Kurangnya literasi digital di kalangan kader menyebabkan ketidaksiapan dalam menghadapi tantangan global.
– Minimnya inovasi berbasis teknologi di lingkungan kader HMI.

Solusi:
– HMI harus mengadakan pelatihan dan workshop digital agar kader siap menghadapi era digital.
– Mendorong kader untuk aktif dalam pengembangan start-up berbasis teknologi dan syariah.
– Mengsegerakan program HMI Digital Academy untuk mencetak kader yang unggul dalam bidang teknologi.

Baca Juga  HmI Cabang Persiapan Kubu Raya Komisariat Stitdar mengadakan Pelatihan Administratif dengan pemateri Muhammad Dhanas Amarizar (BPL HmI Korwil Kalbar)

2. Pembangunan Ekonomi Berbasis Kemandirian
Indonesia harus membangun ekonomi berbasis kemandirian agar tidak hanya menjadi pasar bagi negara lain.

Dampak bagi Indonesia setelah bergabung dengan BRICS:
– Indonesia memiliki peluang investasi besar dari negara-negara BRICS, tetapi juga berisiko kehilangan kemandirian ekonomi jika tidak dikelola dengan baik.
– Persaingan dengan negara besar seperti Tiongkok dan India semakin ketat.
– Sistem keuangan BRICS yang mengurangi ketergantungan pada dolar AS (dedolarisasi) bisa menjadi tantangan baru bagi stabilitas ekonomi Indonesia.

Solusi:
– HMI harus mendorong kader untuk mengembangkan wirausaha berbasis syariah agar ekonomi Islam semakin kuat.
– Menginisiasi program inkubasi bisnis dan UMKM berbasis digital untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi umat.
– Aktif dalam kajian ekonomi syariah dan kebijakan moneter nasional agar Indonesia tetap memiliki strategi keuangan yang kuat.

3. Keberlanjutan Lingkungan dan Ekonomi Hijau
Perubahan iklim menjadi ancaman serius bagi dunia. Indonesia sebagai negara dengan hutan tropis terbesar memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga lingkungan.

Dampak bagi kader HMI dan masyarakat:
– Eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali bisa merusak ekosistem dan merugikan masyarakat.
– Kurangnya kesadaran lingkungan di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.
– Krisis iklim dapat mengancam ketahanan pangan dan energi Indonesia.

Solusi:
– HMI perlu menginisiasi gerakan Green Islam, yaitu kampanye gaya hidup ramah lingkungan berbasis nilai Islam.
– Mendorong kader untuk aktif dalam advokasi kebijakan lingkungan dan mendukung energi terbarukan.
– Mengembangkan riset dan inovasi terkait ekonomi hijau dan industri berkelanjutan.

4. Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Berintegritas
Krisis kepemimpinan yang ditandai dengan politik transaksional dan korupsi masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia.

Dampak bagi bangsa:
– Maraknya korupsi merusak sistem pemerintahan dan memperlambat pembangunan nasional.
– Generasi muda yang tidak memiliki karakter kuat akan mudah terpengaruh oleh politik yang tidak sehat.

Solusi:
– HMI harus memperkuat kaderisasi kepemimpinan yang berbasis nilai Islam dan integritas.
– Mengadakan pelatihan kepemimpinan dan etika politik bagi kader agar siap menjadi pemimpin yang bersih.
– Mengawal kebijakan publik agar lebih transparan dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Baca Juga  Meriah dan Penuh Makna, 79 Tumpeng Warnai Perayaan HUT Bhayangkara ke-79 di Pemkab Kubu Raya

Indonesia telah resmi bergabung dengan BRICS, yang membawa dampak besar dalam berbagai sektor. Adapun tantangan yang akan diterima antara lain:

1. Geopolitik dan Kebijakan Luar Negeri
– Indonesia harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam konflik geopolitik antara negara besar.
– HMI dapat berperan dalam kajian strategi diplomasi Indonesia di kancah global.

2. Ekonomi dan Kedaulatan Finansial
– Indonesia akan menghadapi perubahan dalam sistem keuangan global yang lebih berorientasi pada mata uang BRICS.
– HMI dapat mendorong kajian ekonomi syariah sebagai solusi dalam menghadapi tantangan finansial global.

3. Transformasi Teknologi dan Industri
– Indonesia harus siap menghadapi persaingan industri dengan negara maju dalam BRICS.
– HMI dapat mengembangkan program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan kader di bidang teknologi dan industri kreatif.

Untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045, pemerintah telah menetapkan Asta Cita, yang mencakup:
1. SDM unggul dan berdaya saing
2. Ekonomi berbasis kemandirian
3. Tata kelola pemerintahan yang bersih
4. Infrastruktur dan konektivitas
5. Ketahanan nasional dan pertahanan
6. Lingkungan hidup dan energi hijau
7. Demokrasi yang stabil
8. Penguatan budaya dan identitas nasional

Foto : Muhammad Dhanas Amarizar, Pengurus Organisasi Masyarakat Keluarga Besar Anak Kolong Kalimantan Barat
Bidang Kominfo Humas dan Demisioner BPL PB HMI Korwil Kalimantan Barat

Peran HMI dalam Asta Cita:
– Menyiapkan SDM unggul dengan pendidikan berbasis teknologi dan keislaman.
– Mendorong ekonomi syariah dan industri halal sebagai kekuatan ekonomi baru.
– Mengawal kebijakan publik agar transparan dan pro-rakyat.
– Mengembangkan riset dan inovasi dalam bidang energi hijau dan keberlanjutan lingkungan.

Di usia 78 tahun, HMI memiliki tanggung jawab besar dalam menjawab tantangan global dan memperkuat peranannya dalam mencetak pemimpin masa depan. Bergabungnya Indonesia dengan BRICS, revolusi digital, serta perubahan geopolitik dan lingkungan hidup menuntut HMI untuk lebih adaptif dan inovatif.

Dengan keislaman, keilmuan, dan keindonesiaan, HMI harus terus menjadi motor persatuan dan kesatuan NKRI serta inisiator pembawa perubahan dalam persaudaraan demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Selamat Ulang Tahun ke-78 HMI! Terimakasih atas kesetiaannya dalam merawat dan menjaga umat dan bangsa, Yakusa!

Share :

Baca Juga

Daerah

Kodaeral XII Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Kapuas pada Hari Ketiga Operasi SAR

Anak kolong

East Indonesia Malacca Project Institute Akan Laporkan PT Brantas dan CV Project Lima Belas ke Kejati Sultra Terkait Dugaan Proyek Irigasi APBN Rp600 Juta di Desa Puroe Konsel

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak
GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat

Anak kolong

GAPASDAP Tolak Surat Edaran Ditjen Hubla Tentang SPB

Anak kolong

Ketua Gerindra Kalbar H. Yuliansyah Apresiasi Konsistensi PPP di Usia Emas ke-53