suaraanakkolong,co.id Pontianak, Jum’at 19/9/2025
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), telah dimulai secara serentak di beberapa Kabupaten dan Kota di wilayah Kalimantan Barat. Kota Pontianak dan Kabupaten Landak telah dimulai sejak 20 Januari 2025 yang lalu. Hal ini ditandai dengan dilaksanakan peninjauan langsung Forkopimda, Panglima Kodam XII?Tpr, Polda Kalbar, dan Kepala BPKP ke beberapa daerah pada bulan Januari yang lalu.
Program ini telah disetujui oleh Badan Gizi Nasional dan dimulai di dua titik, yaitu Kota Pontianak dan Ngabang, Kabupaten Landak,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Kalbar Harisson kala itu.
Di Kota Pontianak, mitra pelaksana yang ditunjuk adalah PT. Borneo Catering Service. Mereka bertanggung jawab menyediakan makanan bergizi untuk 2.961 siswa tahap pertama.
Sementara itu, di Ngabang, Kabupaten Landak, program ini melibatkan mitra lokal yang melayani 1.079 siswa di tahap awal. Sekolah yang telah menjadi lokasi pelaksanaan adalah SD Negeri 29 dan SMP Negeri 9 Pontianak.
Pemerintah Kalimantan Barat memberikan respon positif dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas nasional, dan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mendukung pelaksanaannya.
Kegiatan Pejabat Gubernur Kalbar saat itu ikut proaktif melakukan peninjauan langsung pelaksanaan program MBG, dan memastikan kualitas makanan dengan cita rasa enak, serta mendorong partisipasi petani dan UMKM lokal.
Kantor Pelayanan Badan Gizi Nasional (BGN) di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota seharusnya secara rutin berkoordinasi dengan Gubernur dan Bupati serta Walikota, dan menyampaikan laporan perkembangan setiap bulannya. Sehingga ketika terjadi permasalahan di daerah, Pemerinrah Daerah dapat memberikan solusi dan mencari cara pemecahan masalahnya.
Kurangnya koordinasi dari Badan Gizi Nasional di daerah, dan banyaknya pihak yang terlibat, maka tidak heran bila beberapa kepala daerah menyampaikan keluhannya ke publik. Sukses tidaknya suatu program di daerah, tidak terlepas dari peran serta dan dukungan pemerintah daerah.
Baru-baru ini, Gubernur Ria Norsan merasa gerah dan bingung karena banyaknya koordinator MBG di Kalbar, sehingga sulit untuk melakukan koordinasi. Gubernur yang seharusnya bertanggung jawab langsung terhadap sukses atau tidaknya program nasional tersebut, terpaksa meminta penunjukan koordinator tunggal dari pusat agar program bisa berjalan lebih baik dan terkoordinasi.
“Ini yang saya pusing, koordinator MBG kebanyakan. Macam-macam ada, dari umum, Partai Politik, TNI-Polri, ada semua. Jadi yang mana mau dituju ini,” kata Norsan ketika ditemui oleh awak media disela-sela kegiatan Silaturrahmi diskusi bersama Forkopimda, Mahasiswa dan elemen masyarakat di Masjid Annur Polda Kalbar, Jumat (19/9/2025).
Melihat kondisi itu, Norsan terpaksa meminta Badan Gizi Nasional menunjuk koordinator tunggal sesuai dengan alur koordinasi Badan Gizi Nasional di Kalbar. “Kemarin saya menghubungi pusat, untuk menunjuk satu koordinator saja di Kalbar ini. Jadi kalau ada apa-apa kita mudah menghubungi untuk menindaklanjutinya,” ujarnya.
Sampai saat ini, belum ada koordinator tunggal yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional. Menurut Gubernur yang dekat dengan para ulama ini, “koordinator tunggal MBG sangat diperlukan agar fokus dalam koordinasi antara pusat dan daerah, sehingga proses pelaksanaan program MBG yang layak sampai ke penerima manfaat.” Ujar Ria Norsan.
“Jadi koordinator yang ada ini kita panggil semua, kemudian minta dari pusat menunjuk siapa satu koordinator MBG untuk mengkoordinir. Agar pelaksanaan pelayanan MBG terkoordinir dengan baik. Sekarang Ini kan saling menyalahkan,” tegasnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah program pemerintah Indonesia yang digagas Presiden Prabowo Subianto sejak Januari 2025 untuk memastikan kecukupan gizi bagi anak-anak sekolah, anak di bawah lima tahun (balita), ibu hamil, dan ibu menyusui. Program ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menggerakkan ekonomi lokal dengan memberdayakan UMKM, petani, dan nelayan sebagai pemasok bahan baku makanan.
Program MBG juga untuk meningkatkan kualitas SDM dalam rangka membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Mendukung Ekonomi Lokal, memberdayakan petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM sebagai pemasok bahan baku, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor pangan.
Presiden Prabowo mengharapkan adanya dampak positif bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk meningkatkan angka kehadiran dan prestasi belajar siswa di sekolah, menciptakan lapangan kerja baru di sektor pangan, memberdayakan petani, peternak, dan nelayan lokal, meningkatkan peredaran uang di daerah pedesaan dan mendorong perekonomian lokal.
Dalam pelaksanaannya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini terjadi permasalahan dan keributan di hampir seluruh daerah di Indonesia. Program yang semula diperuntukan untuk memberdayakan sektor Usaha Kecil dan Menengah serta Koperasi di daerah, namun dalam prakteknya tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh Presiden.
Koperasi Desa Merah Putih yang diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis jadi terabaikan. Koordinasi yang intens antara Badan Gizi Nasional dengan Pemerintah Daerah harus tercipta secara simultan, seperti yang diharapkan oleh Gubernur Kalimantan Barat.
Media Suara Anak Kolong
Reporter : Rudy Priyatna
Editor : Denny Purwanto, S.Sos
Layanan Aduan dan Hak Jawab
Alamat: Jl. Pangeran Natakusuma Gg. Bambu No.10, Sungai Bangkong, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113
📧 Email: suaraanakkolong.co.id@gmail.com
📱 WhatsApp Admin Office: +62 895-2372-9167
📱 WhatsApp Tim Redaksi: +62 812-5673-5176
Media Sosial Resmi Suara Anak Kolong
📘 Facebook: @suaraanakkolong.co.id
📸 Instagram: @suaraanakkolong.co.id
🎵 TikTok: @suaraanakkolong.co.id
🐦 Twitter (X): @suaraanakkolong
▶️ YouTube: Suara Anak Kolong Channel
🌐 Website: www.suaraanakkolong.co.id









