Home / Daerah / Kalimantan Barat / Organisasi / Pontianak / SUARAANAKKOLONG.CO.ID

Jumat, 22 Agustus 2025 - 23:42 WIB

Mengenal Pencak Silat Wekasan, Warisan Beladiri Kalbar dan Kiprah Suparjo sebagai Ketua Wekasan Pontianak

SUARAANAKKOLONG.CO.ID, Pontianak – 22 Agustus 2025 – Pencak silat Wekasan, seni beladiri tradisional khas Kalimantan Barat, khususnya dari Kabupaten Kubu Raya Kecamatan Tembang Kacang, kian menunjukkan eksistensinya di kancah daerah maupun nasional. Beladiri ini tidak hanya mengajarkan aspek pertarungan, tetapi juga mengandung nilai spiritual, budaya, dan filosofi kehidupan masyarakat Transmigrasi Jawa di Kalimantan Barat.

Dalam perkembangannya, Wekasan telah memiliki organisasi resmi yang tersebar di berbagai kabupaten/kota. Salah satunya adalah Wekasan Cabang Pontianak yang kini dipimpin oleh Suparjo, sosok yang juga menjadi Ketua Panitia Wekasan Competition Piala Sultan Pontianak 2025.

Suparjo menyebutkan bahwa pencak silat Wekasan bukan hanya sekadar olahraga, melainkan juga sarana pembinaan generasi muda agar memiliki karakter kuat, berdisiplin, dan berakhlak.

“Wekasan ini adalah warisan leluhur kita. Saya ingin generasi muda di Pontianak dan Kalimantan Barat tidak hanya bisa menjaga tradisi, tapi juga menjadikannya bekal menghadapi tantangan masa depan,” ujar Suparjo saat ditemui usai pembukaan kejuaraan di Pontianak, Jumat (22/8).

Menurutnya, kejuaraan yang digelar kali ini merupakan momentum untuk memperkenalkan lebih luas Wekasan kepada masyarakat sekaligus mencari bibit pesilat muda yang berpotensi mengharumkan nama daerah.

Baca Juga  Harjuis Gidion: Kemenangan Ini Berkat Kerja Tim, Semoga Jadi Awal Prestasi Lebih Besar

Sejarah dan Karakteristik Pencak Silat Wekasan

Pencak silat Wekasan lahir dari tradisi masyarakat pesisir dan pedalaman Kubu Raya Kecamatan Tembang Kacang sekitar tahun 1918 dan saat ini dipimpin oleh Lakda TNI Purn. Soedarmako, M.M., selaku Ketua Umum PB Wekasan S.N.T. Nama “Wekasan” sendiri diyakini merujuk pada ajaran terakhir atau “bekal pamungkas” dalam menghadapi ancaman. Gerakannya mengutamakan kelincahan, kecepatan tangan, serta teknik kuncian yang sederhana namun efektif.

Wekasan juga dikenal dekat dengan nilai-nilai religius masyarakat Melayu. Setiap gerakan diyakini memiliki makna filosofis, di mana pesilat diajarkan untuk selalu mengutamakan pertahanan diri, bukan mencari permusuhan. Selain itu, latihan Wekasan juga sering dibarengi doa dan ritual adat, menandakan bahwa silat ini bukan hanya fisik, tetapi juga spiritual.

Suparjo: Dari Pesilat ke Pemimpin

Sebagai Ketua Wekasan Cabang Pontianak, Suparjo telah mendedikasikan waktunya untuk membina pesilat-pesilat muda di berbagai perguruan. Ia menegaskan bahwa Wekasan tidak boleh hanya dipandang sebagai beladiri tradisional, tetapi juga sebagai identitas budaya yang harus diwariskan.

Baca Juga  Polsek Batu Ampar Kawal Aksi Damai Petani Arang Soal Ancaman Penghentian Produksi Tradisional

“Anak-anak sekarang banyak mengenal bela diri modern, tapi kita punya Wekasan yang asli dari Kalbar. Ini kebanggaan kita, dan saya merasa terpanggil untuk menjaga serta mengembangkannya,” jelasnya.

Dengan adanya dukungan dari masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah daerah, Suparjo optimis Wekasan dapat terus berkembang, bahkan berpeluang dipertandingkan dalam event skala nasional hingga internasional.


Media Suara Anak Kolong
Sumber/Penulis: Annas
Editor: Amarizar.MD
Redaktur: Tim Redaksi


Layanan Aduan dan Hak Jawab

Alamat: Jl. Pangeran Natakusuma Gg. Bambu No.10, Sungai Bangkong, Kec. Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78113

Kontak:
📧 Email: suaraanakkolong.co.id@gmail.com
📱 WhatsApp Admin Office: +62 895-2372-9167
📱 WhatsApp Tim Redaksi: +62 812-5673-5176


Media Sosial Resmi Suara Anak Kolong

📘 Facebook: @suaraanakkolong.co.id
📸 Instagram: @suaraanakkolong.co.id
🎵 TikTok: @suaraanakkolong.co.id
🐦 Twitter (X): @suaraanakkolong
▶️ YouTube: Suara Anak Kolong Channel
🌐 Website: www.suaraanakkolong.co.id

Share :

Baca Juga

Anak kolong

East Indonesia Malacca Project Institute Akan Laporkan PT Brantas dan CV Project Lima Belas ke Kejati Sultra Terkait Dugaan Proyek Irigasi APBN Rp600 Juta di Desa Puroe Konsel

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak
GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat

Anak kolong

GAPASDAP Tolak Surat Edaran Ditjen Hubla Tentang SPB

Anak kolong

Ketua Gerindra Kalbar H. Yuliansyah Apresiasi Konsistensi PPP di Usia Emas ke-53
*HUT LVRI ke-69: H. Yuliansyah, S.E. Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Juang bagi Generasi Milenial** *

Anak kolong

HUT LVRI ke-69: H. Yuliansyah, S.E. Tekankan Pentingnya Warisan Nilai Juang bagi Generasi Milenial