Home / Daerah / Infrastruktur / Kalimantan Barat / Kayong Utara / Opini

Selasa, 21 Januari 2025 - 12:55 WIB

Pemerintah Diminta Cermat Kelola Dampak Lingkungan dalam Pembangunan Smelter di Pulau Penebang

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARAANAKKOLONG.CO.ID – Kayong Utara 20 Januari 2025 Pembangunan smelter bauksit oleh PT Dharma Inti Bersama (DIB) di Kawasan Industri Pulau Penebang, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kayong Utara, Kalimantan Barat, menuai perhatian dari Lembaga Teraju Indonesia.

Direktur Eksekutif lembaga tersebut, Tomo, meminta pemerintah untuk tidak hanya tergiur oleh investasi, tetapi juga mempertimbangkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan secara matang.

“Kita tidak anti investasi, tetapi investasi harus memberdayakan masyarakat, meningkatkan pendapatan, pengetahuan, serta menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Tomo, Senin (20/1), seperti dilansir oleh Pontianak Post.

Tomo mengingatkan agar Kayong Utara tidak mengalami nasib serupa dengan daerah lain yang menghadapi kerusakan lingkungan akibat aktivitas industri, seperti pencemaran laut dan sungai yang memengaruhi kehidupan nelayan. Menurutnya, perusahaan sering kali lepas tangan ketika kerusakan terjadi, sementara masyarakatlah yang menderita akibat hilangnya mata pencaharian.

Baca Juga  Ngopi Bareng Kapolres Melawi, Dandim Sintang Pererat Sinergi TNI-Polri

Ia berharap pemerintah melakukan analisis mendalam terkait dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial sebelum proyek ini berjalan. “Jangan sampai pembangunan smelter ini hanya menjadi jargon tanpa realisasi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Tomo menekankan pentingnya investasi yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan rakyat. Ia juga mengingatkan pemerintah untuk memanfaatkan potensi sumber daya laut di Kayong Utara dengan mengelolanya secara baik, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Baca Juga  Kodim Sintang Gelar Bazar Murah Sambut Hari Raya Idulfitri

“Pemerintah harus mendorong pengelolaan hasil laut oleh masyarakat, sehingga memberikan dampak positif jangka panjang, bahkan hingga ratusan tahun ke depan untuk generasi berikutnya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Tomo menyoroti perlunya menciptakan lapangan kerja lokal yang memberdayakan masyarakat sekitar, seperti mendorong nelayan di Pulau Karimata untuk mengembangkan industri perikanan berbasis produk jadi, seperti ikan kalengan, yang dapat diekspor.

“Pembangunan strategis harus mendukung rakyat, bukan hanya mengejar keuntungan jangka pendek. Pemerintah perlu mempertimbangkan semua aspek agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Sumber: Pontianak Post
Red. Mir’aj
Edit. Amarizar.MD

Share :

Baca Juga

Kalimantan Barat

Pererat Silaturahmi, FORKI Kota Pontianak Gelar Latihan Gabungan Karateka Pagi Ini di Polda Kalbar

Kalimantan Barat

Wujud Kepedulian, KBAK Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Pribadi Bapak Edi Kamtono untuk Anggota yang Membutuhkan

Artikel

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Anak Kolong (KBAK) Kalbar Gelar Safari Lebaran ke Kediaman Tokoh dan Pimpinan Daerah

Daerah

Kodaeral XII Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Kapuas pada Hari Ketiga Operasi SAR

Anak kolong

East Indonesia Malacca Project Institute Akan Laporkan PT Brantas dan CV Project Lima Belas ke Kejati Sultra Terkait Dugaan Proyek Irigasi APBN Rp600 Juta di Desa Puroe Konsel

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak
GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR