Home / Ketapang / Pendidikan

Kamis, 25 September 2025 - 10:01 WIB

Gubernur Ria Norsan mengeluh sulit koordinasi. Kepala Regional MBG Kalbar jenguk korban keracunan RSUD Agoesdjam Ketapang.

Ketapang, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H. Gubernur Kalimantan Barat sangat prihatin atas kasus keracunan makanan bergizi gratis yang terjadi diwilayahnya. Kasus keracunan makanan yang menimpa 20 siswa SDN 12 Benua Kayong, Ketapang, akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengaku geram karena tidak mengetahui siapa koordinator program tersebut di wilayahnya dan tidak pernah diajak berkoordinasi.

“Ini menyangkut kepentingan masyarakat, kepentingan Kalbar juga. Jangan jalan sendiri-sendiri,” ucap Norsan. Ia menilai insiden keracunan ini bukan sekadar urusan teknis penyedia makanan, melainkan soal keselamatan anak-anak. “Ini bukan soal bisnis, tapi soal pertanggungjawaban. Anak-anak keracunan, untung masih bisa diselamatkan. Kalau sampai ada yang meninggal dunia, itu masalah serius,” tegas Norsan.

Kelemahan koordinasi antara daerah dengan pusat menyebabkan terjadinya berbagai permasalahan di daerah. Hal ini pernah diungkapkan Ria Norsan disela-sela diskusi dan silaturahmi antar elemen masyarakat di Masjid An-Nur Polda Kalbar pekan lalu.

Menurut Gubernur Ria Norsan, terjadinya keracunan karena lemahnya koordinasi dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis untuk anak sekolah. Perlu ada satu koordinator khusus yang ditunjuk pemerintah pusat di wilayah Kalbar, agar penyelesaian kendala di lapangan bisa lebih cepat dan jelas. “Saya masih mencari siapa koordinator MBG ini. Di pemda tidak ada. Sampai saya telepon kepala MBG di pusat,” kata Norsan kepada awak media, Rabu (24/9/2025).

Kepala Regional MBG Kalbar Agus Kurniawi (tengah) saat memberikan keterangan pers usai menjenguk korban keracunan di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. (24/9/2025)

Disaat Gubernur mengeluh sulitnya koordinasi dengan pihak MBG dan sibuk mencari siapa koordinator MBG di Kalimantan Barat ini. Kepala Regional Makan Bergizi Gratis (MBG) Kalimantan Barat (Kalbar) Agus Kurniawi muncul di RSUD dr. Agoesdjam Ketapang. Setelah menjenguk korban keracunan, ia menyampaikan permintaan maaf sedalam-dalamnya kepada masyarakat, dan berjanji keracunan MBG seperti yang terjadi di Ketapang tak akan terulang lagi.

Baca Juga  Polres Ketapang Berhasil Tangkap Pengedar Narkoba yang Meresahkan Masyarakat Simpang Dua

“Kami minta maaf. Kami berjanji akan menerapkan zero accident. Kejadian ini akan kami jadikan bahan evaluasi untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang lainnya di Kalbar, agar tidak terulang kejadian yang sama lagi,” kata Agus usai menjenguk siswa SDN 12 Benua Kayong di RSUD dr. Agoesdjam, Rabu (24/9/2025).

Agus menjelaskan dapur SPPG yang sudah mendapatkan Surat Keputusan di Kalbar sebanyak 211 SPPG, yang tersebar di 14 kabupaten/kota. Total penerima manfaat sebanyak 498.875 jiwa. Sedangkan di Ketapang terdapat 22 dapur SPPG dan melayani 2.000-3.500 penerima manfaat per dapur. Ke depannya, jumlah penerima manfaat akan dibatasi maksimal 2.000 jiwa, agar kualitas layanan tetap terjaga.

“Harapannya kualitas pelayanan meningkat. Masak juga akan disesuaikan untuk mencegah makanan basi. Untuk makan siang dimasak pagi, sedangkan makan pagi dimasak sejak subuh sekitar pukul 03.00 WIB,” jelas Agus.

Ia juga berharap jika ada kritik, aduan atau masukan bisa langsung kepada dirinya. Ia butuh semua itu demi menyempurnakan program dari Badan Gizi Nasional (BGN). Agus mengaku prihatin dengan adanya keracunan MBG tersebut. Ia memutuskan turun langsung. Tiba di Ketapang, ia langsung berkoordinasi dengan BPOM dan Satgas MBG Ketapang.

Baca Juga  Kapolres Ketapang Sholat Tarawih Bersama Warga di Masjid Al Murthada, Pererat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

“Tadi saya lihat langsung kondisi anak-anak. Tinggal tiga anak yang masih dalam pantauan. Setelah kunjungan ke rumah siswa-siswa, saya akan ketemu pengelola SPPG. Intinya keputusan nanti menunggu hasil dari BPOM,” tutup Agus.

Kepala Regional MBG Kalbar, Agus Kurniawi memastikan pihaknya telah menonaktifkan M Yoga selaku kepala dapur Mitra Mandiri 2, usai 16 siswa SDN 12 Benua Kayong, Kabupaten Ketapang keracunan makanan, pada Selasa (23/9/2025).

“Untuk sementara SPPG tersebut kita hentikan operasionalnya, dan Kepala SPPG akan kita rumahkan, kesalahan terjadi akibat dari kelalaian Kepala SPPG dalam menentukan menu” tegas Kepala Regional MBG Kalbar, Agus Kurniawi, saat dikonfirmasi awak media.

Penulis : Denny Purwanto, S.Sos

Layanan Aduan dan Hak Jawab
Alamat: Jl. Pangeran Natakusuma Gg. Bambu No.10, Sungai Bangkong, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113
📧 Email: suaraanakkolong.co.id@gmail.com
📱 WhatsApp Admin Office: +62 895-2372-9167
📱 WhatsApp Tim Redaksi: +62 812-5673-5176

Media Sosial Resmi Suara Anak Kolong
📘 Facebook: @suaraanakkolong.co.id
📸 Instagram: @suaraanakkolong.co.id
🎵 TikTok: @suaraanakkolong.co.id
🐦 Twitter (X): @suaraanakkolong
▶️ YouTube: Suara Anak Kolong Channel
🌐 Website: www.suaraanakkolong.co.id

 

Share :

Baca Juga

Oleh: Nabilah Syakib Mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah

Anak kolong

Strategi Peningkatan Daya Saing Lulusan SMK di Dunia Kerja

Pendidikan

Dies Natalis Widya Darma Pontianak, mencetak SDM yang Handal

Mempawah

Pelajar SMKN 1 Mempawah Hilir Jurusan DKV Kunjungi RRI Pontianak dan Museum Kalbar

Mempawah

SMKN 1 Mempawah Hilir Gelar ‘Cleanup Day’ Dorong Edukasi Pengelolaan Sampah

Ketapang

MBG menjadi momok bagi orang tua murid, berubah menjadi makanan beracun gratis.

Nasional

Monopoli Dapur MBG, BGN sibuk Klarifikasi

Ketapang

Perkuat Lobi Nasional, Ketapang Percepatan Pemekaran Tiga Daerah Otonomi Baru (DOB) dan Wacana DOB Provinsi Tanjung Pura

Bisnis

Sinergi Akademik Antar Program Jurusan IESP FEB UNTAN (SAPA IESP VII 2025)