KUBU RAYA, SUARA ANAK KOLONG – Kematian seorang santri bernama Irfan Zaki Azizi (16) yang menyisakan tanda tanya memicu langkah cepat dari Tim Hukum Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Kalimantan Barat. Guna menguak fakta di balik insiden tersebut, tim hukum melakukan investigasi langsung ke lokasi kejadian di Pesantren Labbaik Indonesia, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Selasa (31/3/2026).
Tim investigasi yang dipimpin langsung oleh Ruhermansyah bersama Sekretaris Muhammad Merza Berliandy, serta anggota Yudit EF dan Ana Mailani, menyisir secara mendetail lingkungan pesantren. Peninjauan mencakup sejumlah fasilitas vital, mulai dari koridor, asrama, kamar yang ditempati korban, ruang guru, kelas, perpustakaan, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), hingga area kediaman pengurus asrama.
”Kami datang untuk mendapatkan fakta terkait kondisi pesantren, aspek keamanan, serta pola pembinaan. Kami ingin memahami struktur dan situasi di dalam secara langsung,” tegas Ruhermansyah, Rabu (1/4/2026).
![]()
Dari hasil investigasi lapangan ini, tim hukum KAHMI Kalbar mengonfirmasi telah mengantongi sejumlah informasi dan fakta terbaru. Temuan krusial tersebut termasuk adanya tambahan saksi yang akan segera dikoordinasikan dengan pihak penyidik kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Sekretaris Tim, Muhammad Merza Berliandy atau yang akrab disapa Mimi, menambahkan bahwa tinjauan lokasi ini sangat krusial untuk sinkronisasi data dari berbagai pihak—baik dari keluarga korban, aparat penegak hukum, maupun catatan medis dari pihak rumah sakit.
![]()
”Kami melihat langsung kondisi pesantren agar bisa memahami situasi pendidikan di tempat kejadian perkara. Termasuk kamar asrama yang dihuni sekitar 20 hingga 24 santri dengan fasilitas tempat tidur bertingkat,” ungkap Mimi.
Ke depan, tim hukum memastikan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menentukan langkah strategis selanjutnya, termasuk tidak menutup kemungkinan untuk mendorong dilakukannya autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.
”Ini adalah bagian dari upaya menggali fakta dan data akurat. Kami ingin memastikan apa sebenarnya yang terjadi, apakah murni terkait konsumsi obat atau ada faktor lain. Semuanya harus terang benderang dan tidak ada yang ditutupi,” tegas Mimi.
![]()
Meski tengah berada dalam suasana libur Idulfitri, pihak pengelola pesantren disebut bersikap kooperatif selama proses investigasi berlangsung. Namun, saat dikonfirmasi oleh awak media terkait peristiwa nahas ini, salah satu pengurus pesantren, Ustad Aziz, masih enggan memberikan keterangan resminya.
Sebagai informasi, almarhum Irfan Zaki Azizi merupakan putra dari pasangan Ahmad Edi Santoso dan Nur Hasanah yang berasal dari Kabupaten Kayong Utara. Remaja tersebut tengah menempuh pendidikan di SMA Tahfizhul Qur’an Labbaik di Jalan Parit Kerakah, Kubu Raya. Zaki dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (13/3/2026) pagi di RSU Santo Antonius Pontianak dengan penyebab kematian yang hingga kini masih terus didalami.
Penulis : Rudi Priyatna
Editor : Denny








