Tingkatkan Daya Saing Lewat Digital IKA Unhas Kalbar Latih 70 UMKM Singkawang

SUARAANAKKOLONG.CO.ID Singkawang, 10 Mei 2025 – Sebanyak 70 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Singkawang mengikuti Pelatihan Penguatan UMKM yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Wilayah Kalimantan Barat, Sabtu (10/5).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Wali Kota Singkawang ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara IKA Unhas, KAHMI, dan FORHATI dalam memperkuat daya saing UMKM lokal berbasis teknologi dan digitalisasi.

Ketua IKA Unhas Kalbar, Dr. Ir. H. M. Toasin Asha, M.Si., dalam sambutannya menegaskan pentingnya membangun ekosistem bisnis yang inklusif dan berkelanjutan melalui sinergi antara alumni, pemerintah, dan pelaku UMKM.
“Kolaborasi adalah kunci untuk menciptakan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi lokal,” ungkapnya.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Nuryamin, S.T.P., M.M., Kepala Kantor Kependudukan dan KB Provinsi Kalbar sekaligus alumni Unhas angkatan 90-an. Ia mendorong peserta agar mampu mengembangkan usaha mandiri berbasis keluarga atau komunitas sebagai strategi nyata mengurangi ketergantungan pada sektor formal.

Baca Juga  Pangdam XII/Tpr Sambut Kunjungan Kerja Wakasad ke Kalimantan Tengah

“UMKM harus menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengentasan kemiskinan nasional,” tegas Nuryamin.

Ketua Panitia, Andi Gadis, S.IP., M.M., menyampaikan bahwa pelatihan ini menitikberatkan pada strategi pemasaran digital, penguatan jaringan usaha, dan solusi pembiayaan UMKM.
“Kami mengintegrasikan pendekatan kolaboratif antara IKA Unhas, KAHMI, dan FORHATI Singkawang agar pelatihan ini memberi dampak konkret,” jelasnya, didampingi Dr. Andi Ihwan, S.Si., M.Si., dari Bidang Pendidikan IKA Unhas.

Kurniawan Udi, S.E., M.E. (Ketua KAHMI Singkawang) dan Titin Sumarni, S.Pd. (Ketua FORHATI Singkawang) turut menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk dan kemampuan bersaing UMKM di pasar lebih luas.

Baca Juga  Takjil Ramadhan Penuh Berkah, Polresta Pontianak Berbagi dengan Masyarakat

Pelatihan ini juga menghadirkan narasumber M. Ikhsan, S.Kel., M.T., yang mengulas potensi ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan sumber daya lokal untuk menciptakan kemandirian pangan rumah tangga.

Turut hadir pengurus IKA Unhas Kalbar seperti Dr. Andi Hairil, S.Si., M.Si., Herlin, S.T., Andi Misralena, S.K.M., Ir. Basso Hasan, M.T., dan Surya Widiyananta, S.Si., yang semuanya menunjukkan komitmen kolektif dalam membangun UMKM Kalbar yang tangguh.

Pelatihan ini menjadi awal dari rangkaian upaya memberdayakan UMKM Kota Singkawang dengan pendekatan teknologi, digitalisasi, dan integrasi jejaring alumni untuk menciptakan pelaku usaha yang mandiri dan kompetitif.


Media Suara Anak Kolong
Sumber/Penulis: Tim Redaksi
Editor: Amarizar.MD
Red. Sri Sundari

Share :

Baca Juga

Kalimantan Barat

Wujud Kepedulian, KBAK Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Pribadi Bapak Edi Kamtono untuk Anggota yang Membutuhkan

Artikel

Pererat Silaturahmi, Keluarga Besar Anak Kolong (KBAK) Kalbar Gelar Safari Lebaran ke Kediaman Tokoh dan Pimpinan Daerah

Daerah

Kodaeral XII Berhasil Temukan Korban Tenggelam di Sungai Kapuas pada Hari Ketiga Operasi SAR

Anak kolong

East Indonesia Malacca Project Institute Akan Laporkan PT Brantas dan CV Project Lima Belas ke Kejati Sultra Terkait Dugaan Proyek Irigasi APBN Rp600 Juta di Desa Puroe Konsel

Anak kolong

Sidak RSUD Sultan Syarif Mohammad Al Qadrie, Wako Edi Kamtono: Tingkatkan Layanan, Jangan Ada Warga Merasa Diabaikan
Yuliansyah , Anggot a Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan A wak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak

Anak kolong

Yuliansyah , Anggota Komisi V DPR RI Fasilitasi Pertemuan Awak Kapal Pedalaman dan Pemilik Kapal dengan KSOP Pontianak
GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

GENCARNYA FRAMING LEWAT MEDIA SEOALAH-OLAH TERSANGKA, YULIANSYAH LAPORKAN OKNUM PEMILIK AKUN MEDSOS KE POLDA KALBAR

Anak kolong

KEJATI Kalbar Dinilai Lamban Tangani Berkas Perkara Hingga Berakibat Ketidakpastian Hukum di Masyarakat