SuaraAnakKolong Kendari Selasa 17 Februari 2026 – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali menegaskan bahwa setiap penyampaian aspirasi merupakan panggung nalar dan ruang pendidikan publik, bukan ajang pelampiasan emosi. Dalam setiap gerak langkah perjuangan, kader HMI diminta untuk tetap menjunjung tinggi adab, etika, dan kedewasaan intelektual, termasuk dalam membangun hubungan yang konstruktif dengan aparat keamanan negara.
HMI memandang bahwa keberadaan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah bagian dari sistem kenegaraan yang memiliki mandat konstitusional dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedaulatan negara. Oleh karena itu, gerakan mahasiswa tidak boleh diposisikan sebagai antitesis aparat, melainkan sebagai mitra kritis dalam kerangka demokrasi.
Dalam negara hukum yang demokratis, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional warga negara. Namun di saat yang sama, stabilitas keamanan juga merupakan prasyarat penting bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Di titik inilah HMI menempatkan diri sebagai jembatan nalar—mengawal aspirasi rakyat secara tegas, tetapi tetap menghormati peran institusi keamanan.
HMI menegaskan bahwa kadernya adalah petarung intelektual, bukan provokator. Kritik yang disampaikan kepada pemerintah atau institusi negara harus berbasis data, analisis, dan argumentasi yang rasional. Tidak boleh ada ujaran kebencian, fitnah, atau tindakan yang berpotensi memecah belah persatuan nasional.
Sebaliknya, HMI mendorong terciptanya dialog terbuka dan komunikasi yang sehat antara mahasiswa dan aparat. Demonstrasi bukanlah medan konflik, melainkan ruang partisipasi publik yang dijamin undang-undang. Aparat keamanan memiliki tugas menjaga ketertiban, sementara mahasiswa memiliki tanggung jawab moral menyuarakan kebenaran. Keduanya tidak harus saling berhadapan, tetapi bisa berjalan berdampingan dalam koridor hukum.
Dalam setiap aksi, kader HMI diinstruksikan untuk:
📍 Menjaga Etika dan Disiplin Barisan
Aksi harus tertib, terorganisir, dan tidak mengganggu kepentingan umum secara berlebihan.
📍 Menghormati Aparat Keamanan
Menghindari sikap konfrontatif yang tidak perlu, serta membuka ruang komunikasi dengan koordinator lapangan dari pihak Polri maupun unsur TNI bila diperlukan.
📍 Anti Provokasi
Tidak terpancing isu liar, tidak mudah teradu domba, serta tidak memberi ruang bagi pihak-pihak yang ingin mencederai substansi perjuangan.
HMI percaya bahwa kematangan demokrasi tercermin dari kemampuan semua elemen bangsa—mahasiswa, aparat, pemerintah, dan masyarakat—untuk mengelola perbedaan secara dewasa. Kritik adalah bagian dari cinta terhadap negeri. Aparat keamanan pun adalah anak bangsa yang memiliki tanggung jawab menjaga NKRI.
Semangat “Yakin Usaha Sampai” mengajarkan bahwa perjuangan harus konsisten dan berkelanjutan. Namun dalam setiap langkah, adab tetap menjadi fondasi. Aktivis sejati bukan mereka yang merusak fasilitas umum atau menciptakan kekacauan, melainkan mereka yang mampu menggetarkan nurani kekuasaan melalui gagasan yang tajam dan keberanian yang terukur.
HMI menyerukan kepada seluruh kader agar tetap menjadi cahaya di tengah dinamika sosial. Tegas dalam sikap, kokoh dalam prinsip, tetapi santun dalam perilaku. Perjuangan yang bermartabat akan selalu lebih kuat daripada amarah yang sesaat.
Bahagia HMI!
Yakin Usaha Sampai! ✊💚
Penulis : indra dapa
Editir : Denny









