Ketua DPW BAIN HAM RI Kalbar Dukung Penuh KPK RI Geledah Kantor PUPR Mempawah

Oplus_131072

Oplus_131072

SUARAANAKKOLONG.CO.ID, Mempawah, 27 April 2025 — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Badan Advokasi Investigasi Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (DPW BAIN HAM RI) Kalimantan Barat, Syafriudin, CLA, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI dalam menggeledah Kantor Dinas PUPR Kabupaten Mempawah, baru-baru ini.

“Kami mendukung sepenuhnya peran penting KPK dan Aparat Penegak Hukum (APH) dalam membongkar praktik korupsi, khususnya di Kalbar,” tegas Syafriudin saat diwawancarai awak media, Minggu (27/4/2025).

Lebih jauh, Syafriudin menyoroti kinerja Dinas PUPR Kabupaten Mempawah yang selama ini dinilainya patut dipertanyakan. Ia mengungkapkan bahwa kondisi kantor PUPR Mempawah sering kali kosong dan hanya diisi oleh sejumlah staf biasa.

Baca Juga  Satres Narkoba Polresta Pontianak Gagalkan Peredaran 1 Kg Sabu Tujuan Kalimantan Tengah, Pelaku Dibekuk di Pontianak Utara

“Sering sekali kantor PUPR Mempawah kosong. Yang ada paling hanya staf-staf biasa. Ini sangat memprihatinkan, dan menunjukkan lemahnya pengawasan serta etos kerja,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Syafriudin juga menyinggung kasus dugaan korupsi Balai Pengujian Kendaraan Bermotor dan Terminal Barang (BP2TD) yang menyeret mantan Bupati Mempawah. Ia mendesak KPK RI untuk segera mengungkap seluruh aktor yang terlibat dalam skandal tersebut.

“Kasus BP2TD harus segera diungkap terang-benderang. Uang rakyat jangan sampai dijadikan bancakan untuk kepentingan pribadi. Penegakan hukum tidak boleh pandang bulu,” tegas Syafriudin.

Baca Juga  Tim Kuasa Hukum Nilai Penetapan Ketua Bawaslu Pontianak sebagai Tersangka Korupsi Dana Hibah Pilkada 2024 Lemah

Diketahui, penggeledahan yang dilakukan KPK RI di Kantor PUPR Mempawah tersebut diduga kuat berkaitan dengan dugaan korupsi dalam proyek BP2TD yang nilainya mencapai miliaran rupiah. Langkah ini mendapat apresiasi luas dari berbagai elemen masyarakat Kalimantan Barat.

Syafriudin memastikan bahwa DPW BAIN HAM RI Kalimantan Barat akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga tuntas.

“Kita tidak ingin hanya ikan kecil yang ditangkap. Dalang-dalang besar harus bertanggung jawab di hadapan hukum. Ini momentum penting membersihkan Kalbar dari praktik-praktik korupsi,” pungkasnya.


Editor: Amarizar.MD
Red. Tim

Share :

Baca Juga

Kalimantan Barat

Wujud Kepedulian, KBAK Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Pribadi Bapak Edi Kamtono untuk Anggota yang Membutuhkan

Artikel

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Anak Kolong (KBAK) Kalbar Gelar Safari Lebaran ke Kediaman Tokoh dan Pimpinan Daerah

Daerah

Kodaeral XII Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Kapuas pada Hari Ketiga Operasi SAR

Anak kolong

East Indonesia Malacca Project Institute Akan Laporkan PT Brantas dan CV Project Lima Belas ke Kejati Sultra Terkait Dugaan Proyek Irigasi APBN Rp600 Juta di Desa Puroe Konsel

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak
GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat