JAKARTA, Jum’at 30/10/2026
https://suaraanakkolong.co.id
Teka-teki sumber dana aksi BEM UI akhirnya menemukan titik terang. Bukan dari isu asing dulu, tapi dari sisa donasi publik sendiri yang angkanya fantastis.
Tim redaksi menerima 3 lembar dokumen bocoran KEPUTUSAN KETUA BEM UI NOMOR: 010/SK/BEMUI/VI/2026 tentang Pengalihan Peruntukan dan Pemanfaatan Sisa Dana Publik Hasil Penggalangan Dana Aksi #MenujuIndonesiaBangkrut.
Dokumen dengan lambang Makara UI tersebut ditandatangani dengan pertimbangan yang sangat jelas.
1. FAKTA ANGKANYA: SURPLUS Rp 975.350.944
Dalam diktum Menimbang huruf a dokumen tersebut tertulis:
“bahwa kegiatan penggalangan dana publik (open donation) untuk Aksi #MenujuIndonesiaBangkrut telah selesai dilaksanakan dan menghasilkan sisa lebih perhitungan anggaran (surplus) sebesar Rp975.350.944 (terbilang sembilan ratus tujuh puluh lima juta tiga ratus lima puluh ribu sembilan ratus empat puluh empat rupiah);”
Angka 975 JUTA ini yang kemudian viral di Reels dengan tulisan besar “975.000.000”
2. DIALIHKAN UNTUK APA? BUKAN DIKEMBALIKAN, TAPI UNTUK AKSI LAGI!
Ini yang paling krusial dan memicu pertanyaan publik “975 JUTA BUAT APA?”
Di diktum MEMUTUSKAN – KESATU ditetapkan total sisa dana yang sah adalah Rp975.350.944.
Lalu di diktum KEDUA ditetapkan:
“Menetapkan bahwa 100% (seratus persen) sisa dana publik dialihkan peruntukannya secara eksklusif untuk 2 (dua) kategori utama:
I. Pembiayaan agenda advokasi dan aksi massa BEM UI selanjutnya; dan
II. Dana Bantuan Kemanusiaan dan Manfaat Langsung.”
Dan di diktum KETIGA lebih tegas lagi: Alokasi untuk Kategori I ditetapkan paling sedikit 50% (lima puluh persen) dari total sisa dana publik.
Artinya: Minimal Rp 487 Juta dari uang donasi publik yang tadinya untuk Aksi #MenujuIndonesiaBangkrut, secara resmi akan dipakai lagi untuk membiayai aksi massa BEM UI selanjutnya. Termasuk aksi 28 Oktober kemarin?
3. DAFTAR MITRA / UNDANGAN YANG DICENTANG – ADA WALHI, ICW, GREENPEACE!
Daftar organisasi yang diundang / menjadi mitra dengan tanda centang (✓) ungu:
- Kabinet Bayangan ✓
- CELIOS (Center of Economics and Law Studies) ✓
- Greenpeace ✓
- WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) ✓
- ICW (Indonesia Corruption Watch) ✓
- WatchDoc ✓
- G Watch ✓
- Dan ada juga ICEL, CORE, PSHK, TII, Perludem, AJI, API dalam daftar panjang 10-23.
Daftar ini identik dengan daftar yang sempat bocor di video Reels 18dE7kD9LQ sebelumnya. Pola jaringannya terlihat jelas: dari think tank ekonomi (CELIOS, CORE), NGO lingkungan (WALHI, Greenpeace), anti-korupsi (ICW), hingga media dokumenter (WatchDoc).
“INGAT PESIKAT BABI KAN?
INI.”
merujuk pada narasi sebelumnya tentang teror kepala babi ke jurnalis dan serangan ke KontraS yang diduga terkait pembongkaran jejaring ini.
ANALISIS INVESTIGASI:
Inilah yang disebut dalam ilmu gerakan sosial sebagai “Gerakan yang Mandiri Secara Finansial”. BEM UI tidak lagi bergantung pada dana rektorat, tapi sudah memiliki kas abadi perjuangan sebesar 975 Juta dari donasi publik.
Pertanyaan Investigasi yang Harus Dijawab BEM UI:
- Kenapa sisa dana tidak dikembalikan ke donatur sesuai prinsip awal open donation, malah dialihkan untuk aksi selanjutnya?
- Siapa yang mengaudit penggunaan 975 Juta ini? Apakah ada laporan transparan ke publik yang berdonasi?
- Apa hubungan pembiayaan aksi massa selanjutnya dengan daftar mitra yang dicentang (WALHI, ICW, Greenpeace, WatchDoc) tersebut? Apakah mereka juga akan dibiayai dari kas 975 Juta ini?
Sampai berita ini diturunkan, Ketua BEM UI belum memberikan klarifikasi resmi.
Penulis: Tim Investigasi https://suaraanakkolong.co.id
Editor: Denny
Bukti: SK BEM UI 010/SK/BEMUI/VI/2026 – 3 Lembar Dokumen Asli








