SUARAANAKKOLONG.CO.ID Pontianak, 30 April 2025 Kalbar – Dalam semangat mempererat persaudaraan dan memperkuat harmoni antar etnis, Paguyuban Jawa Kalimantan Barat (PJKB) menggelar acara Silaturahmi dan Halal Bihalal pada Rabu, 30 Mei 2025, di Aula Rektorat Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak. Acara ini berlangsung meriah dengan nuansa kekeluargaan yang kental, dengan diiringi pertunjukan Karawitan Khas Jawa dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting Kalimantan Barat serta perwakilan organisasi masyarakat lintas budaya.
Tampak hadir dalam acara tersebut Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili oleh Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalbar, Drs. Manto, M.Si., Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalbar yang diwakili oleh Asintel Kajati, Taliwondo, S.H., M.H., serta perwakilan dari Bank Kalbar, R.S.M. Al Amin B.A., S.E., M.E. Hadir pula perwakilan dari Polda Kalbar dan para ketua organisasi lintas 24 etnis se-Kalimantan Barat.
Dr. Purwanto, S.H., M.Hum., FCBArb., FIIArb., Ketua Paguyuban Jawa Kalbar, dalam sambutannya menegaskan pentingnya halal bihalal sebagai momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kontribusi warga Jawa dalam pembangunan Kalimantan Barat. “Kita hadir di sini bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga untuk membangun semangat gotong royong lintas suku dan agama. Paguyuban ini harus menjadi wadah inklusif yang menjunjung nilai-nilai luhur serta aktif dalam pembangunan sosial dan budaya Kalbar,” ujar Dr. Purwanto.
Sementara itu, Drs. Manto, M.Si, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Kalbar, yang mewakili Gubernur Kalimantan Barat, memberikan apresiasi atas inisiatif Paguyuban Jawa Kalbar dalam menjaga kondusifitas daerah dan mempererat silaturahmi antar etnis di Kalimantan Barat. “Pemerintah sangat mengapresiasi kegiatan ini yang menjadi ruang penguat nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan. Kegiatan ini mencerminkan semangat inklusif dan gotong royong yang menjadi kekuatan Kalbar dalam membangun masa depan bersama,” ujar Drs. Manto.
Edi Suhairul, S.Pd.I, Sekretaris Umum Paguyuban Jawa Kalbar, menyampaikan bahwa organisasi ini memiliki peran strategis dalam menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah serta memperkuat integrasi sosial. “Kami terus membuka ruang dialog, menjalin sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, dan menjaga nilai-nilai toleransi. Paguyuban ini bukan hanya milik etnis Jawa, tetapi juga bagian dari kebhinekaan Kalbar,” ungkapnya.
Salah satu tokoh yang hadir, Markus, mewakili Dewan Adat Dayak (DAD), mengapresiasi kegiatan ini sebagai wadah yang memperkuat jalinan kebersamaan lintas suku dan budaya. “Ini adalah contoh nyata bagaimana keberagaman bukan menjadi penghalang, tetapi justru menjadi kekuatan. Kita semua di sini adalah saudara, terlepas dari asal-usul budaya. Kegiatan seperti ini penting untuk terus digalakkan,” ujar Markus.
Acara ini juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya seperti Karawitan Madyo Laras Junior PJKB, Kesenian Kuda Lumping Satrio Mudo Joyo (SMJ) PJKB, serta Tausiyah Halal Bihalal oleh Ustad Nurkholik, Pengasuh Ponpes Darul Fikri, yang menyampaikan pentingnya mempererat tali silaturahmi antar etnis.
Dengan semangat kebersamaan yang terjalin selama acara ini, Paguyuban Jawa Kalimantan Barat berharap dapat terus berperan sebagai kekuatan sosial budaya yang inklusif, solutif, dan kolaboratif dalam memajukan Kalimantan Barat.
Media Suara Anak Kolong
Editor: Amarizar.MD
Red.: Sri Sundari









