SUARAANAKKOLONG.CO.ID Pontianak, 14 Juni 2025 — Setiap tanggal 14 Juni, negara-negara di seluruh dunia memperingati Hari Donor Darah Sedunia (World Blood Donor Day/WBDD). Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran global akan kebutuhan darah dan produk darah yang aman, sekaligus memberi penghargaan kepada para pendonor darah sukarela atas kontribusi mereka yang tak ternilai dalam menyelamatkan nyawa.
Hari Donor Darah Sedunia diprakarsai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak tahun 2004. Tanggal 14 Juni dipilih karena bertepatan dengan hari lahir Karl Landsteiner, ilmuwan penemu sistem golongan darah ABO yang mendasari transfusi darah modern.
Layanan darah yang aman, terjangkau, dan tersedia bagi seluruh lapisan masyarakat merupakan pilar penting dalam sistem kesehatan nasional. Transfusi darah menjadi bagian penting dalam penanganan berbagai kondisi medis darurat, termasuk kecelakaan, komplikasi persalinan, pembedahan, serta penanganan penyakit kronis seperti kanker dan anemia berat.
“Donor darah sukarela bukan hanya soal memberi, tapi juga tentang menyelamatkan. Satu kantong darah bisa menyelamatkan tiga nyawa,” ujar perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI) Kalimantan Barat, dalam keterangan tertulisnya.
Setiap tahun, Hari Donor Darah Sedunia mengusung tema global berbeda sebagai bentuk penghormatan kepada para pendonor. Tema tahun 2025 mengangkat semangat “20 Years of Celebrating Giving: Thank You, Blood Donors!” menandai dua dekade peringatan WBDD secara internasional, sekaligus sebagai refleksi atas jutaan nyawa yang terselamatkan.
Peringatan tahun ini juga mendorong negara-negara, komunitas, dan generasi muda untuk menjadi bagian dari gerakan donor darah sukarela yang konsisten, tanpa pamrih, dan berkelanjutan.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan dan PMI terus mengajak masyarakat, khususnya kaum muda, untuk menjadi pendonor darah aktif. Ketersediaan stok darah yang aman dan cukup akan membantu fasilitas kesehatan memenuhi kebutuhan pasien secara cepat dan tepat.
Di berbagai daerah, termasuk Kalimantan Barat, kegiatan donor darah massal dilakukan serentak sebagai wujud solidaritas dan kepedulian antar sesama. Sejumlah rumah sakit, organisasi pemuda, kampus, hingga lembaga swadaya masyarakat turut ambil bagian.
Media Suara Anak Kolong
Sumber/Penulis: Tim Redaksi
Editor: Amarizar.MD
Red. Sri Sundari









