Home / Daerah / Kalimantan Barat / Sambas

Kamis, 12 Desember 2024 - 19:13 WIB

Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas mengeluarkan laporan terbaru terkait sebaran kasus HIV di wilayah tersebut sepanjang tahun 2024

SUARAANAKKOLONG.CO.ID Sambas, Hingga 10 Desember, tercatat 67 kasus HIV dengan konsentrasi tertinggi di Kecamatan Pemangkat dan Sambas, masing-masing menyumbang 12 kasus. Kecamatan Tebas mengikuti dengan 11 kasus, sementara wilayah lainnya mencatat angka kasus yang lebih rendah.

HIV, atau Human Immunodeficiency Virus, merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh, menghancurkan sel CD4, dan berpotensi berkembang menjadi AIDS jika tidak ditangani. Penyakit ini bersifat kronis dan hingga kini belum ada pengobatan yang benar-benar menyembuhkan. Namun, pengobatan antiretroviral (ARV) dapat membantu memperlambat perkembangan virus dan meningkatkan kualitas hidup penderita.

Pola Penyebaran HIV di Sambas

Sebaran kasus HIV di Kabupaten Sambas mencakup berbagai kecamatan dengan rincian berikut:

Baca Juga  Polres Sambas Amankan Ibadah Paskah di Seluruh Gereja Wilayah Kabupaten Sambas

Pemangkat dan Sambas : 12 kasus
Tebas : 11 kasus
Semparuk : 5 kasus
Teluk Keramat : 4 kasus

Kecamatan lain seperti Sebawi, Jawai, dan Selakau melaporkan masing-masing antara 1 hingga 3 kasus.

Upaya Pencegahan dan Edukasi*

Dinas Kesehatan menegaskan pentingnya langkah preventif untuk meminimalkan penularan HIV. Beberapa cara yang direkomendasikan meliputi:

1. Tidak melakukan hubungan seksual di luar pernikahan dan tidak berganti-ganti pasangan.
2. Menggunakan kondom saat berhubungan seksual.
3. Menghindari penggunaan narkoba suntik.
4. Meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama remaja, mengenai HIV, cara penularan, dan langkah pencegahan.

Kepala Dinas Kesehatan, Dr. Ganjar Eko Prabowo, menyatakan bahwa meski kasus HIV di Kabupaten Sambas masih relatif terkendali dibandingkan daerah lain, tren ini tetap menjadi perhatian serius. “Edukasi masyarakat dan layanan kesehatan berbasis komunitas akan terus kami tingkatkan untuk menekan penyebaran HIV,” ujarnya saat diwawancarai oleh Agus Pepso dari Suara Anak Kolong.

Baca Juga  Pangdam XII/Tpr Dampingi Mentan RI Kunker Di Kabupaten Sambas

Harapan untuk Masa Depan Masyarakat diimbau untuk tidak memberikan stigma negatif terhadap penderita HIV. Selain itu, segera memeriksakan diri jika merasa berisiko juga menjadi langkah penting untuk memutus rantai penularan. Dinas Kesehatan Kabupaten Sambas berkomitmen untuk menyediakan layanan kesehatan yang inklusif dan mendukung pengobatan bagi penderita HIV.

“Pencegahan adalah kunci utama. Mari bersama-sama menjaga Sambas dari ancaman HIV,” tutup Dr. Ganjar.

Red.agus Pepso

Share :

Baca Juga

Kalimantan Barat

Wujud Kepedulian, KBAK Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Pribadi Bapak Edi Kamtono untuk Anggota yang Membutuhkan

Artikel

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Anak Kolong (KBAK) Kalbar Gelar Safari Lebaran ke Kediaman Tokoh dan Pimpinan Daerah

Daerah

Kodaeral XII Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Kapuas pada Hari Ketiga Operasi SAR

Anak kolong

East Indonesia Malacca Project Institute Akan Laporkan PT Brantas dan CV Project Lima Belas ke Kejati Sultra Terkait Dugaan Proyek Irigasi APBN Rp600 Juta di Desa Puroe Konsel

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak
GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat