Home / Energi / Kalimantan Barat

Selasa, 7 Oktober 2025 - 10:52 WIB

Digitalisasi Penyaluran BBM Bersubsidi Nelayan di Kalimantan Barat, Pemerintah Tingkatkan Efisiensi dan Transparansi

SUARAANAKKOLONG.CO.ID, Pontianak – 7 Oktober 2025 – Pemerintah terus mendorong program digitalisasi distribusi BBM bersubsidi bagi nelayan kecil di Kalimantan Barat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyimpangan penyaluran BBM yang selama ini menjadi masalah di sektor perikanan.

Untuk tahun 2025, pemerintah menetapkan alokasi BBM bersubsidi sebesar 19,41 juta kiloliter (kl), terdiri dari minyak tanah 0,52 juta kl dan solar 18,89 juta kl. Sedangkan untuk LPG 3 kg, alokasi mencapai 8,2 juta metrik ton. Target ini mengalami sedikit penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 19,58 juta kl, sebagai bagian dari strategi efisiensi agar subsidi lebih tepat sasaran. Subsidi solar tetap dipertahankan Rp1.000 per liter untuk meringankan beban nelayan.

Kepala BPH Migas, Erika Retnowati, menegaskan, “Melalui aplikasi XTAR, kami meningkatkan akurasi distribusi BBM bersubsidi nelayan. Dengan digitalisasi ini, proses surat rekomendasi yang sebelumnya manual kini lebih mudah dan cepat.”

Di Kalimantan Barat, sebagian nelayan kecil mengalami kesulitan mengakses solar bersubsidi karena proses administrasi yang rumit dan kurangnya informasi. Dari kuota yang dialokasikan, realisasi penyerapan solar subsidi oleh nelayan hanya sekitar 26 persen, sementara sisanya diduga diserap sektor lain.

Baca Juga  Polres Melawi Berikan Tumpangan Kendaraan Kepada Masyarakat Pulang Dari Ladang

Digitalisasi distribusi di Kalimantan Barat dilakukan melalui sistem QR Code MyPertamina, di mana nelayan kecil yang terdaftar di Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalimantan Barat dapat membeli solar subsidi dengan lebih mudah. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, mengatakan, “Sistem ini mungkin masih baru bagi nelayan, namun penting untuk mencegah penyimpangan dan memastikan subsidi tepat sasaran.”

Selain itu, pemerintah membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di beberapa titik strategis di Kalimantan Barat untuk memudahkan akses solar subsidi bagi nelayan kecil. Saat ini, terdapat 404 SPBUN beroperasi di seluruh Indonesia, dengan beberapa unit tambahan sedang dalam pembangunan, termasuk di wilayah Kalimantan Barat.

BUMN perikanan juga mendukung penyaluran BBM bersubsidi di Kalimantan Barat. PT Perikanan Indonesia, anggota holding BUMN pangan ID Food, menyalurkan solar subsidi melalui SPBUN setempat agar nelayan dengan kapal di bawah 30 GT dapat melaut tanpa terbebani harga bahan bakar tinggi.

Baca Juga  Hesty Putri Riani, Ketua Umum Kohati Badko Kalimantan Barat, menyampaikan kekecewaannya atas belum diterbitkannya PDK (Pedoman Dasar Kohati) hasil Munas KOHATI Ke-XXV yang dilaksanakan di Pontianak

Alokasi kuota solar bersubsidi APBN 2025 dipatok 19 juta kl, dengan realisasi diproyeksikan 17,88 juta kl atau 99,5 persen dari total alokasi. Program digitalisasi dan pembangunan SPBUN diharapkan dapat memastikan BBM bersubsidi sampai ke nelayan kecil secara tepat sasaran di seluruh Kalimantan Barat.

Media Suara Anak Kolong
Sumber/Penulis: Denny Purwanto.S.sos
Editor: Amarizar.MD
Red.

Layanan Aduan dan Hak Jawab
Alamat: Jl. Pangeran Natakusuma Gg. Bambu No.10, Sungai Bangkong, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113
📧 Email: suaraanakkolong.co.id@gmail.com
📱 WhatsApp Admin Office: +62 895-2372-9167
📱 WhatsApp Tim Redaksi: +62 812-5673-5176

Media Sosial Resmi Suara Anak Kolong
📘 Facebook: @suaraanakkolong.co.id
📸 Instagram: @suaraanakkolong.co.id
🎵 TikTok: @suaraanakkolong.co.id
🐦 Twitter (X): @suaraanakkolong
▶️ YouTube: Suara Anak Kolong Channel
🌐 Website: www.suaraanakkolong.co.id

 

Share :

Baca Juga

Anak kolong

East Indonesia Malacca Project Institute Akan Laporkan PT Brantas dan CV Project Lima Belas ke Kejati Sultra Terkait Dugaan Proyek Irigasi APBN Rp600 Juta di Desa Puroe Konsel

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak
GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat

Anak kolong

GAPASDAP Tolak Surat Edaran Ditjen Hubla Tentang SPB

Anak kolong

Ketua Gerindra Kalbar H. Yuliansyah Apresiasi Konsistensi PPP di Usia Emas ke-53
*HUT LVRI ke-69: H. Yuliansyah, S.E. Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Juang bagi Generasi Milenial** *

Anak kolong

HUT LVRI ke-69: H. Yuliansyah, S.E. Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Juang bagi Generasi Milenial