Wagub Kalbar Sindir Keras Perusahaan Tambang: “Sudah Kuras Triliunan, Nyumbang Cuma 1,5 Juta”

SUARAANAKKOLONG.CO.ID, Pontianak – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menyampaikan kritik tajam terhadap perusahaan-perusahaan tambang emas yang beroperasi di Kalimantan Barat. Ia menyoroti minimnya kontribusi sosial perusahaan tambang terhadap masyarakat dan pelestarian budaya lokal, terutama dalam ajang tahunan seperti Pekan Gawai Dayak.

Dalam sambutannya saat membuka Pekan Gawai Dayak ke-39 pada Selasa (20/5/2025), Krisantus menyatakan kekecewaannya terhadap perusahaan-perusahaan tambang yang menurutnya hanya mengambil keuntungan dari bumi Kalbar tanpa memberikan timbal balik yang sepadan kepada masyarakat adat.

“Ini mungkin sudah ratusan triliun duit dikeruk dari Kalimantan Barat memanfaatkan Sumber Daya Alam Kalimantan Barat, nyumbang 1,5 juta. Masa nyumbang 1,5 juta. Itu kalau mereka hadir, saya tunjuk biji matanya. Memang kurang ajar,” tegas Krisantus dengan nada tinggi.

Baca Juga  Polresta Pontianak Perketat Pengamanan Gudang Penyimpanan Logistik Hasil Pemilu 2024

CSR Jangan Sekadar Pencitraan

Krisantus menilai bahwa tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tidak boleh dijalankan hanya sebagai formalitas atau sekadar pencitraan. Ia menekankan bahwa dukungan terhadap kegiatan budaya seperti Gawai Dayak seharusnya menjadi bagian integral dari tanggung jawab etis perusahaan terhadap masyarakat lokal.

“Kalau mereka sudah mengambil dari tanah ini, paling tidak masyarakat yang punya tanah harus bisa merasakan hasilnya. Bukan cuma mengeruk dan pergi tanpa bekas,” lanjutnya.

Rakyat Harus Jadi Subjek Pembangunan

Lebih jauh, Wakil Gubernur menegaskan bahwa Kalimantan Barat tidak boleh hanya menjadi objek eksploitasi sumber daya, tetapi harus menjadi subjek pembangunan. Ia juga memperingatkan perusahaan yang enggan patuh terhadap aturan dan tidak menunjukkan kontribusi sosial yang nyata.

Baca Juga  Kasdim 1014/Pbn Hadiri Upacara Hardiknas 2025, Tegaskan Komitmen TNI Dukung Pendidikan Nasional

“Kalau tidak mau ikut aturan pemerintah, mending angkat kaki jak,” katanya tegas.

Pernyataan keras ini memperkuat posisi Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam menuntut perusahaan tambang, khususnya yang bergerak di sektor emas, agar tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga hadir secara nyata dalam mendukung pembangunan sosial, ekonomi, dan pelestarian budaya masyarakat adat Kalbar.


Media Suara Anak Kolong
Sumber/Penulis: Tim Redaksi
Editor: Amarizar.MD
Red. Sri Sundari

Share :

Baca Juga

Anak kolong

East Indonesia Malacca Project Institute Akan Laporkan PT Brantas dan CV Project Lima Belas ke Kejati Sultra Terkait Dugaan Proyek Irigasi APBN Rp600 Juta di Desa Puroe Konsel

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak
GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat

Anak kolong

GAPASDAP Tolak Surat Edaran Ditjen Hubla Tentang SPB

Anak kolong

Ketua Gerindra Kalbar H. Yuliansyah Apresiasi Konsistensi PPP di Usia Emas ke-53
*HUT LVRI ke-69: H. Yuliansyah, S.E. Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Juang bagi Generasi Milenial** *

Anak kolong

HUT LVRI ke-69: H. Yuliansyah, S.E. Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Juang bagi Generasi Milenial