- suaraanakkolong,co.id Pontianak, Rabu, 5/11/2025
Pontianak, – Rencana kedatangan KH. Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq ke Kalimantan Barat dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2025 terus menjadi sorotan publik. Meskipun sempat menuai penolakan dari berbagai elemen masyarakat muslim di Kalimantan Barat, panitia pelaksana memastikan kegiatan tetap akan dilaksanakan dengan dukungan sejumlah pihak.
Sejumlah video Penolakan Gus Muwafiq dari berbagai elemen masyarakat dan Aliansi Masyarakat Muslim Kalimantan Barat Bersatu dan Masyarakat Pencinta Rasulullah viral di media sosial.
Dalam salah satu video yang direkam di depan Rumah Adat Melayu Kota Pontianak itu, komunitas masyarakat yang menamakan dirinya Aliansi Masyarakat dan Ummat Muslim Kalimantan Barat Bersatu menyuarakan penolakan terhadap kedatangan Kiyai dari Jawa tersebut, hal ini karena KH. Ahmad Muwafiq dianggap pernah menistakan Nabi Muhammad SAW dalam beberapa ceramahnya di Pulau Jawa.
Dengan beredarnya Vidoe Ceramah Gus Muwafiq 5 tahun lalu yang beredar di media sosial, membuka sentiment negative bagi sebagian golongan ummat Islam di Kalimantan Barat.
Penolakan terhadap Gus Muwafiq terus berkembang di sebagian daerah Kalimantan Barat, terutama dari Masyarakat Muslim Kota Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, Singkawang, Sambas dan Tokoh Masyarakat Sekadau. Gerakan penolakan ini merupakan hal serius, karena menyangkut keamanan dan ketertiban umum di seluruh Kalimantan Barat.
Menanggapi hal itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalimantan Barat) mengeluarkan surat pernyataan resmi pada Senin (3/11/2025). Dalam surat tersebut, PWNU menegaskan bahwa mereka tidak termasuk bagian dari kelompok yang menolak kedatangan Gus Muwafiq.
PWNU menyampaikan, meski kelompok penolak mengatasnamakan pimpinan ormas keagamaan, pondok pesantren, dan umat Islam Kalbar, NU tidak menjadi bagian dari aliansi tersebut.
“PWNU Kalbar menilai tidak tepat menggunakan istilah aliansi seluruh umat Islam, karena tidak semua ormas Islam menyatakan penolakan,” tulis pernyataan resmi PWNU.
Sebagai organisasi keagamaan yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan moderasi beragama, NU menegaskan tetap berkomitmen menjaga kerukunan dan kebersamaan masyarakat Kalbar.
PWNU juga menilai bahwa ceramah-ceramah Gus Muwafiq selama ini tidak pernah menistakan Nabi Muhammad SAW, bahkan justru menonjolkan nilai keislaman, kebangsaan, dan kecintaan terhadap NKRI.
“Pengajian bukanlah sarana bermusuhan, melainkan ruang mempererat ukhuwah islamiyah dan kerukunan antar umat beragama di Kalbar,” tegas PWNU Kalbar dalam suratnya.
Dapat Desakan, Wagub Minta Kegiatan Ditunda
Sementara itu, Edi Suhardi, selaku panitia pelaksana kegiatan, mengungkapkan bahwa polemik tersebut berdampak pada perubahan lokasi kegiatan.
Menurut Edi, kegiatan awalnya direncanakan berlangsung di Alun-Alun Kapuas dan bahkan mendapat dukungan dari Wakil Gubernur Kalbar Krisantus, namun situasi berubah setelah muncul tekanan dari sejumlah pihak.
“Kegiatan awalnya di Alun-Alun Kapuas, dan sempat mendapat dukungan dari Wakil Gubernur Kalbar, Pak Krisantus. Tapi setelah muncul penolakan, beliau meminta agar kegiatan ditunda karena mendapat desakan dari berbagai pihak,” jelas Edi, Selasa (4/11/2025).
