JAKARTA, 7 OKTOBER 2026 — Perjalanan ini bermula dari kesederhanaan. Lahir 8 September 1952 di Kabupaten Majalengka, Tubagus Hasanuddin adalah anak kelima dari sembilan bersaudara, putra seorang kepala desa yang mengajarkan: hidup bermakna jika bermanfaat bagi orang banyak. Prinsip itulah yang mengiringi langkahnya, dari jalan setapak desa hingga lorong-lorong istana dan gedung parlemen.
BABAK PERTAMA: DARI MAJALENGKA MENINGGI CITA
– Menamatkan SD dan SMP di tanah kelahirannya, lalu melanjutkan SMA di Magelang
– Mengikuti saran saudara iparnya, mendaftar ke Akademi Militer — langkah yang mengubah jalur hidupnya
– Lulus AKABRI tahun 1974, memulai pengabdian sebagai prajurit TNI Angkatan Darat
BABAK KEDUA: TEGUH DI GARIS TERDEPAN
– Bertugas di Kodam III/Siliwangi, menjaga kedaulatan tanah air
– Mengikuti misi perdamaian dunia sebagai bagian Kontingen Garuda di Irak (1992–1993) — membawa nama Indonesia ke kancah internasional
– Dipercaya menjadi ajudan dan sekretaris militer bagi empat Presiden RI berturut-turut: Try Sutrisno, B.J. Habibie, Abdurrahman Wahid, hingga Megawati Soekarnoputri
– Pangkat terakhir: Mayor Jenderal TNI — pensiun tahun 2009 setelah lebih dari 30 tahun menjaga negara
“Prajurit tak memilih tempat bertugas, melainkan menjaga di mana pun ditempatkan.”
BABAK KETIGA: SERAGAM TUKAR JAS, TETAP BERDIRI BAGI RAKYAT
– Bergabung dengan PDI Perjuangan, terpilih Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Barat IX (Majalengka, Subang, Sumedang) tahun 2009
– Kembali dipercaya rakyat — terpilih lagi pada 2014, 2019, dan 2024 — bukti kepercayaan yang tak pernah pudar
– Menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR RI, mengawal pertahanan, hubungan luar negeri, dan kedaulatan negara
– Maju sebagai Calon Gubernur Jawa Barat 2018 — mendedikasikan diri untuk kemajuan seluruh warga Jawa Barat
– Pendidikan tak dihentikan: meraih gelar Doktor, menulis pemikiran pertahanan negara, membuktikan ilmu dan pengabdian berjalan beriringan
BABAK TERKINI: TETAP DI TENGAH RAKYAT
Kini, di usia 74 tahun, TB Hasanuddin tak pernah menjauh dari akarnya. Bersama istri tercinta, Ika Eviolina, ia tetap pulang ke tanah kelahiran, mendengar suara warga, memperjuangkan keadilan bagi yang membutuhkan.
“Perjalanan saya belum selesai. Hanya jalurnya yang berbeda — tujuannya tetap sama: Majalengka maju, Jawa Barat sejahtera, Indonesia berdaulat.”
Reporter: Asep Iskandar
Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Majalengka, Jawa Barat








