Home / Anak kolong / Nasional

Selasa, 9 September 2025 - 08:50 WIB

Presiden Prabowo Reshuffle Kabinet, Purbaya resmi gantikan Sri Mulyani

suaraanakkolong,co.id Pontianak 8/9/2025

Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih, berdasarkan Keputusan Presiden nomor 86 Tahun 2025. Hal ini diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi didampingi Sekretaris Kabinet Letkol TNI TeddyIndra Wijaya di Istana Negara pada senin sore tanggal 8 September 2025.

“Bapak Presiden telah menandatangi Keputusan Presiden tentang pengangkatan menteri dan wakil menteri yang akan menjabat di kemeneterian haji dan umroh. Sekaligus Bapak Presidenmemutuskan untuk melakukan perubahan susunan kabinet merah putih pada beberapa jabatan kementerian, diantaranya yang pertama Kementerian Koordinator Politik dan
Keamanan, yang kedua Kementerian Keuangan, yang ketiga Kementeriani Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, keempat Kementerian Koperasi, kelima Kementerian Pemuda dan Olahraga. Untuk enam kementerian yang tadi kami sebutkan, satu adalah Kementerian yang baru, dan lima adalah kementerian yang terjadi perubahan susunan yang menjabat, maka sore pada sore hari ini akan dilakukan pelantikan di Istana Negara.” Jelas Prasetyo Hadi

Menteri Keuangan Sri Mulyani diganti oleh Purbaya Yudhi Sadewa, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi digantikan oleh Dr. Ferry Yuliantono yang sebelumnya menjabat wakil menteri Koperasi di Kabinet Merah Putih. Kader Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) digantikan oleh Mukhtarruddin. Kadir yang sebelumnya viral di medsos setelah fotonya beredar sedang bermain domino bersama menteri kehutanan Raja Juli Antoni dan Azis Wellang. Yang jadi pertanyaan nitizen, kenapa Abdul Kadir Karding diganti, sementara Kader PSI Raja Juli masih tetap dipertahankan. Ketika ditanya seputar pencopotan Kadir oleh awak media, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, menanggapinya dengan santai “Saya gak tahu, setiap kabinet adalah kewenangan presiden, dirinya tidak tahu apakah peristiwa itu terkait dengan keputusan Presiden tentang perombakan kabinet,” katanya di Kompleks Istana Negara,

Menteri lainnya yang terkena rusuffle adalah Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Budi Gunawan. Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo. Sementara itu di nomenklatur Kementerian yang baru Kabinet Merah Putih, Menteri Urusan Haji dan Umroh Muhammad Irfan Yusuf serta Wakil Menteri Urusan Haji dan Umroh Dahnil Anzar Simanjuntak resmi
dilantik sore ini oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Baca Juga  Optimisme Kemenkum Aceh Raih Predikat WBK Usai Ikuti Evaluasi TPI

Untuk posisi Menkopolkam dan Menpora sampai acara Pelantikan Menteri yang baru, belum diumumkan siapa penggantinya, masih dalam posisi kosong dan kemungkinan akan dijabat oleh Pejabat ad interim. Hal ini menimbulkan tanda tanya dari banyak pengamat, terutama pengamat bidang politik dan keamanan.

Penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan mendapat reaksi dari berbagai pihak, terutama pengamat bidang keuangan dan pasar modal. Karena minimnya publikasi tentang profil dari Purbaya, yang sebelumnya menjabat sebagai Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 58 Tahun 2020 tanggal 3 September 2020, kurang dikenal oleh masyarakat Indonesia secara luas.

Purbaya memiliki riwayat pendidikan yang mumpuni, ia memperoleh gelar Sarjana Teknik Elektro dari Institute Teknologi Bandung, memperoleh gelar Master of Science (MSc) dan gelar Doktor di bidang ilmu ekonomi dari Purdue University, Indiana Amarika Serikat.

Sebelum menjabat sebagai ketua Dewan Komisoner LPS, Purbaya pernah menduduki jabatan seperti Deputy Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Mei 2018 hingga September 2020). Staf khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Juli 2016 hingga Mei 2018. Staf Khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Politik, hukum dan Keamanan, di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, (Nopember 2015 hingga 2016).

Lalu ia menjabat sebagai Deputy III Bidang Pengelolaan Isu Strategis, Kantor Staf Presiden Republik Indonesia (April 2015-September 2015). Staf khusus Bidang Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2010-2014), Anggota Komite Ekonomi Nasional (2010-2014, Wakil Ketua Satgas Penanganan dan Penyelesaian Kasus (Debottlenecking), yang lebih dikenal dengan “Pokja IV”, dibawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Juni 2016 hingga sekarang). Kemudian, ia dipercayakan sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (2016 hingga sekarang) dan Anggota Indonesia Economic Forum (2015 hingga sekarang).