Panitia kemudian mencoba memindahkan lokasi kegiatan ke halaman Kantor Bupati Kubu Raya, namun tidak mendapat izin dari Bupati Kubu Raya, Sujiwo.
Dalam sebuah video yang dipublikasikan oleh akun BerkatnewsTV di TikTok, Sujiwo menjelaskan alasan pihaknya belum mengizinkan pelaksanaan pengajian di halaman kantor bupati.
“Kita tidak menolak, tapi belum mengizinkan. Dasarnya karena ada analisa dari BIN, kepolisian, dan BAIS yang menyarankan agar kegiatan tidak digelar di sana karena dikhawatirkan menimbulkan kekacauan,” ujar Sujiwo, Selasa (3/11/2025).
Hal yang sama juga muncul dalam rapat Forkopimda bersama Ormas yang digagas oleh Kepala Badan Kesbangpol Kota Pontianak di Ruang Rapat Walikota Pontianak pada hari Selasa, 4/11/2025. Intinya peserta rapat tidak setuju Kehadiran Penceramah Gus Muwafiq dalam Ceramah Kebangsaan di Kota Pontianak.
Sore harinya Muhammad Merza Berliandy, S.H., M.H. yang bergelar Pangeran Jaya Dilaga dari Kesultanan Kusuma Negara Sekadau, menyatakan menarik diri dari Penanggung Jawab Acara.
Berpindah Tempat, Kegiatan Tetap Dilaksanakan
Setelah berpindah dari beberapa rencana lokasi, panitia akhirnya memutuskan kegiatan tetap dilaksanakan. Edi Suhardi menyampaikan bahwa kedatangan Gus Muwafiq akan berlangsung pada Kamis (6/11/2025), dengan dua agenda utama:
- Peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren di Desa Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya, dan
- Pengajian umum di Rumah Adat Melayu Kota Pontianak.
“Kegiatan pengajian umum tetap kami laksanakan setelah berunding bersama berbagai pihak dan mendapat dukungan dari Kesultanan Delapan, PWNU Kalbar, serta ormas Islam lainnya seperti Muhammadiyah,” ujar Edi.
Edi juga menegaskan bahwa kegiatan ini murni untuk memperingati Hari Santri dan memperkuat ukhuwah antar umat Islam, bukan untuk menyinggung atau menantang pihak manapun.
“Kami mohon maaf bila ada pihak yang tersinggung. Tidak ada niat menyakiti siapa pun. Persiapan sudah dilakukan jauh hari. Mari kita saling menjaga kerukunan, karena perbedaan pendapat adalah rahmat dalam Islam,” tutupnya.
Sementara itu Ustaz Syahroni didampingi Panglima Kubu Sy. Mustafa Al Idrus bersama “Aliansi Ummat Muslim Kalimantan Barat Bersatu” dan Ormas terkait di seluruh Kalimantan Barat, tetap bersikukuh untuk menolak acara yang menghadirkan Gus Muwafiq di Kalimantan Barat. “apapun yang terjadi kami tetap dengan tegas menolak kehadiran Gus Muwafiq di Bumi Khatulistiwa.” Tegas Ustaz Syahrani (Nam)
Penulis : Denny Purwanto, S.Sos
Layanan Aduan dan Hak Jawab
Alamat: Jl. Pangeran Natakusuma Gg. Bambu No.10, Sungai Bangkong, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113
📧 Email: suaraanakkolong.co.id@gmail.com
📱 WhatsApp Admin Office: +62 895-2372-9167
📱 WhatsApp Tim Redaksi: +62 812-5673-5176
Media Sosial Resmi Suara Anak Kolong
📘 Facebook: @suaraanakkolong.co.id
📸 Instagram: @suaraanakkolong.co.id
🎵 TikTok: @suaraanakkolong.co.id
🐦 Twitter (X): @suaraanakkolong
▶️ YouTube: Suara Anak Kolong Channel
🌐 Website: www.suaraanakkolong.co.id









