Home / Daerah / Kalimantan Barat / Kubu Raya / Polri / SUARAANAKKOLONG.CO.ID

Senin, 16 Juni 2025 - 10:22 WIB

Laka Air di Sungai Kapuas, Tongkang Hantam Fasilitas Umum dan Rusakkan Enam Speed Boat

SUARAANAKKOLONG.CO.ID Kubu Raya, 15 Juni 2025 — Sebuah insiden kecelakaan air (laka air) terjadi di Sungai Kapuas, tepatnya di Dusun Merdeka, Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Sabtu (14/6/2025) sore. Sebuah tongkang yang dikendalikan oleh kapal TB SMS 16011 mengalami putus tali tambat, hingga menghantam berbagai fasilitas umum dan merusakkan sedikitnya enam unit speed boat milik warga.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Tongkang yang awalnya hendak bersandar di pelabuhan PT. Sinar Mas Sukses tiba-tiba lepas kendali akibat tali tambat tidak mampu menahan terpaan angin kencang.

Kapolsek Sungai Raya AKP Hariyanto, melalui Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya AIPTU Ade, membenarkan peristiwa tersebut. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material dilaporkan cukup signifikan.

Baca Juga  Ketum DPD Sultra Akpersi Desak Kejati Sultra Periksa Kades Mokoau Terkait Dana Desa 2023-2024 Rp 1,55 Miliar

“Kondisi cuaca saat itu hujan disertai angin kencang. Nahkoda sudah berupaya mengejar dan menarik tongkang, namun tali kembali putus. Tongkang akhirnya terbawa arus dan menghantam Dermaga SAR Sungai Durian, pangkalan speed boat warga, serta intake air milik PDAM,” jelas AIPTU Ade.

Salah satu warga, Mohamad Kholil, pemilik pangkalan speed boat, mengaku kehilangan besar. Enam unit speed boat miliknya yang tengah terparkir rusak berat akibat benturan.

“Kejadiannya habis Magrib. Saya dengar suara dentuman keras. Ternyata tongkang menghantam pangkalan speed saya. Setelah itu, tongkang terus menabrak fasilitas intake milik PDAM,” ujar Kholil.

Petugas dari kepolisian bersama pihak terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pengamanan. Proses penggeseran tongkang ke lokasi aman berlangsung hingga sekitar pukul 22.30 WIB. Selama proses evakuasi, situasi tetap aman dan terkendali.

Baca Juga  Walikota Pontianak Imbau Bangunan Kosong di Pontianak harus diawasi, sering jadi target pencurian material dan Kabel Listrik

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden ini. Kerugian material sementara masih dalam tahap perhitungan.

“Kami tengah berkoordinasi dengan perusahaan pemilik tongkang serta pihak terkait lainnya untuk langkah penanganan lebih lanjut. Ini bagian dari komitmen kami dalam menjaga keselamatan warga dan fasilitas umum,” tutup AIPTU Ade.

Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap aktivitas pelayaran sungai, terutama pada musim cuaca ekstrem seperti sekarang ini.


Media Suara Anak Kolong
Sumber/Penulis: Tim Liputan
Editor: Amarizar.MD
Red. Sri Sundari

Share :

Baca Juga

Kalimantan Barat

Wujud Kepedulian, KBAK Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Pribadi Bapak Edi Kamtono untuk Anggota yang Membutuhkan

Artikel

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Anak Kolong (KBAK) Kalbar Gelar Safari Lebaran ke Kediaman Tokoh dan Pimpinan Daerah

Daerah

Kodaeral XII Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Kapuas pada Hari Ketiga Operasi SAR

Anak kolong

East Indonesia Malacca Project Institute Akan Laporkan PT Brantas dan CV Project Lima Belas ke Kejati Sultra Terkait Dugaan Proyek Irigasi APBN Rp600 Juta di Desa Puroe Konsel

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak
GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat