Home / Pontianak

Kamis, 2 April 2026 - 01:28 WIB

Misteri Kematian Santri di Kubu Raya: Tim Hukum KAHMI Kalbar Turun Langsung Investigasi Pesantren Labbaik

​KUBU RAYA, SUARA ANAK KOLONG – Kematian seorang santri bernama Irfan Zaki Azizi (16) yang menyisakan tanda tanya memicu langkah cepat dari Tim Hukum Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Kalimantan Barat. Guna menguak fakta di balik insiden tersebut, tim hukum melakukan investigasi langsung ke lokasi kejadian di Pesantren Labbaik Indonesia, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Selasa (31/3/2026).

​Tim investigasi yang dipimpin langsung oleh Ruhermansyah bersama Sekretaris Muhammad Merza Berliandy, serta anggota Yudit EF dan Ana Mailani, menyisir secara mendetail lingkungan pesantren. Peninjauan mencakup sejumlah fasilitas vital, mulai dari koridor, asrama, kamar yang ditempati korban, ruang guru, kelas, perpustakaan, ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), hingga area kediaman pengurus asrama.
​”Kami datang untuk mendapatkan fakta terkait kondisi pesantren, aspek keamanan, serta pola pembinaan. Kami ingin memahami struktur dan situasi di dalam secara langsung,” tegas Ruhermansyah, Rabu (1/4/2026).

Baca Juga  GAPASDAP Tolak Surat Edaran Ditjen Hubla Tentang SPB


​Dari hasil investigasi lapangan ini, tim hukum KAHMI Kalbar mengonfirmasi telah mengantongi sejumlah informasi dan fakta terbaru. Temuan krusial tersebut termasuk adanya tambahan saksi yang akan segera dikoordinasikan dengan pihak penyidik kepolisian untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

​Sekretaris Tim, Muhammad Merza Berliandy atau yang akrab disapa Mimi, menambahkan bahwa tinjauan lokasi ini sangat krusial untuk sinkronisasi data dari berbagai pihak—baik dari keluarga korban, aparat penegak hukum, maupun catatan medis dari pihak rumah sakit.


​”Kami melihat langsung kondisi pesantren agar bisa memahami situasi pendidikan di tempat kejadian perkara. Termasuk kamar asrama yang dihuni sekitar 20 hingga 24 santri dengan fasilitas tempat tidur bertingkat,” ungkap Mimi.

​Ke depan, tim hukum memastikan akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menentukan langkah strategis selanjutnya, termasuk tidak menutup kemungkinan untuk mendorong dilakukannya autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian korban.
​”Ini adalah bagian dari upaya menggali fakta dan data akurat. Kami ingin memastikan apa sebenarnya yang terjadi, apakah murni terkait konsumsi obat atau ada faktor lain. Semuanya harus terang benderang dan tidak ada yang ditutupi,” tegas Mimi.

Baca Juga  Satgas Preventif OMB Kapuas Polda Kalbar menurunkan Polwan Laksanakan Patroli Humanis Menjelang Pemilu 2024.


​Meski tengah berada dalam suasana libur Idulfitri, pihak pengelola pesantren disebut bersikap kooperatif selama proses investigasi berlangsung. Namun, saat dikonfirmasi oleh awak media terkait peristiwa nahas ini, salah satu pengurus pesantren, Ustad Aziz, masih enggan memberikan keterangan resminya.

​Sebagai informasi, almarhum Irfan Zaki Azizi merupakan putra dari pasangan Ahmad Edi Santoso dan Nur Hasanah yang berasal dari Kabupaten Kayong Utara. Remaja tersebut tengah menempuh pendidikan di SMA Tahfizhul Qur’an Labbaik di Jalan Parit Kerakah, Kubu Raya. Zaki dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (13/3/2026) pagi di RSU Santo Antonius Pontianak dengan penyebab kematian yang hingga kini masih terus didalami.

Penulis : Rudi Priyatna

Editor : Denny

Share :

Baca Juga

Kalimantan Barat

Wujud Kepedulian, KBAK Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Pribadi Bapak Edi Kamtono untuk Anggota yang Membutuhkan

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat

Anak kolong

GAPASDAP Tolak Surat Edaran Ditjen Hubla Tentang SPB

Anak kolong

Notulen Rapat Menjadi Rujukan Mayoritas Warga Darma Putra

Anak kolong

Dian Eka Muchairi hadiri kegiatan Workshop Digital Marketing, Level up Your AI Skill “Branding & Storytelling Di Era Kecerdasan Buatan”

Anak kolong

Kuliah Umum STBHB Kupas Peran Strategis Generasi Muda Dalam Pembangunan NKRI, Pendidikan Jadi Senjata Mengubah Bangsa