Home / Daerah / Pontianak

Selasa, 28 Oktober 2025 - 10:50 WIB

Melalui Kolaborasi lintas elemen bangsa, Organisasi Kepemudaan harus bersatu untuk membangun Indonesia maju, tentram dan damai.

suaraanakkolong.co.id Selasa, 28/10/2025

Pontianak – Tanggal 28 Oktober merupakan hari yang sangat bersejarah dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia, dan diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Peristiwa ini menjadi salah satu tonggak sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia melawan kolonialisme Belanda.

Pangeran Sri Negara Kesultanan Pontianak, Syarif Mahmud Alqadrie, S.H. mengungkapkan bahwa “Lahirnya Sumpah Pemuda memiliki sejarah yang sangat panjang. Peristiwa Sumpah Pemuda terjadi jauh sebelum Indonesia merdeka yaitu tahun 1928. Banyak lika liku yang harus dilalui oleh para pemuda saat itu terutama dalam hal menyatukan pikiran mereka.” Ujar Syarif Mahmud Alqadrie

“Sumpah Pemuda yang digagas oleh beberapa pemuda pergerakan Bangsa seperti Muhammad Yamin, Soegondo Djojopoespito, Wage Rudolf Soepratman, Djoko Marsaid, Amir Syarifuddin Harahap, Sie Kong Liong, Kartosoewirjo, Sarmidi Mangunsarkoro, Johannes Leimena, Soenario Sastrowardoyo, dan pemuda lainnya di seluruh Indonesia, merupakan tonggak sejarah yang tidak bisa dilupakan oleh generasi muda saat ini.” Ungkap Pangeran Sri Negara

“Untuk menuju kejayaan bangsa dan menyatukan bangsa Indonesia yang sangat majemuk, kita harus kembali ke khittah 28 Oktober 1928. Seluruh elemen bangsa harus bersatu dan berkolaborasi untuk membangun bangsa menuju Indonesia maju, damai dan tenteram. Tidak boleh ada lagi ego sentris antar organisasi kemasyarakatan, terutama ormas Melayu di Kota Pontianak.” Imbuh Syarif Mahmud Alqadrie

Lebih lanjut Syarif Mahmud Alqadrie menegaskan, sesuai Pasal 3 UU RI Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Pembangunan kepemudaan bertujuan untuk terwujudnya pemuda yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, cerdas, kreatif, innovative, mandiri, demokratis, bertanggungjawab, berdaya saing, serta memiliki jiwa kepemimpinan, kewirausahaan, kepeloporan dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemuda Pontianak harus cerdas, jangan mudah ter asut, terprovokasi untuk merongrong pemerintah yang sah.” Tegas Syarif Mahmud

Baca Juga  Kapolsek Sungai Kakap Gelar Syukuran Hari Bhayangkara ke-79 Bersama Nelayan dan Warga

Tujuan awal dari Sumpah Pemuda untuk mempersatukan para pemuda Indonesia demi tercapainya kemerdekaan bangsa Indonesia.

Kesamaan semangat, tujuan dan penderitaan akibat hidup terjajah oleh bangsa asing, para pemuda kala itu berhasil membentuk Kongres Pemuda yang berasal dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPPI), organisasi pelajar dari seluruh penjuru penjuru Indonesia.

Nah, untuk melahirkan rumusan Sumpah Pemuda seperti yang kita kenal saat ini, harus melewati dua kongres. Kongres Pemuda I diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 30 April – 2 Mei 1926.

Hal krusial yang dibahas saat itu adalah gagasan persatuan, peran perempuan, peran agama, dan peran bahasa dalam persatuan dan kesatuan.

Kongres Pemuda II digelar di tiga tempat berbeda. Rapat pertama di Gedung Katholieke Jongenlingen (KJB), Lapangan Banteng pada 27 Oktober 1928.

Rapat keduanya diselenggarakan pada hari berikutnya, 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop. Rapat ketiga diselenggarakan di hari yang sama di Gedung Indonesische Clubhuis Kramat.

Baca Juga  Ramadhan Penuh Berkah, Sat Lantas Polresta Pontianak Berbagi dengan Anak Panti Asuhan Nur Illahi

Kongres Pemuda II ditutup dengan pengumuman rumusan hasil Kongres Pemuda yang sudah disepakati oleh semua tokoh yang hadir. Rumusan itulah yang akhirnya menjadi bunyi Sumpah Pemuda yang kita kenal sampai saat ini.

Akhirnya. tahun 1928 menjadi salah satu tahun paling bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada tahun 1928, para pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda sebagai bentuk semangat perjuangan berdirinya bangsa Indonesia yang merdeka dari penjajah. Isi teks Sumpah Pemuda yang dibacakan pertama kali oleh Soegondo Djojopoespito tersebut berbunyi:

PERTAMA.

 KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,

MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE,

TANAH INDONESIA.

KEDOEA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,

MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,

BANGSA INDONESIA.

KETIGA.

KAMI POETERA DAN POETERI INDONESIA,

MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN,

BAHASA INDONESIA.

Reporter : Muammar Michrandy

Editor : Denny Purwanto, S.Sos

Layanan Aduan dan Hak Jawab
Alamat: Jl. Pangeran Natakusuma Gg. Bambu No.10, Sungai Bangkong, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113
📧 Email: suaraanakkolong.co.id@gmail.com
📱 WhatsApp Admin Office: +62 895-2372-9167
📱 WhatsApp Tim Redaksi: +62 812-5673-5176

Media Sosial Resmi Suara Anak Kolong
📘 Facebook: @suaraanakkolong.co.id
📸 Instagram: @suaraanakkolong.co.id
🎵 TikTok: @suaraanakkolong.co.id
🐦 Twitter (X): @suaraanakkolong
▶️ YouTube: Suara Anak Kolong Channel
🌐 Website: www.suaraanakkolong.co.id

 

Share :

Baca Juga

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat

Anak kolong

GAPASDAP Tolak Surat Edaran Ditjen Hubla Tentang SPB

Anak kolong

Notulen Rapat Menjadi Rujukan Mayoritas Warga Darma Putra

Anak kolong

Dian Eka Muchairi hadiri kegiatan Workshop Digital Marketing, Level up Your AI Skill “Branding & Storytelling Di Era Kecerdasan Buatan”

Anak kolong

Kuliah Umum STBHB Kupas Peran Strategis Generasi Muda Dalam Pembangunan NKRI, Pendidikan Jadi Senjata Mengubah Bangsa

Anak kolong

DPD Hanura Kalbar Tampil dengan Semangat Perubahan, “Daerah Berjaya, Indonesia Sejahtera”