SUARAANAKKOLONG.CO.ID, Pontianak – 7 Oktober 2025 – Pemerintah terus mendorong program digitalisasi distribusi BBM bersubsidi bagi nelayan kecil di Kalimantan Barat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyimpangan penyaluran BBM yang selama ini menjadi masalah di sektor perikanan.
Untuk tahun 2025, pemerintah menetapkan alokasi BBM bersubsidi sebesar 19,41 juta kiloliter (kl), terdiri dari minyak tanah 0,52 juta kl dan solar 18,89 juta kl. Sedangkan untuk LPG 3 kg, alokasi mencapai 8,2 juta metrik ton. Target ini mengalami sedikit penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 19,58 juta kl, sebagai bagian dari strategi efisiensi agar subsidi lebih tepat sasaran. Subsidi solar tetap dipertahankan Rp1.000 per liter untuk meringankan beban nelayan.
Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, menegaskan, “Melalui aplikasi XTAR, kami meningkatkan akurasi distribusi BBM bersubsidi nelayan. Dengan digitalisasi ini, proses surat rekomendasi yang sebelumnya manual kini lebih mudah dan cepat.”
![]()
Di Kalimantan Barat, sebagian nelayan kecil mengalami kesulitan mengakses solar bersubsidi karena proses administrasi yang rumit dan kurangnya informasi. Dari kuota yang dialokasikan, realisasi penyerapan solar subsidi oleh nelayan hanya sekitar 26 persen, sementara sisanya diduga diserap sektor lain.
Digitalisasi distribusi di Kalimantan Barat dilakukan melalui sistem QR Code MyPertamina, di mana nelayan kecil yang terdaftar di Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalimantan Barat dapat membeli solar subsidi dengan lebih mudah. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, mengatakan, “Sistem ini mungkin masih baru bagi nelayan, namun penting untuk mencegah penyimpangan dan memastikan subsidi tepat sasaran.”
Selain itu, pemerintah membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di beberapa titik strategis di Kalimantan Barat untuk memudahkan akses solar subsidi bagi nelayan kecil. Saat ini, terdapat 404 SPBUN beroperasi di seluruh Indonesia, dengan beberapa unit tambahan sedang dalam pembangunan, termasuk di wilayah Kalimantan Barat.
BUMN perikanan juga mendukung penyaluran BBM bersubsidi di Kalimantan Barat. PT Perikanan Indonesia, anggota holding BUMN pangan ID Food, menyalurkan solar subsidi melalui SPBUN setempat agar nelayan dengan kapal di bawah 30 GT dapat melaut tanpa terbebani harga bahan bakar tinggi.
Alokasi kuota solar bersubsidi APBN 2025 dipatok 19 juta kl, dengan realisasi diproyeksikan 17,88 juta kl atau 99,5 persen dari total alokasi. Program digitalisasi dan pembangunan SPBUN diharapkan dapat memastikan BBM bersubsidi sampai ke nelayan kecil secara tepat sasaran di seluruh Kalimantan Barat.
—
Media Suara Anak Kolong
Sumber/Penulis: Denny Purwanto.S.sos
Editor: Amarizar.MD
Red.
Layanan Aduan dan Hak Jawab
Alamat: Jl. Pangeran Natakusuma Gg. Bambu No.10, Sungai Bangkong, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113
📧 Email: suaraanakkolong.co.id@gmail.com
📱 WhatsApp Admin Office: +62 895-2372-9167
📱 WhatsApp Tim Redaksi: +62 812-5673-5176
Media Sosial Resmi Suara Anak Kolong
📘 Facebook: @suaraanakkolong.co.id
📸 Instagram: @suaraanakkolong.co.id
🎵 TikTok: @suaraanakkolong.co.id
🐦 Twitter (X): @suaraanakkolong
▶️ YouTube: Suara Anak Kolong Channel
🌐 Website: www.suaraanakkolong.co.id








