SUARAANAKKOLONG.CO.ID Pontianak, 31 Mei 2025 — Kasus viralnya keluhan pengunjung terhadap buruknya pelayanan karaoke di Hotel Aston Pontianak yang mencuat pada Rabu (28/5/2025) memicu reaksi serius dari berbagai kalangan, termasuk dari pengamat pariwisata dan pengurus asosiasi wisata daerah. Salah satu suara kritis datang dari Dr. Herman Hofi Law, Pengurus Masyarakat Sadar Wisata (MASATA) Kalbar, yang menegaskan bahwa keluhan pengunjung tidak boleh dianggap enteng karena bisa berdampak besar terhadap ekosistem pariwisata Kota Pontianak.
Menurut Dr. Herman, Pontianak sebagai kota jasa dan perdagangan sangat mengandalkan sektor layanan, terutama yang bersentuhan langsung dengan wisatawan. Buruknya layanan hiburan, seperti karaoke, berpotensi menciptakan kesan negatif, mengurangi kunjungan wisata, hingga menggerus Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi hiburan.
“Kasus seperti ini mungkin terlihat sepele, tapi dampaknya tidak bisa diremehkan. Jika dibiarkan, para pencari hiburan bisa beralih ke wilayah tetangga yang menawarkan pelayanan lebih baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pengalaman negatif pengunjung, apalagi bila tersebar di media sosial, bisa membentuk opini publik yang merusak citra Kota Pontianak sebagai destinasi pariwisata yang ramah dan profesional.
Dr. Herman juga menekankan peran penting Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak agar tidak bersikap pasif. Ia mendesak agar dilakukan pembinaan, pengawasan rutin, serta peringatan tegas kepada pengelola hiburan yang terbukti lalai.
“Disporapar perlu menyusun standar pelayanan dan mensosialisasikannya kepada pelaku usaha hiburan agar mereka memahami ekspektasi publik dan wisatawan,” tambahnya.
Ia juga menyoroti pentingnya mekanisme pengaduan yang efektif di tiap tempat hiburan, serta inspeksi berkala yang harus dijadikan agenda rutin oleh instansi terkait.
Sebagai penutup, Dr. Herman menegaskan bahwa upaya bersama membangun industri hiburan yang sehat dan berkualitas akan menciptakan iklim investasi yang kondusif dan menjaga daya saing Kota Pontianak di tingkat regional.
“Kepuasan pengunjung adalah fondasi utama dalam membangun cerita positif tentang pariwisata kita. Jangan sampai kelalaian kecil merusak upaya besar yang telah dibangun,” pungkasnya.
Insiden ini diharapkan menjadi momentum evaluasi total terhadap pelayanan sektor hiburan di Pontianak, guna menciptakan iklim pariwisata yang unggul dan berkelanjutan.
Media Suara Anak Kolong
Sumber: Dr. Herman Hofi Law (Pengamat Kebijakan Publik, Pengurus MASATA Kalbar)
Editor: Amarizar.MD
Red. Sri Sundari