Sebelum terjun di Pemerintahan, Purbaya memulai karirnya sebagai Field Engineer di Schlumberger Overseas (1989 hingga 1994). Senior Ecomist di Danareksa Research Institute (0ktober 2000 hingga Juli 2005). Direktur Utama PT. Dana Reksa Securities (April 2006 hingga Oktober 2008). Chief Economist Danareksa Research Institute (Juli 2005 hingga Maret 2013). Dan anggota Dewan Direksi PT. Dana Reksa (Persero) (Maret 2013 hingga April 2015).

Baca Juga  Dibawah Teriknya Matahari, Satgas TMMD ke-125 Kodim Sintang Tetap Semangat Bangun Desa

Nurman Abdul Mukmin, salah seorang pemerhati jasa keuangan dan Pasar Tradisonal di Pontianak Kalimantan Barat, ketika dimintai pendapatnya oleh awak media suara anak kolong terkait pengantian Menteri Keuangan, mengatakan “kami melihat latar belakang keilmuan dan riwayat pekerjaan serta penugasan di berbagai bidang dan sektor ekonomi, kami yakin dan optimis, Doktor Purbaya memiliki kapasitas dan kapabilitas untuk menahkodai Kementerian Keuangan. Dan Bapak Presiden Prabowo Subianto sudah tepat memilih Doktor Purbaya sebagai Bendahara Negara melanjutkan perjuangan Prof. Dr. Sri Mulyani Indarwati untuk sisa masa bakti 2024-2029. Kalaupun ada reaksi negative dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, itu hanyalah reaksi sementara, nanti juga akan normal kembali.” Ungkap Nurman.

Kalau kita lihat dari catatan Bank Indonesia, cadangan devisa mencapai USD 150,7 milyar atau per akhir Agustus 2025. Cadangan devisa tersebut menurun 1,3 milyar dolar Amerika atau Rp.21,3 triliun dari bulan sebelumnya sebesar USD 152,0 milyar.

Menurut data dan informasi dari Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), penurunan tersebut terjadi karena pembayaran hutang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Sentral yang menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang telap tinggi.

“Kami melihat posisi cadangan devisa pada akhir Agustus 2025 setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada diatas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Apabila posisi seperti ini terus terjadi, maka Neraca Pembayaran luar negeri Indonesia akan sulit di stabilkan dan akan berdampak pada berbagai sektor ekonomi lainnya. Kami berharap, Menteri Keuangan yang baru saja dilantik, dapat menstabilkan nilai tukar rupiah, dan meningkatkan cadangan devisa dari sektor non pajak” harap Nurman.


Media Suara Anak Kolong
Sumber/Penulis: Rudy Priyatna
Editor: Denny Purwanto


Layanan Aduan dan Hak Jawab
Alamat: Jl. Pangeran Natakusuma Gg. Bambu No.10, Sungai Bangkong, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113
📧 Email: suaraanakkolong.co.id@gmail.com
📱 WhatsApp Admin Office: +62 895-2372-9167
📱 WhatsApp Tim Redaksi: +62 812-5673-5176


Media Sosial Resmi Suara Anak Kolong
📘 Facebook: @suaraanakkolong.co.id
📸 Instagram: @suaraanakkolong.co.id
🎵 TikTok: @suaraanakkolong.co.id
🐦 Twitter (X): @suaraanakkolong
▶️ YouTube: Suara Anak Kolong Channel
🌐 Website: www.suaraanakkolong.co.id

Share :

Baca Juga

Anak kolong

East Indonesia Malacca Project Institute Akan Laporkan PT Brantas dan CV Project Lima Belas ke Kejati Sultra Terkait Dugaan Proyek Irigasi APBN Rp600 Juta di Desa Puroe Konsel

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak
GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat

Anak kolong

GAPASDAP Tolak Surat Edaran Ditjen Hubla Tentang SPB

Anak kolong

Ketua Gerindra Kalbar H. Yuliansyah Apresiasi Konsistensi PPP di Usia Emas ke-53
*HUT LVRI ke-69: H. Yuliansyah, S.E. Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Juang bagi Generasi Milenial** *

Anak kolong

HUT LVRI ke-69: H. Yuliansyah, S.E. Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Juang bagi Generasi Milenial